BUDIDAYA TERNAK BURUNG CANARY

Sejarah Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) merupakan burung asli Kepulauan Canary di samudera atlantik di sebelah barat laut pesisir afrika (maroko dan sahara barat). Kepulauan ini termasuk kedalam wilayah spanyol dan merupakan salah satu kominitas otonomi daerah itu.

Burung kenari pertama kali ditemukan oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt di kepulauan tersebut pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris.

Hingga 1495 canary telah jatuh ketangan spanyol dan sejak itu bangsa spanyol menguasai perdagangan kenari. Namun selanjutnya bangsa italia yang mengembangkan kenari dan mengekspornya ke berbagai negara Eropa seperti Jerman, Inggris dan Rusia.

Keanekaragaman burung kenari yang sekarang merupakan perkembangan keturunan kenari liar yang bernama latin Serinus Canaria.

Banyaknya jenis burung kenari ini dipengaruhi kondisi alam atau karena kawin silang yang terjadi sejak lima abad yang lalu. Dalam perkembangannya kenari telah banyak diimpor dan dikembangbiakkan di berbagai negara, termasuk indonesia.

Selain itu burung kenari yang ada saat ini merupakan hasil rekayasa genetik yang dilakukan oleh para penyuka burung kenari selama berabd-abad lamanya. Karena itu saat ini sudah tidak ada burung kenari yang asli dari alam bebas.

Dengan rekayas genetika yang dilakukan oleh para pecinta burung kenari ini, terutama dari negara-negara eropa, burung kenari telah bermutasi, dan telah dihasilkan berbagai macam burung kenari baru.

Contohnya bangsa jerman mengembangkan burung kenari jenis baru yang diberi nama German Hartz Roller canary(harzer Roller). Burung kenari ini juga biasa disebut kenari Harzer karena banyak dikembangbiakkan di pegunungan hartz.

Belgia sebagai negara tetangga jerman juga berhasil mengembangkan burung kenari penyanyi bersuara merdu sebagai jenis yang paling di segani diarena kontes burung kenari penyanyi karena suaranya yang merdu dan memiliki sekitar 17 ragam suara. Burung kenari ini disebut Belgian Waterslager atau malinois, yang terkenal sebagai burung kenari penyanyi yang bersuara merdu.

Selain untuk dinikmati kemerduan kicauannya, burung kenari juga pernah digunakan dalam sistem peringatan dini untuk mendeteksi gas beracun, seperti karbondioksida, didalam penambangan batubabara di

Britania Raya. Namun penggunaan kenari dipertambangan akhirnya dihapuskan dan baru berakhir pada tahun 1986.

Jenis kenari lain yang berhasil di kembangkan di Eropa, diantaranya YorkShire, Border, Lizard, dan Gloster.

Negara-negara di luar eropa yang berhasil menciptakan jenis baru adalah

- Amerika Serikat dengan American Singr Canary

- Iran dengan Persian Canary

- Rusia dengan Russian singer Canary

Sedangkan indonesia termasuk negara penggemar kenari yang belum berhasil menciptakan jenis atau strain kenari khas indonesia.

Di indonesia burung kenari sudah lama dikenal dan penggemarnya sudah banyak mengawinsilangkan kenari yang bersuara merdu. Namun belum berani menampilkan jenis kenari hasil silangan yang menjadi ciri khas indonesia, seperti layaknya iran yang terkenal dengan kenari

Persia-nya.

Dari hasil pengamatan hanya ada beberapa yang mampu menghasilkan jenis baru yang lebih unggul baik dari segi bentuk maupun suaranya.

Inipun jarang sekali untuk dapat mempertahankan sampai keturunan berikutnya. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi keduanya.

Di Indonesia, menghasilkan kenari jenis yang baru hanya sebatas uji coba, tidak seperti yang dilakukan orang eropa yang dapat menghasilkan jenis baru dan mempertahankan jenis baru tersebut sampai keturunan berikutnya.

Sebagian penggemar kenari di indonesia mencoba melakukan kawin silang antara beberapa jenis kenari. namun, hanya sebatas mencari keturunan bersuara bagus atau mudah dididik untuk diisi dengan suara burung lain, hal ini mungkin karena sebai besar pemain kenari indonesia adalah pemain lapangan yang mengutamakan kualitas suaranya.

Cara Ternak

Tips ternak kenari

Dalam beternak kenari ada beberapa factor yang harus diperhatikan yaitu usia kenari, jenis kelamin, sarana penunjang ternak dan ilmu tentang ternak.

Usia Kenari

Usia menjadi factor penentu berhasil atau tidaknya dalam beternak kenari, usia yang terbaik dalam beternak adalah jangan terlalu muda atau jangan terlalu tua. Kenari siap ternak minimal 6 bulan untuk kenari betina dan 8 bulan untuk kenari jantan, tetapi untuk kenari besar seperti Yorkshire dan turunannya sedikit lambat birahi minimal usia 1 tahun.

Jenis kelamin

Anda sebagai peternak harus menguasai ciri-ciri kenari jantan atau betina, dalam menentukan jenis kelamin kenari cukup sulit bagi pemula tetapi bagi hobis senior sangat mudah menentukannya mereka cukup melihat dari postur tubuh kenari walaupun dalam kasus tertentu Kadang-kadang ada kenari yang sangat sulit ditentukan jenis kelaminnya.

Adapun cirinya yaitu :

1. Kenari jantan diusia muda ± umur 1.5 keatas sudah mulai belajar bunyi / ngriwik.

2. Ukuan tubuh / bodi jantan cenderung ramping (memanjang), leher agak panjang, jika betina bodi kelihatan agak bulat.

3. Anus jantan bila dilihat ( dengan cara ditiup agar bulu disekitar tidak menghalangi) menonjol tegak lurus /vertikal, jika betina sebaliknya / horisontal.

4. Jantan dewasa berbunyi nyaring dan nge roll.

Membedakan Jenis Kelamin Kenari (Sexing)

Beberapa peternak burung kenari memiliki pengalaman dalam membedakan jenis kelamin jantan dan betina burung kenari. Berikut cara yang sering dilakukan untuk membedakan jenis kelamin burung kenari :

1. Melihat Fisik

Metode ini dinilai paling praktis karena penentuan jenis kelamin cukup dengan melihat secara fisik. namun metode ini kadang sering menemui kesalahan dan terjadi perbedaan penilaian. Karena itu, metode ini perlu pengalaman yang luas. cara membedakan secara fisik salah satunya dengan melihat dubur atau kelamin burung.

2. Menggunakan Pendulum

Metode ini berprinsip dengan kaidah grafitasi dan magnetik bumi. konsep dasarnya adalah gaya tarik menarik dan tolak menolak.

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan metode ini adalh peniti atau jarum yang digantung pada benang sepanjang 25 cm.

Selain peralatan, terdapat beberapa kondisi yang harus dipenuhi dalam melakukan metode ini, yaitu

- Gerakan pendulum tergantung darim kandungan hormonal burung, semakin dewasa atau sempurna kandungan hormonal, gerakan semkin kuat. karena itu pengujian sebaiknya tidak dilakukan pada burung kenari yang belum dewasa, karena kandungan hormonalnya belum sempurna. Minimumumur burung kenari yang bisa di uji dengan metode ini sekitar 4 bulan. Karena alasan inilah mengapa metode inisangat bagus untuk menentukan kesiapan burung yang akan dilakukan breeding.

- Selama melakukan pengujian dengan metode ini jauhkan benda-benda yang bersifat logam dari lokasi pengujian dengan jarak minimum 8 – 10 m. Benda-benda yang bersifat logam bisa berpengaruh terhadap hasil pengujian.

- pastikan pula selama pengujian, pendulum tidak terkena angin yang bisa mempengaruhi gerakannya.

- Gunakan logam untuk pengetesan, seperti alumunium, tembaga emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink. jarum atau peniti juga bagus untuk digunakan.

Setelah peralatan disiapkan dan kondisi lingkunga disesuaikan, pengujian jenis kelamin bisa dilakukan.

Caranya yaitu :

- Pegang burung kenari yang ingin diketahui jenis kaelaminnya. usahakan tangan tidak bergoyang, agar jarum atau peniti tersebut benar-benar dalam kondisi diam.

- Gantung peniti dekat dahi atau dubur burung sekitar 2 cm jaraknya dari dahi atau dubur burung kenari tersebut.

- Tahan jangan bergerak maka peniti akan bergoyang.

Apabila jarum atau peniti bergerak kekiri kekanan seperti bandul lonceng dan gerakannya tegas, mengindikasikan bahwa burung kenari tersebut berkelamin jantan

Apabila jarum atau peniti tersebut bergerak berputar melingkar, mengindikasukan bahwa burung kenari tersebut berkelamin betina.

Memilih Kenari Indukan

Tujuan utama Beternak burung kenari adalah selain untuk mengembangbiakkan burung kenari, juga untuk memperbaiki kualitas burung kenari itu sendiri. Jadi dalam memilih kenari indukan ini perlu diperhatikan agar mendapatkan keturunan yang lebih baik. Biasanya para peternak kenari ini akan memilih burung kenari yang memiliki bentuk fisik yang tegap dan suara yang merdu.

Akan tetapi kadang-kadang banyak peternak yang kesulitan dalam memilih burung kenari betina yang bagus. Mungkin hal ini disebabkan karena burung kenari betina memang tidak berkicau seperti burung kenari jantan, sehingga sulit mengetahui apakah burung kenari tersebut pembawa gen burung kicauan yang baik atau tidak. Secara genetik terbukti bahwa induk burung kenari betina berpotensi dalam menentukan kualitas kicauan anakannya. tetapi kenyataannya banyak peternak burung kenari hanya memperhatikan kualitas burung kenari jantannya saja untuk mendapatkan anakan yang berkualitas bagus.

Jika anakan burung kenari jantan yang dihasilkan dari perkawinan tersebut ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, seringkali peternak akan mengatakan bahwa kenari betinanya tidak cocok dengan kenari jantan.

Padahal selain pada anakan burung kenari jantan, potensi anakan pada burung kenari betina pun, sebenarnya memiliki potensi yang bagus untuk menghasilkan anakan burung kenari jantan yang bagus di kemudian hari.

Burung kenari betina memiliki kromosom ZW yang berperan penting dalam menentukan jenis kelamin anaknnya.

Kromosom W akan diteruskan oleh anakan burung kenari betina, kromosom Z akan diteruskan oleh anakan burung kenari jantan.

Dengan meneruskan kromosom Z keketurunan yang berjenis kelamin jantan, berarti betina tersebut mewariskan kicauan indah yang berasal dari “ayah” kenari betina ke anakan kenari jantannya tersebut.

Oleh Karena itu jika peternak memilih burung kenari betina, sebaiknya tidak melihat dari kualiatas nyanyian saudaranya, tetapi dari kualitas nyanyian bapaknya.

Sarana Penunjang dalam beternak.

Kadang-kadang kita dalam beternak tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti posisi kandang ternak, lingkungan kandang ternak dan saran penunjangnya. Jika hal-hal tersebut kurang diperhatikan akan mengakibatkan kekesalan di kemudian hari. Contohnya pada saat penempatan kandang ternak kita tidak memperhatikan feng shui (he..he.. maaf becanda) lingkungan di sekitar kandang ternak. Penempatan yang terbaik yaitu sangkar atau kandang ternak menempel ke dinding disamping kiri dan kanan sangkar ditutup. Sangkar ternak di tempatkan di daerah yang bebas dari gangguan serangga atau binatang lainnya seperti tikus, cicak dll.

Untuk menghindari dari serangan serangga seperti semut daerah sekeliling sangkar yang menempek ke tembok di kelilingi dengan kapur bagus (kapur ajaib). Jika kandang ternak besar menggunakan kaki maka kaki-kakinya diolesi oli. Sedangkan pengganggu utama selain semut yaitu tikus, tikus sebetulnya hanya mengambil makanan kenari hanya kalau melihat kenari lengah ya di hajar juga dan kejadian ini

sering sekali dialami oleh hobis. Dengan penempatan sangkar di dinding diharapkan bisa meminimalkan serangan tikus hanya kadang-kadang tikus juga pintar mencari celah untuk itu anda harus hati-hati dalam penempatan kandang yang terbaik sich menggunakan kandang aluminium. Saya punya pengalaman mengenai kandang ternak yang diserang semut …….. beruntung cepat ketahuan sehingga induknya masih tertolong tetapi anaknya sebagian besar mati dan selanjutnya mati semua karena induknya menjadi over protective (mengenai sifat over protective akan saya bahas di waktu yang lain).

Pakan utama burung kenari

Meskipun Burung kenari pada umumnya mudah untuk makan, akan tetapi pakan yang diberikan kepada kenari harus seimbang kandungan gizinya. Pemberian pakan ini berlaku untuk kenari kontes maupun kenari indukan.

Pakan utama yang diberikan merupakan campuran dari berbagai macam biji-bijian. Biji-bijian yang biasa digunakan untuk pakan burung kenari ini diantaranya adalah biji kenari, biji niger, biji sawi, milet putih, otek bangkok, dan biji flax (Iin seed).

Diluarnegeri terdapat biji-bijian yang tidak ada di indonesia, seperti biji gandum, blue seed, dan biji rami (hemp seed). Biji-bijian ini tidak banyak digunakan oleh penggemar burung diindonesia dan sulit ditemui dipasaran karena harganya mahal dan masih bisa diganti kegunaannya dengan biji lainnya.

Untuk mendapatkan hasil yang bagus terhadap burung kenari, setiap penggemar burung kenari mempunyai resep tersendiri dalam meramu pakan biji-bijian tersebut. Namun ada pula penggemar burung kenari yang membeli pakan dalam bentuk siap pakai yang dikemas dalam plastik, kardus atau kaleng.

Tip kebersihan pakan kenari

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah biji-bijian pakan burung kenari adalah kebersihan dan kesegaran biji-bijian tersebut. Pakan biji yang tidak higienis bisa menyebabkan burung kenari menjadi sakit, bahkan mati. Untuk memnghindari hal yang tidak diinginkan tersebut, berikut ini beberapa tip kebersihan pakan kenari, salah satu cara untuk mendeteksi kesegarannya, bisa dengan cara “mencicipinya” sedikit biji-bijian pakan tersebut.

Apabila terasa pahit atau berbau tidak enak, berarti biji-bijian pakan tersebut sudah tidak segar lagi atau terlalu lama disimpan. Ciri biji-bijian pakan kenari yang bagus berbau wangi dan terlihat segar.

Salah satu cara membersihkan biji-bijian pakan burung kenari bisa dengan menggunakan ayakan tepung gandum atau memakai tampah.

Untuk menambah kandungan nutrisi biji-bijian pakan kenari bisa dengan mencampur minyak ikan pada biji-bijian tersebut.

Jenis Sangkar Kenari

Sangkar burung kenari secara umum bisa dibagi menjadi tiga macam, yakni sangkar soliter, sangkar ternak, dan sangkar umbaran.

- Sangkar Soliter

Sangkar soliter digunakan untuk memelihara satu ekor kenari dalam satu sangkar. Biasanya sangkar soliter dipakai untuk sehari-hari, kontes dan latihan bersama.

Selain untuk kenari dewasa, sangkr soliter juga di gunakan untuk anakan kenari yang sedang disapih. Sangkar soliter yang biasa dipakai berukuran 40 X 40 X 70 cm.

bentuk sangkar soliter ada yang berbentuk kotak persegi panjang dan ada pula yang cembung bagian atapnya.

- Sangkar ternak

Sangkar ternak merupakan sangkar yang digunakan selama masa perjodohan sampai masa anakan bisa di sapih.

Saat menernakan kenari harus di pelihara dalam sangakar yang cukup besar dan paling tidak mempunyai dua tangkringan

Disarankan satu tenggeran ditempatkan didekat sarang agar saat belajar mandiri, anakan bisa belajar bertengger disana. Selain sarang, tempat pakan dan minum harus tersedia.

Bentuk sangkar ternak biasanya persegi panjang dengan ukuran sekitar 60 X 40 X 40 cm. hal yang penting kandang tersebut harus muat untuk dua kenari dan anaknya serta bisa dijadikan sarana untuk menjodohkan kenari.

- Sangkar Umbaran

Kenari betina, kenari yang sedang mabung, dan kenari yang sedang dilatih bisa diletakkan dikandang umbaran, terutama bagi anakan yang harus dipelihara sampai bulu mudanya berganti dengan bulu dewasa.

Anakan kenari yang sudah mandiri juga bisa dipelihara dalam sangkar ini.

Sangkar umbaran biasanya berukuran 150 X 50 X 65 cm. Sangkar ini berguna untuk memberikan kesempatan pada kenari agar bergerak bebas sehingga tetap sehat dan bugar.

Diluar negeri kandang ini disebut juga voliere karena biasa digunakan untuk memelihara burung dalam jumlah banyak. Diluar negeri mengalami masa mabung secara bersamaan, yakni pada musim panas. Untuk memudahkan pemeliharaannya, semua kenari tersebut dimasukkan kedalam sangkar umbaran.

Penempatan Sangkar Kenari

Penempatan sangkar kenari termasuk hal penting yang harus diperhatikan oleh pehobi burung kenari, karena penempatan sangkar kenari yang sembarangan akan membuat burung kenari menjadi tidak nyaman.

Penempatan sangkar kenari sebaiknya di tempat yang terang atau mempunyai banyak cahaya akan tetapi tidak panas. Perlu diketahui juga burung kenari tidak terlalu suka tiupan angin langsung yang kuat.

Apabila meletakkan sangkar diluar ruangan, usahakan letakkan di dekatkan dinding untuk menghalangi tiupan angin yang terlalu kencang.

Apabila sangkar kenari diletakkan didalam ruangan, ruangan harus memiliki ventilasi yang cukup tapi tidak terlalu besar yang penting bisa mengalirkan udara dan menjaga suhu ruangan.

Burung kenari termasuk burung yang sensitif terhadap gas dan racun lainnya, sehingga harus berhati2 dalam menggunakan pengharum udara, pewangi, parfum, dan bahan lain yang mudah menguap.

Hal lain yang perlu di perhatiak adalah agar semut tidak masuk kedalam sangkar, karena selain mencemari pakan semut juga bisa mengganggu kesehatan burung kenari. Cara menghindari semut bisa dengan memaparkan kapur anti semut disekitar gantungan sangkar kenari.

Proses penjodohan.

Jika anda sudah mempunyai sepasang kenari dengan usia siap ternak proses selanjutkan yaitu proses penjodohan. Proses penjodohan yaitu kenari jantan dan betina di tempatkan pada sangkar yang berbeda, dan kedua sangkar tersebut ditempatkan saling berdekatan. Dalam hal ini banyak new comer (peternak pemula) yang tidak sabar menjalani proses penjodohan mereka

langsung masukin jantan dan betina kedalam satu kandang.

Dengan adanya proses penjodohan anda akan mengetahui kesiapan kenari tersebut, jika belum jodoh langsung dimasukan ke dalam satu sangkar akibatnya kedua kenari tersebut bisa berantem. Apabila terjadi perkelahian diantara keduanya dan salah satu kenari ada yang kalah maka waktu penjodohan akan lama lagi, terutama jika yang kalah kenari jantan proses penjodohan semakin lama karena anda harus mengkondisikan si jantan agar berani mendekati betinanya. Ada beberapa tip untuk meningkatkan birahi yaitu :

Kenari di beri makanan yang bergizi tinggi seperti telor puyuh, multivitamin dll, Dijemur setiap pagi. Pada saat menjemur dan proses penjodohan sangkar jantan dan betina digandengkan terus menerus, kalau ada jantan lain sekali-kali dipanas-panasin dengan menggunakan jantan lain. Disangkar tempat betina disediakan sangkar berikut isinya. Jangan lupa berdo’a agar kenari yang diternak bisa cepat jodoh dan menghasilkan anak yang berkualitas.

Proses selanjutnya yaitu menyatukan kedua kenari tersebut. Adapun cirri-ciri kenari siap ternak (sudah jodoh) yaitu :

pada saat jantan didekatkan dengan betina sijantan akan mengejar/menabrak sangkar dengan bunyi yang kenceng dan betinanya menggelepar-geleparkan sayapnya tanda minta kawin.Pada saat sore hari atau menjelang tidur kenari betina dan jantan tidur berdekatan.Sewaktu-waktu antara kenari betina dan jantan saling meloloh makanan.

Jika didalam sangkar betina di dikasih sarang beserta isinya, kenari betina akan menyusun atau merapihkan isi sarang, jika isi sarang sudah disusun biasanya betina siap ternak.

Dalam menyatukan kedua kenari tidak ada aturan waktu yang baku anda boleh kapan saja menyatukannya, hanya pengalaman saya waktu yang terbaik yaitu sore hari. Dengan menyatukan sore hari diharapkan pada malam hari keduanya sudah rukun sehingga pagi harinya sudah jodoh. Karena sudah mengalami masa penjodohan maka pada saat penyatuan tidak terlalu riskan berantem tetapi kita harus terus memantau karena takutnya terjadi berantem.

Setelah keduanya rukun coba perhatikan isi sarang kalau isi sarang kotor maka ganti isi sarang tersebut dan sebagian isi sarang simpan di dasar sangkar biasanya isi sarang didasar sangkar akan dipindah ke dalam sarang. Untuk memperhalus sarang kenari betina biasanya suka mencabuti bulu halus jantannya atau bulu halus dari kenari betina, biasanya jika di dalam sarang sudah ada bulu-bulu halus tandanya tidak lama lagi induk betina akan bertelor. Untuk mempercepat proses bertelor dan mengurangi mencabuti bulu halus pengalaman saya kedalam sangkar dimasukkan kapas secukupnya

Perawatan

Mabung atau dikenal juga dengan sebutan ganti bulu merupakan proses yang terjadi secara alami pada semua jenis burung dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan masa umur burung.

Penyebab utama mabung belum diketahuai secara menyeluruh, tetapi menurut beberapa pehobi burung, mabung terjadi karena perpaduan antara usia, lama cahaya matahari menyinari burung tersebut, tingkat hormon, dan aktivitas burung.

Mabung pada kenari umumnya terjadi sekitar selama satu bulan, tergantung karakter burung kenari tersebut.

Tahapan Merawat Kenari

Burung kenari membutuhkan perhatian yang serius dari peternak, mulai sejak menetas hinggga dewasa atau semasa dalam perawatan oleh induknya.

Setelah berumur 25 – 30 hari, anakan burung kenari biasanya sudah bisa makan sendiri dan dipisah dari induknya. karena itu, pada saat anakan sudah bisa makan biji-bijian sebaiknya dipisah ketempat lain agar indukan bisa meneruskan perjodohan.

Namiun apabila anakan burung kenari belum terbiasa makan sendiri, sebaiknya diberikan pakan yang mudah dimakan, seperti telur rebus, tepung roti, sayur atau buah-buahan. jenis sayuran yang bisa diberikan adalah selada air, kangkung dan sawi. Sementara itu, jenis buah-buahan yang diberikan adalah apel, pir dan pepaya.

Selain pakan, pemberian air minum pun harus diperhatikan. Usahakan air minum untuk burung kenari ini selau segar dan bersih. tambahkan pula vitamin, seperti suplemen Gacor dan Vitalur, dua kali seminggu. Gacor diberikan 5 tetes dalam 20ml air minum, sedangkan vitalur diberikan saru tetes dalam 50 ml air minum atau 1 ml dalam 1 liter air minum.

Setelah berumur 1 – 6 bulan atau mulai beranjak remaja, burung kenari bisa ditempatkan didalam sangkar yang lebih besar agar kondisinya lebih baik dan merasa bebas, yakni dikandang umbaran.

hal yang perlu diperhatikan, saat melepaskan burung kenari dikandang umbaran, umur burung kenari dalam kandang tersebut harus sama.

Jika didalam kandang tersebut terdapat burung kenari yang sudah dewasa dan berkicau, kicauannya itu akan sangat mempengaruhi burung kenari remaja. Akhirnya burung kenari remaja tersebut akan menirukan suara yang pertama kali didengarnya.

Namun jika memang ingin mengisi suara burung kenari tersebut bisa juga dimasukkan dalam kandang tersendiri sehingga mudah melakukan pemasterannya.

Setelah berumur 6 atau 7 bulan, diusia ini biasany burung kenari sudah memasuki usia dewasa atau memasuki usia kawin. Biasanya pada usianya ini burung kenari sudah bisa berkicau merdu dan menirukan suara-suara burung lain. pada periode ini pemeliharaan memang tidak terlalu kritis seperti pada masa penyapihan. namun pemeliharaan harus tetap ekstra hati-hati.

Burung kenari yang sudah dewasa sebaiknya ditempatkan disangkar individu agar mendapat perawatan khusus. Burung kenari sebaiknya diperlakukan dengan hati-hati dan jangan sembarang meletakkan dekat dengan burung jenis lain, karena akan menyebabkan suara burung kenari tersebut akan menjadi “bocor” sehingga sulit untuk memaster kembali. Banyak pecinta kenari enggan memaster ulang burung kenari yang sudah bocor suaranya sehingga tidak bisa digunakan untuk kontes lagi. Burung kenari tersebut biasanya hanya digunakan sebagai indukan atau sekedar didengar suaranya.engkok jenis besar mempunyai frekuensi mabung dua tahun sekali.

Tips ternak kenari bagi pemula (lanjutan)

Setelah masa penjodohan berjalan dengan baik dimana induk jantan dan betina sudah terlihat akur kadang-kadang saling meloloh, proses selanjutnya yaitu mengkondisikan agar indukan bisa bertelor dan merawat anak dengan baik. Tidak lama setelah indukan di masukkan kedalam kandang ternak kenari betina akan bertelor, pada saat indukan kenari bertelor harus kita perhatikan beberapa hal diantaranya jika indukan kenari betina baru pertama kali bertelor harus hati-hati dalam penangannya. Jika salah dalam penangan bisa berakibat patal. Kita sebagai peternak jangan terlalu sering menengok sangkar ternak terutama pada saat induk betina sedang mendekam di sarang jangan sekali-kali memaksa melihat telor. Pada saat indukan sedang bertelor jangan lupa menyediakan tulang sotong atau kalsium makanan jangan sampai telat dan gizinya harus mencukupi.

Telor kenari akan menetas 14 hari setelah dierami, dua atau tiga hari menjelang telor menetas indukan harus dibiasakan diberi pakan lunak untuk anak-anak kenari. Makanan lunak ini yaitu biskuit, telor puyuh, taoge dll. Menurut informasi dari internet peternak-peternak luar negeri pada saat indukan meloloh anak suka memberi kecambah (taoge). kecambah sangat bergizi tinggi dan mudah dicerna. Dengan diberi kecambah anak kenari cepat besar dan sehat. Kebiasaan memberikan kecambah pada anak-anak kenari dilanjutkan sampai anak kenari bisa makan sendiri.

Adapun cara membuat kecambah yaitu pakan bijian seperti canary seed, millet putih, biji sawi di masukkan ke mangkuk kemudian dicuci sampai bersih. Setelah pakan dicuci bersih kemudian buang air dari mangkuk, jika air sudah terbuang semua mangkuk yang berisi pakan yang sudah dicuci bersih ditutup dengan kain basah. Diamkan sampai 1 malam periksa pakan apakah biji kenari, millet dan buah sawi sudah menjadi kecambah atau belum, jika belum cuci

bijian tersebut kemudian ditutup kembali dengan kain basah.

Kecambah diberikan sehari 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Untuk pemberian kecambah pada sore hari jangan terlalu banyak cukup habis dimakan 1 atau 2 jam jangan sampai ada kecambah yang tertinggal semalaman karena takutnya malah menjadi bibit penyakit.

Selain diberi kecambah jangan lupa setiap hari diberi telor puyuh secukupnya, kalau telor cukup sehari 1 kali. Telor puyuh sangat bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak kenari, telor puyuh diberikan sampai anak-anak kenari usia 2 bulan. Untuk usia 2 bulan keatas telor puyuh dikurangi, efek pemberian telor puyuh menjadi anak kenari gendut-genduk. Pada usia 3 bulan keatas kenari diharapkan jangan terlalu gendut karena biasanya kalau kegendutan akibatnya malas bunyi.

Anak kenari akan tingal di sarang selama 21 hari, tetapi sebelum usia 21 hari anak-anak sudah bertengger di bibir sarang…..

Kendala-kendala dalam beternak kenari.

Beternak kenari merupakan kegiatan yang terdiri dari beberapa proses yang saling berkaitan, peternak diharapkan sabar dalam menjalani setiap proses yang dilalui. Dalam setiap proses ada beberapa hambatan yang cukup mengganggu, peternak harus bisa memecahkan setiap kendala. Banyak hambatan yang anda hadapi diantaranya :

Induk betina tidak mau bertelor penyebabnya bisa bermacam-macam di antaranya usia masih muda, tempat sarang kurang nyaman bagi induk kenari, ada binatang pengganggu.

Telor tidak menetas penyebabnya terdiri dari beberapa faktor yaitu indukan terlalu muda, birahi kedua indukan tidak bersamaan, indukannya steril, pada saat kawin tidak terjadi pembuahan dll.

Telor menetas tetapi anaknya mati setelah menetas penyebabnya yaitu indukan kurang gizi, ada binatang pengganggu sehingga induknya tidak mau meninggalkan sarang akibatnya anaknya tergencet.

Ada kebiasaan induk mencabuti bulu muda anaknya penyebabnya karena induknya sudah merasakan enaknya bulu muda dari anaknya, untuk menghilangkan kebiasaan ini cukup sulit pendapat saya lebih baik indukan diganti.

Penyakit Jamuran

Penyakit Jamuran pada burung kenari biasanya sering menyerang bagian kaki, sehingga kaki yang terserang penyakit ini akan tampak bersisik seperti pertumbuhan jamur yang berwarna putih.

Oleh karena itu para penggemar burung kenari bias menyebut penyakit ini dengan penyakit jamur atau jamuran. Namun penyebab penyakit ini adalah tungau yang menginfeksi bagian jari.

Penyebab utama penyakit ini adalah keadaan sangkar yang kurang terjaga kebersihannya, khususnya tempat bertenggernya burung kenari

Gejala Penyakit Jamuran

Pada jari-jari kaki burung kenari akan ada pertumbuhan kerak kulit seperti jamur berwarna putih kearah samping.

Apabila berlanjut penakit ini pertumbuhan kerak kulit tersebut semakin tebal dan memanjang sehingga kaki kenari terlihat tebal dan sulit mencengkram tenggeran.

Cara Mengobati Penyakit Jamuran

Untuk mengobati penyakit jamuran pada burung kenari ini, dapat di berikan obat No Kutu. Cara memberikannya yaitu dengan car mengoleskan obat tersebut kejari jemari burung kenari yang terdapat kerak putih tersebut. Cukup dioles satu kali pada sore atau malam hari. Biasanya dalam waktu sepuluh hari setelah pengobatan jamur dijari kaki akan ronto atau hilang.

Berak Kapur

Penyakit berak kapur ini di sebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum. Bakteri ini menyerang saluran pencernaan.

Penyakit berak kapur juga dikenal dengan Salmonellosis atau Pullorum.

Gejala Penyakit Berak Kapur

Burung kenari yang terjangkit penyakit ini bisa diketahui antara lain tanda-tandanya yaitu:

• Kotorannya berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur

• Nafsu makannya menurun

• Mukanya pucat

• Bulunya kusut tidak teratur

• Sayapnya biasanya menggantung

• Kelihatan tidak bergairah

• Pada stadium tertentu kenari sulit membuang kotoran

Pengobatan Penyakit Berak Kapur

Untuk mencegah penularan segera pisahkan dari burung kenari lainnya. Burung kenari yang sudah terkena penyakit ini segera diberi antibiotik Spektra secara intensif 3x sehari yaitu pagi, siang dan sore, masing-masing dua tetes langsung kedalam mulut burung kenari sakit tersebut.

Perlu diperhatikan juga pemakaian antibiotik ini tidak boleh sembaranga karena bisa berakibat fatal.

Cara memberi obat :

Untuk memudahkan memberi obat, yaitu jepit kepala burung kenari oleh ibu jari dan jari telunjuk. lalu obat diteteskan dari samping paruh agar obat bisa mengalir masuk kedalam mulut burung kenari tersebut.

Obat diberikan selama lima hari. untuk mempercepat penyembuhan sebaiknya kenari banyak diberi buah apel.Pemberian pakan berupa telur atau kroto untuk sementara dihentikan.

Pencegahan penyakit berak kapur ini hampir sama dengan pencegahan penyakit kenari secara umum yaitu harus selalu menjaga kebersihan sangkar, makan dan minuman burung kenari.Usahakan sangakar selalu dibersihkan tiap hari dengan disinfektan atau bioseptik.Tempat makan dan minum dibersihkan setiap dua hai sekali.Air minum selalu diganti dengan air matang bersih dan sehat.

Ciri ciri kenari sakit

Burung Kenari biasanya baru kelihatan sakit apabila penyakit yang dideritanya sudah cukup parah.

Padahal untuk melaukan pengobatan pada burung kenari sakit, sebaiknya pada saat sakitnya masih belum parah.

Jadi sebelum burung kenari sakit parah kita harus mengetahui gejala awal burung kenari sakit. Adapun ciri-ciri burung kenari sakit diantaranya :

• Bulu kenari yang sakit biasanya kelihatan kusam (tidak mengkilap) ,kotor.

• Bulu-bulunya terlihat merinding terutama di sekitar kepala dan leher.

• Sorot mata kenari kelihatan sayu tidak bersemngat, bahkan kadang-kadang matanya suka terpejam seperti lagi tidur.

Jadi apabila anda melihat ciri-ciri burung kenari seperti diatas maka usahakan tanggulangi secepatnya dengan memberi obat yang sesuai dengan penyakitnya, Setelah kenari diberi obat langkah selanjutnya yaitu :

- Memberikan ketenangan

Upaya ini biasanya dilakukan dengan cara menjuhkan dan mengerodong sangkar burung kenari sakit tersebut, juga berguna agar tidak terjadi penularan pada kenari yang lain.

- Memberikan kehangatan

Supaya suhu dikandang menjadi hangat biasanya dipasang lampu dengan daya kurang lebih 40 – 50 watt atau bisa disesuaikan dengan daerah anda.

- Memberikan pakan ektra

Burung Kenari yang lagi sakit rata-rata tidak mau makan, untuk meningkatkan napsu makan bisa diberi makanan yang disenangi kenari seperti telor puyuh, biji sawi atau makanan lainnya.

Bahkan pada kasus-kasus tertentu kita harus menyuapi burung kenari agar mau makan, makanan yang diberikan harus yang mudah dicerna biasanya berbentuk bubur.

- Memberikan minuman

Burung Kenari sakit juga jarang mau minum, oleh karena itu kita harus membantu burung kenari sakit tersebut agar mau minum,

Adapun caranya bisa dibantu memberi minum dengan cara meneteskan air ke mulut kenari, ketika meneteskan air ke mulut kenari harus hati-hati jangan sampai masuk ke rongga pernapasan.

Ketika kenari sakit kalau tidak ingin repot bisa memasukkan obat ke dalam air minum kenari.

Sejarah Burung Kenari

Burung kenari (serinus Canaria) merupakan burung asli Kepulauan Canary di samudera atlantik di sebelah barat laut pesisir afrika (maroko dan sahara barat). Kepulauan ini termasuk kedalam wilayah spanyol dan merupakan salah satu kominitas otonomi daerah itu.

Burung kenari pertama kali ditemukan oleh penjelajah perancis, Jean de Bethencourt di kepulauan tersebut pada tahun 1402. Terkesan karena keindahan bulu dan kemerduan suaranya, Jean de Bethencourt dan Henry the navigator membawa burung kenari liar ke Portugal dan Inggris.

Hingga 1495 canary telah jatuh ketangan spanyol dan sejak itu bangsa spanyol menguasai perdagangan kenari. Namun selanjutnya bangsa italia yang mengembangkan kenari dan mengekspornya ke berbagai negara Eropa seperti Jerman, Inggris dan Rusia.

Keanekaragaman burung kenari yang sekarang merupakan perkembangan keturunan kenari liar yang bernama latin Serinus Canaria.

Banyaknya jenis burung kenari ini dipengaruhi kondisi alam atau karena kawin silang yang terjadi sejak lima abad yang lalu. Dalam perkembangannya kenari telah banyak diimpor dan dikembangbiakkan di berbagai negara, termasuk indonesia.

Selain itu burung kenari yang ada saat ini merupakan hasil rekayasa genetik yang dilakukan oleh para penyuka burung kenari selama berabd-abad lamanya. Karena itu saat ini sudah tidak ada burung kenari yang asli dari alam bebas.

Dengan rekayas genetika yang dilakukan oleh para pecinta burung kenari ini, terutama dari negara-negara eropa, burung kenari telah bermutasi, dan telah dihasilkan berbagai macam burung kenari baru.

Contohnya bangsa jerman mengembangkan burung kenari jenis baru yang diberi nama German Hartz Roller canary(harzer Roller). Burung kenari ini juga biasa disebut kenari Harzer karena banyak dikembangbiakkan di pegunungan hartz.

Belgia sebagai negara tetangga jerman juga berhasil mengembangkan burung kenari penyanyi bersuara merdu sebagai jenis yang paling di segani diarena kontes burung kenari penyanyi karena suaranya yang merdu dan memiliki sekitar 17 ragam suara. Burung kenari ini disebut Belgian Waterslager atau malinois, yang terkenal sebagai burung kenari penyanyi yang bersuara merdu.

Selain untuk dinikmati kemerduan kicauannya, burung kenari juga pernah digunakan dalam sistem peringatan dini untuk mendeteksi gas beracun, seperti karbondioksida, didalam penambangan batubabara di

Britania Raya. Namun penggunaan kenari dipertambangan akhirnya dihapuskan dan baru berakhir pada tahun 1986.

Jenis kenari lain yang berhasil di kembangkan di Eropa, diantaranya YorkShire, Border, Lizard, dan Gloster.

Negara-negara di luar eropa yang berhasil menciptakan jenis baru adalah

- Amerika Serikat dengan American Singr Canary

- Iran dengan Persian Canary

- Rusia dengan Russian singer Canary

Sedangkan indonesia termasuk negara penggemar kenari yang belum berhasil menciptakan jenis atau strain kenari khas indonesia.

Di indonesia burung kenari sudah lama dikenal dan penggemarnya sudah banyak mengawinsilangkan kenari yang bersuara merdu. Namun belum berani menampilkan jenis kenari hasil silangan yang menjadi ciri khas indonesia, seperti layaknya iran yang terkenal dengan kenari

Persia-nya.

Dari hasil pengamatan hanya ada beberapa yang mampu menghasilkan jenis baru yang lebih unggul baik dari segi bentuk maupun suaranya.

Inipun jarang sekali untuk dapat mempertahankan sampai keturunan berikutnya. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi keduanya.

Di Indonesia, menghasilkan kenari jenis yang baru hanya sebatas uji coba, tidak seperti yang dilakukan orang eropa yang dapat menghasilkan jenis baru dan mempertahankan jenis baru tersebut sampai keturunan berikutnya.

Sebagian penggemar kenari di indonesia mencoba melakukan kawin silang antara beberapa jenis kenari. namun, hanya sebatas mencari keturunan bersuara bagus atau mudah dididik untuk diisi dengan suara burung lain, hal ini mungkin karena sebai besar pemain kenari indonesia adalah pemain lapangan yang mengutamakan kualitas suaranya.

Cara Ternak

Tips ternak kenari

Dalam beternak kenari ada beberapa factor yang harus diperhatikan yaitu usia kenari, jenis kelamin, sarana penunjang ternak dan ilmu tentang ternak.

Usia Kenari

Usia menjadi factor penentu berhasil atau tidaknya dalam beternak kenari, usia yang terbaik dalam beternak adalah jangan terlalu muda atau jangan terlalu tua. Kenari siap ternak minimal 6 bulan untuk kenari betina dan 8 bulan untuk kenari jantan, tetapi untuk kenari besar seperti Yorkshire dan turunannya sedikit lambat birahi minimal usia 1 tahun.

Jenis kelamin

Anda sebagai peternak harus menguasai ciri-ciri kenari jantan atau betina, dalam menentukan jenis kelamin kenari cukup sulit bagi pemula tetapi bagi hobis senior sangat mudah menentukannya mereka cukup melihat dari postur tubuh kenari walaupun dalam kasus tertentu Kadang-kadang ada kenari yang sangat sulit ditentukan jenis kelaminnya.

Adapun cirinya yaitu :

1. Kenari jantan diusia muda ± umur 1.5 keatas sudah mulai belajar bunyi / ngriwik.

2. Ukuan tubuh / bodi jantan cenderung ramping (memanjang), leher agak panjang, jika betina bodi kelihatan agak bulat.

3. Anus jantan bila dilihat ( dengan cara ditiup agar bulu disekitar tidak menghalangi) menonjol tegak lurus /vertikal, jika betina sebaliknya / horisontal.

4. Jantan dewasa berbunyi nyaring dan nge roll.

Membedakan Jenis Kelamin Kenari (Sexing)

Beberapa peternak burung kenari memiliki pengalaman dalam membedakan jenis kelamin jantan dan betina burung kenari. Berikut cara yang sering dilakukan untuk membedakan jenis kelamin burung kenari :

1. Melihat Fisik

Metode ini dinilai paling praktis karena penentuan jenis kelamin cukup dengan melihat secara fisik. namun metode ini kadang sering menemui kesalahan dan terjadi perbedaan penilaian. Karena itu, metode ini perlu pengalaman yang luas. cara membedakan secara fisik salah satunya dengan melihat dubur atau kelamin burung.

2. Menggunakan Pendulum

Metode ini berprinsip dengan kaidah grafitasi dan magnetik bumi. konsep dasarnya adalah gaya tarik menarik dan tolak menolak.

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan metode ini adalh peniti atau jarum yang digantung pada benang sepanjang 25 cm.

Selain peralatan, terdapat beberapa kondisi yang harus dipenuhi dalam melakukan metode ini, yaitu

- Gerakan pendulum tergantung darim kandungan hormonal burung, semakin dewasa atau sempurna kandungan hormonal, gerakan semkin kuat. karena itu pengujian sebaiknya tidak dilakukan pada burung kenari yang belum dewasa, karena kandungan hormonalnya belum sempurna. Minimumumur burung kenari yang bisa di uji dengan metode ini sekitar 4 bulan. Karena alasan inilah mengapa metode inisangat bagus untuk menentukan kesiapan burung yang akan dilakukan breeding.

- Selama melakukan pengujian dengan metode ini jauhkan benda-benda yang bersifat logam dari lokasi pengujian dengan jarak minimum 8 – 10 m. Benda-benda yang bersifat logam bisa berpengaruh terhadap hasil pengujian.

- pastikan pula selama pengujian, pendulum tidak terkena angin yang bisa mempengaruhi gerakannya.

- Gunakan logam untuk pengetesan, seperti alumunium, tembaga emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink. jarum atau peniti juga bagus untuk digunakan.

Setelah peralatan disiapkan dan kondisi lingkunga disesuaikan, pengujian jenis kelamin bisa dilakukan.

Caranya yaitu :

- Pegang burung kenari yang ingin diketahui jenis kaelaminnya. usahakan tangan tidak bergoyang, agar jarum atau peniti tersebut benar-benar dalam kondisi diam.

- Gantung peniti dekat dahi atau dubur burung sekitar 2 cm jaraknya dari dahi atau dubur burung kenari tersebut.

- Tahan jangan bergerak maka peniti akan bergoyang.

Apabila jarum atau peniti bergerak kekiri kekanan seperti bandul lonceng dan gerakannya tegas, mengindikasikan bahwa burung kenari tersebut berkelamin jantan

Apabila jarum atau peniti tersebut bergerak berputar melingkar, mengindikasukan bahwa burung kenari tersebut berkelamin betina.

Memilih Kenari Indukan

Tujuan utama Beternak burung kenari adalah selain untuk mengembangbiakkan burung kenari, juga untuk memperbaiki kualitas burung kenari itu sendiri. Jadi dalam memilih kenari indukan ini perlu diperhatikan agar mendapatkan keturunan yang lebih baik. Biasanya para peternak kenari ini akan memilih burung kenari yang memiliki bentuk fisik yang tegap dan suara yang merdu.

Akan tetapi kadang-kadang banyak peternak yang kesulitan dalam memilih burung kenari betina yang bagus. Mungkin hal ini disebabkan karena burung kenari betina memang tidak berkicau seperti burung kenari jantan, sehingga sulit mengetahui apakah burung kenari tersebut pembawa gen burung kicauan yang baik atau tidak. Secara genetik terbukti bahwa induk burung kenari betina berpotensi dalam menentukan kualitas kicauan anakannya. tetapi kenyataannya banyak peternak burung kenari hanya memperhatikan kualitas burung kenari jantannya saja untuk mendapatkan anakan yang berkualitas bagus.

Jika anakan burung kenari jantan yang dihasilkan dari perkawinan tersebut ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, seringkali peternak akan mengatakan bahwa kenari betinanya tidak cocok dengan kenari jantan.

Padahal selain pada anakan burung kenari jantan, potensi anakan pada burung kenari betina pun, sebenarnya memiliki potensi yang bagus untuk menghasilkan anakan burung kenari jantan yang bagus di kemudian hari.

Burung kenari betina memiliki kromosom ZW yang berperan penting dalam menentukan jenis kelamin anaknnya.

Kromosom W akan diteruskan oleh anakan burung kenari betina, kromosom Z akan diteruskan oleh anakan burung kenari jantan.

Dengan meneruskan kromosom Z keketurunan yang berjenis kelamin jantan, berarti betina tersebut mewariskan kicauan indah yang berasal dari “ayah” kenari betina ke anakan kenari jantannya tersebut.

Oleh Karena itu jika peternak memilih burung kenari betina, sebaiknya tidak melihat dari kualiatas nyanyian saudaranya, tetapi dari kualitas nyanyian bapaknya.

Sarana Penunjang dalam beternak.

Kadang-kadang kita dalam beternak tidak terlalu memperhatikan hal-hal kecil seperti posisi kandang ternak, lingkungan kandang ternak dan saran penunjangnya. Jika hal-hal tersebut kurang diperhatikan akan mengakibatkan kekesalan di kemudian hari. Contohnya pada saat penempatan kandang ternak kita tidak memperhatikan feng shui (he..he.. maaf becanda) lingkungan di sekitar kandang ternak. Penempatan yang terbaik yaitu sangkar atau kandang ternak menempel ke dinding disamping kiri dan kanan sangkar ditutup. Sangkar ternak di tempatkan di daerah yang bebas dari gangguan serangga atau binatang lainnya seperti tikus, cicak dll.

Untuk menghindari dari serangan serangga seperti semut daerah sekeliling sangkar yang menempek ke tembok di kelilingi dengan kapur bagus (kapur ajaib). Jika kandang ternak besar menggunakan kaki maka kaki-kakinya diolesi oli. Sedangkan pengganggu utama selain semut yaitu tikus, tikus sebetulnya hanya mengambil makanan kenari hanya kalau melihat kenari lengah ya di hajar juga dan kejadian ini

sering sekali dialami oleh hobis. Dengan penempatan sangkar di dinding diharapkan bisa meminimalkan serangan tikus hanya kadang-kadang tikus juga pintar mencari celah untuk itu anda harus hati-hati dalam penempatan kandang yang terbaik sich menggunakan kandang aluminium. Saya punya pengalaman mengenai kandang ternak yang diserang semut …….. beruntung cepat ketahuan sehingga induknya masih tertolong tetapi anaknya sebagian besar mati dan selanjutnya mati semua karena induknya menjadi over protective (mengenai sifat over protective akan saya bahas di waktu yang lain).

Pakan utama burung kenari

Meskipun Burung kenari pada umumnya mudah untuk makan, akan tetapi pakan yang diberikan kepada kenari harus seimbang kandungan gizinya. Pemberian pakan ini berlaku untuk kenari kontes maupun kenari indukan.

Pakan utama yang diberikan merupakan campuran dari berbagai macam biji-bijian. Biji-bijian yang biasa digunakan untuk pakan burung kenari ini diantaranya adalah biji kenari, biji niger, biji sawi, milet putih, otek bangkok, dan biji flax (Iin seed).

Diluarnegeri terdapat biji-bijian yang tidak ada di indonesia, seperti biji gandum, blue seed, dan biji rami (hemp seed). Biji-bijian ini tidak banyak digunakan oleh penggemar burung diindonesia dan sulit ditemui dipasaran karena harganya mahal dan masih bisa diganti kegunaannya dengan biji lainnya.

Untuk mendapatkan hasil yang bagus terhadap burung kenari, setiap penggemar burung kenari mempunyai resep tersendiri dalam meramu pakan biji-bijian tersebut. Namun ada pula penggemar burung kenari yang membeli pakan dalam bentuk siap pakai yang dikemas dalam plastik, kardus atau kaleng.

Tip kebersihan pakan kenari

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah biji-bijian pakan burung kenari adalah kebersihan dan kesegaran biji-bijian tersebut. Pakan biji yang tidak higienis bisa menyebabkan burung kenari menjadi sakit, bahkan mati. Untuk memnghindari hal yang tidak diinginkan tersebut, berikut ini beberapa tip kebersihan pakan kenari, salah satu cara untuk mendeteksi kesegarannya, bisa dengan cara “mencicipinya” sedikit biji-bijian pakan tersebut.

Apabila terasa pahit atau berbau tidak enak, berarti biji-bijian pakan tersebut sudah tidak segar lagi atau terlalu lama disimpan. Ciri biji-bijian pakan kenari yang bagus berbau wangi dan terlihat segar.

Salah satu cara membersihkan biji-bijian pakan burung kenari bisa dengan menggunakan ayakan tepung gandum atau memakai tampah.

Untuk menambah kandungan nutrisi biji-bijian pakan kenari bisa dengan mencampur minyak ikan pada biji-bijian tersebut.

Jenis Sangkar Kenari

Sangkar burung kenari secara umum bisa dibagi menjadi tiga macam, yakni sangkar soliter, sangkar ternak, dan sangkar umbaran.

- Sangkar Soliter

Sangkar soliter digunakan untuk memelihara satu ekor kenari dalam satu sangkar. Biasanya sangkar soliter dipakai untuk sehari-hari, kontes dan latihan bersama.

Selain untuk kenari dewasa, sangkr soliter juga di gunakan untuk anakan kenari yang sedang disapih. Sangkar soliter yang biasa dipakai berukuran 40 X 40 X 70 cm.

bentuk sangkar soliter ada yang berbentuk kotak persegi panjang dan ada pula yang cembung bagian atapnya.

- Sangkar ternak

Sangkar ternak merupakan sangkar yang digunakan selama masa perjodohan sampai masa anakan bisa di sapih.

Saat menernakan kenari harus di pelihara dalam sangakar yang cukup besar dan paling tidak mempunyai dua tangkringan

Disarankan satu tenggeran ditempatkan didekat sarang agar saat belajar mandiri, anakan bisa belajar bertengger disana. Selain sarang, tempat pakan dan minum harus tersedia.

Bentuk sangkar ternak biasanya persegi panjang dengan ukuran sekitar 60 X 40 X 40 cm. hal yang penting kandang tersebut harus muat untuk dua kenari dan anaknya serta bisa dijadikan sarana untuk menjodohkan kenari.

- Sangkar Umbaran

Kenari betina, kenari yang sedang mabung, dan kenari yang sedang dilatih bisa diletakkan dikandang umbaran, terutama bagi anakan yang harus dipelihara sampai bulu mudanya berganti dengan bulu dewasa.

Anakan kenari yang sudah mandiri juga bisa dipelihara dalam sangkar ini.

Sangkar umbaran biasanya berukuran 150 X 50 X 65 cm. Sangkar ini berguna untuk memberikan kesempatan pada kenari agar bergerak bebas sehingga tetap sehat dan bugar.

Diluar negeri kandang ini disebut juga voliere karena biasa digunakan untuk memelihara burung dalam jumlah banyak. Diluar negeri mengalami masa mabung secara bersamaan, yakni pada musim panas. Untuk memudahkan pemeliharaannya, semua kenari tersebut dimasukkan kedalam sangkar umbaran.

Penempatan Sangkar Kenari

Penempatan sangkar kenari termasuk hal penting yang harus diperhatikan oleh pehobi burung kenari, karena penempatan sangkar kenari yang sembarangan akan membuat burung kenari menjadi tidak nyaman.

Penempatan sangkar kenari sebaiknya di tempat yang terang atau mempunyai banyak cahaya akan tetapi tidak panas. Perlu diketahui juga burung kenari tidak terlalu suka tiupan angin langsung yang kuat.

Apabila meletakkan sangkar diluar ruangan, usahakan letakkan di dekatkan dinding untuk menghalangi tiupan angin yang terlalu kencang.

Apabila sangkar kenari diletakkan didalam ruangan, ruangan harus memiliki ventilasi yang cukup tapi tidak terlalu besar yang penting bisa mengalirkan udara dan menjaga suhu ruangan.

Burung kenari termasuk burung yang sensitif terhadap gas dan racun lainnya, sehingga harus berhati2 dalam menggunakan pengharum udara, pewangi, parfum, dan bahan lain yang mudah menguap.

Hal lain yang perlu di perhatiak adalah agar semut tidak masuk kedalam sangkar, karena selain mencemari pakan semut juga bisa mengganggu kesehatan burung kenari. Cara menghindari semut bisa dengan memaparkan kapur anti semut disekitar gantungan sangkar kenari.

Proses penjodohan.

Jika anda sudah mempunyai sepasang kenari dengan usia siap ternak proses selanjutkan yaitu proses penjodohan. Proses penjodohan yaitu kenari jantan dan betina di tempatkan pada sangkar yang berbeda, dan kedua sangkar tersebut ditempatkan saling berdekatan. Dalam hal ini banyak new comer (peternak pemula) yang tidak sabar menjalani proses penjodohan mereka

langsung masukin jantan dan betina kedalam satu kandang.

Dengan adanya proses penjodohan anda akan mengetahui kesiapan kenari tersebut, jika belum jodoh langsung dimasukan ke dalam satu sangkar akibatnya kedua kenari tersebut bisa berantem. Apabila terjadi perkelahian diantara keduanya dan salah satu kenari ada yang kalah maka waktu penjodohan akan lama lagi, terutama jika yang kalah kenari jantan proses penjodohan semakin lama karena anda harus mengkondisikan si jantan agar berani mendekati betinanya. Ada beberapa tip untuk meningkatkan birahi yaitu :

Kenari di beri makanan yang bergizi tinggi seperti telor puyuh, multivitamin dll, Dijemur setiap pagi. Pada saat menjemur dan proses penjodohan sangkar jantan dan betina digandengkan terus menerus, kalau ada jantan lain sekali-kali dipanas-panasin dengan menggunakan jantan lain. Disangkar tempat betina disediakan sangkar berikut isinya. Jangan lupa berdo’a agar kenari yang diternak bisa cepat jodoh dan menghasilkan anak yang berkualitas.

Proses selanjutnya yaitu menyatukan kedua kenari tersebut. Adapun cirri-ciri kenari siap ternak (sudah jodoh) yaitu :

pada saat jantan didekatkan dengan betina sijantan akan mengejar/menabrak sangkar dengan bunyi yang kenceng dan betinanya menggelepar-geleparkan sayapnya tanda minta kawin.Pada saat sore hari atau menjelang tidur kenari betina dan jantan tidur berdekatan.Sewaktu-waktu antara kenari betina dan jantan saling meloloh makanan.

Jika didalam sangkar betina di dikasih sarang beserta isinya, kenari betina akan menyusun atau merapihkan isi sarang, jika isi sarang sudah disusun biasanya betina siap ternak.

Dalam menyatukan kedua kenari tidak ada aturan waktu yang baku anda boleh kapan saja menyatukannya, hanya pengalaman saya waktu yang terbaik yaitu sore hari. Dengan menyatukan sore hari diharapkan pada malam hari keduanya sudah rukun sehingga pagi harinya sudah jodoh. Karena sudah mengalami masa penjodohan maka pada saat penyatuan tidak terlalu riskan berantem tetapi kita harus terus memantau karena takutnya terjadi berantem.

Setelah keduanya rukun coba perhatikan isi sarang kalau isi sarang kotor maka ganti isi sarang tersebut dan sebagian isi sarang simpan di dasar sangkar biasanya isi sarang didasar sangkar akan dipindah ke dalam sarang. Untuk memperhalus sarang kenari betina biasanya suka mencabuti bulu halus jantannya atau bulu halus dari kenari betina, biasanya jika di dalam sarang sudah ada bulu-bulu halus tandanya tidak lama lagi induk betina akan bertelor. Untuk mempercepat proses bertelor dan mengurangi mencabuti bulu halus pengalaman saya kedalam sangkar dimasukkan kapas secukupnya

Perawatan

Mabung atau dikenal juga dengan sebutan ganti bulu merupakan proses yang terjadi secara alami pada semua jenis burung dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan masa umur burung.

Penyebab utama mabung belum diketahuai secara menyeluruh, tetapi menurut beberapa pehobi burung, mabung terjadi karena perpaduan antara usia, lama cahaya matahari menyinari burung tersebut, tingkat hormon, dan aktivitas burung.

Mabung pada kenari umumnya terjadi sekitar selama satu bulan, tergantung karakter burung kenari tersebut.

Tahapan Merawat Kenari

Burung kenari membutuhkan perhatian yang serius dari peternak, mulai sejak menetas hinggga dewasa atau semasa dalam perawatan oleh induknya.

Setelah berumur 25 – 30 hari, anakan burung kenari biasanya sudah bisa makan sendiri dan dipisah dari induknya. karena itu, pada saat anakan sudah bisa makan biji-bijian sebaiknya dipisah ketempat lain agar indukan bisa meneruskan perjodohan.

Namiun apabila anakan burung kenari belum terbiasa makan sendiri, sebaiknya diberikan pakan yang mudah dimakan, seperti telur rebus, tepung roti, sayur atau buah-buahan. jenis sayuran yang bisa diberikan adalah selada air, kangkung dan sawi. Sementara itu, jenis buah-buahan yang diberikan adalah apel, pir dan pepaya.

Selain pakan, pemberian air minum pun harus diperhatikan. Usahakan air minum untuk burung kenari ini selau segar dan bersih. tambahkan pula vitamin, seperti suplemen Gacor dan Vitalur, dua kali seminggu. Gacor diberikan 5 tetes dalam 20ml air minum, sedangkan vitalur diberikan saru tetes dalam 50 ml air minum atau 1 ml dalam 1 liter air minum.

Setelah berumur 1 – 6 bulan atau mulai beranjak remaja, burung kenari bisa ditempatkan didalam sangkar yang lebih besar agar kondisinya lebih baik dan merasa bebas, yakni dikandang umbaran.

hal yang perlu diperhatikan, saat melepaskan burung kenari dikandang umbaran, umur burung kenari dalam kandang tersebut harus sama.

Jika didalam kandang tersebut terdapat burung kenari yang sudah dewasa dan berkicau, kicauannya itu akan sangat mempengaruhi burung kenari remaja. Akhirnya burung kenari remaja tersebut akan menirukan suara yang pertama kali didengarnya.

Namun jika memang ingin mengisi suara burung kenari tersebut bisa juga dimasukkan dalam kandang tersendiri sehingga mudah melakukan pemasterannya.

Setelah berumur 6 atau 7 bulan, diusia ini biasany burung kenari sudah memasuki usia dewasa atau memasuki usia kawin. Biasanya pada usianya ini burung kenari sudah bisa berkicau merdu dan menirukan suara-suara burung lain. pada periode ini pemeliharaan memang tidak terlalu kritis seperti pada masa penyapihan. namun pemeliharaan harus tetap ekstra hati-hati.

Burung kenari yang sudah dewasa sebaiknya ditempatkan disangkar individu agar mendapat perawatan khusus. Burung kenari sebaiknya diperlakukan dengan hati-hati dan jangan sembarang meletakkan dekat dengan burung jenis lain, karena akan menyebabkan suara burung kenari tersebut akan menjadi “bocor” sehingga sulit untuk memaster kembali. Banyak pecinta kenari enggan memaster ulang burung kenari yang sudah bocor suaranya sehingga tidak bisa digunakan untuk kontes lagi. Burung kenari tersebut biasanya hanya digunakan sebagai indukan atau sekedar didengar suaranya.engkok jenis besar mempunyai frekuensi mabung dua tahun sekali.

Tips ternak kenari bagi pemula (lanjutan)

Setelah masa penjodohan berjalan dengan baik dimana induk jantan dan betina sudah terlihat akur kadang-kadang saling meloloh, proses selanjutnya yaitu mengkondisikan agar indukan bisa bertelor dan merawat anak dengan baik. Tidak lama setelah indukan di masukkan kedalam kandang ternak kenari betina akan bertelor, pada saat indukan kenari bertelor harus kita perhatikan beberapa hal diantaranya jika indukan kenari betina baru pertama kali bertelor harus hati-hati dalam penangannya. Jika salah dalam penangan bisa berakibat patal. Kita sebagai peternak jangan terlalu sering menengok sangkar ternak terutama pada saat induk betina sedang mendekam di sarang jangan sekali-kali memaksa melihat telor. Pada saat indukan sedang bertelor jangan lupa menyediakan tulang sotong atau kalsium makanan jangan sampai telat dan gizinya harus mencukupi.

Telor kenari akan menetas 14 hari setelah dierami, dua atau tiga hari menjelang telor menetas indukan harus dibiasakan diberi pakan lunak untuk anak-anak kenari. Makanan lunak ini yaitu biskuit, telor puyuh, taoge dll. Menurut informasi dari internet peternak-peternak luar negeri pada saat indukan meloloh anak suka memberi kecambah (taoge). kecambah sangat bergizi tinggi dan mudah dicerna. Dengan diberi kecambah anak kenari cepat besar dan sehat. Kebiasaan memberikan kecambah pada anak-anak kenari dilanjutkan sampai anak kenari bisa makan sendiri.

Adapun cara membuat kecambah yaitu pakan bijian seperti canary seed, millet putih, biji sawi di masukkan ke mangkuk kemudian dicuci sampai bersih. Setelah pakan dicuci bersih kemudian buang air dari mangkuk, jika air sudah terbuang semua mangkuk yang berisi pakan yang sudah dicuci bersih ditutup dengan kain basah. Diamkan sampai 1 malam periksa pakan apakah biji kenari, millet dan buah sawi sudah menjadi kecambah atau belum, jika belum cuci

bijian tersebut kemudian ditutup kembali dengan kain basah.

Kecambah diberikan sehari 2 kali yaitu pagi dan sore hari. Untuk pemberian kecambah pada sore hari jangan terlalu banyak cukup habis dimakan 1 atau 2 jam jangan sampai ada kecambah yang tertinggal semalaman karena takutnya malah menjadi bibit penyakit.

Selain diberi kecambah jangan lupa setiap hari diberi telor puyuh secukupnya, kalau telor cukup sehari 1 kali. Telor puyuh sangat bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak kenari, telor puyuh diberikan sampai anak-anak kenari usia 2 bulan. Untuk usia 2 bulan keatas telor puyuh dikurangi, efek pemberian telor puyuh menjadi anak kenari gendut-genduk. Pada usia 3 bulan keatas kenari diharapkan jangan terlalu gendut karena biasanya kalau kegendutan akibatnya malas bunyi.

Anak kenari akan tingal di sarang selama 21 hari, tetapi sebelum usia 21 hari anak-anak sudah bertengger di bibir sarang…..

Kendala-kendala dalam beternak kenari.

Beternak kenari merupakan kegiatan yang terdiri dari beberapa proses yang saling berkaitan, peternak diharapkan sabar dalam menjalani setiap proses yang dilalui. Dalam setiap proses ada beberapa hambatan yang cukup mengganggu, peternak harus bisa memecahkan setiap kendala. Banyak hambatan yang anda hadapi diantaranya :

Induk betina tidak mau bertelor penyebabnya bisa bermacam-macam di antaranya usia masih muda, tempat sarang kurang nyaman bagi induk kenari, ada binatang pengganggu.

Telor tidak menetas penyebabnya terdiri dari beberapa faktor yaitu indukan terlalu muda, birahi kedua indukan tidak bersamaan, indukannya steril, pada saat kawin tidak terjadi pembuahan dll.

Telor menetas tetapi anaknya mati setelah menetas penyebabnya yaitu indukan kurang gizi, ada binatang pengganggu sehingga induknya tidak mau meninggalkan sarang akibatnya anaknya tergencet.

Ada kebiasaan induk mencabuti bulu muda anaknya penyebabnya karena induknya sudah merasakan enaknya bulu muda dari anaknya, untuk menghilangkan kebiasaan ini cukup sulit pendapat saya lebih baik indukan diganti.

Penyakit Jamuran

Penyakit Jamuran pada burung kenari biasanya sering menyerang bagian kaki, sehingga kaki yang terserang penyakit ini akan tampak bersisik seperti pertumbuhan jamur yang berwarna putih.

Oleh karena itu para penggemar burung kenari bias menyebut penyakit ini dengan penyakit jamur atau jamuran. Namun penyebab penyakit ini adalah tungau yang menginfeksi bagian jari.

Penyebab utama penyakit ini adalah keadaan sangkar yang kurang terjaga kebersihannya, khususnya tempat bertenggernya burung kenari

Gejala Penyakit Jamuran

Pada jari-jari kaki burung kenari akan ada pertumbuhan kerak kulit seperti jamur berwarna putih kearah samping.

Apabila berlanjut penakit ini pertumbuhan kerak kulit tersebut semakin tebal dan memanjang sehingga kaki kenari terlihat tebal dan sulit mencengkram tenggeran.

Cara Mengobati Penyakit Jamuran

Untuk mengobati penyakit jamuran pada burung kenari ini, dapat di berikan obat No Kutu. Cara memberikannya yaitu dengan car mengoleskan obat tersebut kejari jemari burung kenari yang terdapat kerak putih tersebut. Cukup dioles satu kali pada sore atau malam hari. Biasanya dalam waktu sepuluh hari setelah pengobatan jamur dijari kaki akan ronto atau hilang.

Berak Kapur

Penyakit berak kapur ini di sebabkan oleh bakteri Salmonella Pullorum. Bakteri ini menyerang saluran pencernaan.

Penyakit berak kapur juga dikenal dengan Salmonellosis atau Pullorum.

Gejala Penyakit Berak Kapur

Burung kenari yang terjangkit penyakit ini bisa diketahui antara lain tanda-tandanya yaitu:

• Kotorannya berbentuk cair dan berwarna putih seperti kapur

• Nafsu makannya menurun

• Mukanya pucat

• Bulunya kusut tidak teratur

• Sayapnya biasanya menggantung

• Kelihatan tidak bergairah

• Pada stadium tertentu kenari sulit membuang kotoran

Pengobatan Penyakit Berak Kapur

Untuk mencegah penularan segera pisahkan dari burung kenari lainnya. Burung kenari yang sudah terkena penyakit ini segera diberi antibiotik Spektra secara intensif 3x sehari yaitu pagi, siang dan sore, masing-masing dua tetes langsung kedalam mulut burung kenari sakit tersebut.

Perlu diperhatikan juga pemakaian antibiotik ini tidak boleh sembaranga karena bisa berakibat fatal.

Cara memberi obat :

Untuk memudahkan memberi obat, yaitu jepit kepala burung kenari oleh ibu jari dan jari telunjuk. lalu obat diteteskan dari samping paruh agar obat bisa mengalir masuk kedalam mulut burung kenari tersebut.

Obat diberikan selama lima hari. untuk mempercepat penyembuhan sebaiknya kenari banyak diberi buah apel.Pemberian pakan berupa telur atau kroto untuk sementara dihentikan.

Pencegahan penyakit berak kapur ini hampir sama dengan pencegahan penyakit kenari secara umum yaitu harus selalu menjaga kebersihan sangkar, makan dan minuman burung kenari.Usahakan sangakar selalu dibersihkan tiap hari dengan disinfektan atau bioseptik.Tempat makan dan minum dibersihkan setiap dua hai sekali.Air minum selalu diganti dengan air matang bersih dan sehat.

Ciri ciri kenari sakit

Burung Kenari biasanya baru kelihatan sakit apabila penyakit yang dideritanya sudah cukup parah.

Padahal untuk melaukan pengobatan pada burung kenari sakit, sebaiknya pada saat sakitnya masih belum parah.

Jadi sebelum burung kenari sakit parah kita harus mengetahui gejala awal burung kenari sakit. Adapun ciri-ciri burung kenari sakit diantaranya :

• Bulu kenari yang sakit biasanya kelihatan kusam (tidak mengkilap) ,kotor.

• Bulu-bulunya terlihat merinding terutama di sekitar kepala dan leher.

• Sorot mata kenari kelihatan sayu tidak bersemngat, bahkan kadang-kadang matanya suka terpejam seperti lagi tidur.

Jadi apabila anda melihat ciri-ciri burung kenari seperti diatas maka usahakan tanggulangi secepatnya dengan memberi obat yang sesuai dengan penyakitnya, Setelah kenari diberi obat langkah selanjutnya yaitu :

- Memberikan ketenangan

Upaya ini biasanya dilakukan dengan cara menjuhkan dan mengerodong sangkar burung kenari sakit tersebut, juga berguna agar tidak terjadi penularan pada kenari yang lain.

- Memberikan kehangatan

Supaya suhu dikandang menjadi hangat biasanya dipasang lampu dengan daya kurang lebih 40 – 50 watt atau bisa disesuaikan dengan daerah anda.

- Memberikan pakan ektra

Burung Kenari yang lagi sakit rata-rata tidak mau makan, untuk meningkatkan napsu makan bisa diberi makanan yang disenangi kenari seperti telor puyuh, biji sawi atau makanan lainnya.

Bahkan pada kasus-kasus tertentu kita harus menyuapi burung kenari agar mau makan, makanan yang diberikan harus yang mudah dicerna biasanya berbentuk bubur.

- Memberikan minuman

Burung Kenari sakit juga jarang mau minum, oleh karena itu kita harus membantu burung kenari sakit tersebut agar mau minum,

Adapun caranya bisa dibantu memberi minum dengan cara meneteskan air ke mulut kenari, ketika meneteskan air ke mulut kenari harus hati-hati jangan sampai masuk ke rongga pernapasan.

Ketika kenari sakit kalau tidak ingin repot bisa memasukkan obat ke dalam air minum kenari.

BUDIDAYA PENGGEMUKAN DOMBA POTONG

PROSPEK USAHA

Usaha penggemukan domba merupakan usaha peternakan yang penerapannya cukup sederhana namun menjanjikan. Modal yang dibutuhkan tidak begitu besar setiap orang dapat melakukan usaha ini, perputaran modal kerja pun relatif cepat. Permintaan terhadap domba di dalam negeri cukup tinggi baik itu untuk konsumsi maupun untuk keperluan Aqikah dan akan menjadi sangat tinggi menjelang hari raya haji. Permintaan di luar negeri pun terus meningkat terutama untuk Negara-negara di Asia, Eropa dan Amerika.

Usaha penggemukan domba biasanya dilakukan di pedesaan, karena pakan utama dari domba adalah rumput, daun-daunan (hijauan) dan limbah pertanian yang umumnya terdapat di pedesaan.  Namun  seiring dengan perkembangan teknologi di bidang pakan ternak seperti complete feed sebuah teknologi pengembangan peternakan domba dan kambing tanpa rumput yang ditemukan oleh Ir. Didik Eko Wahyono yang juga merupakan pengurus DPD HPDKI propinsi Jawa Timur, dengan menggunakan complete feed ternak domba dan kambing tidak perlu diberi hijauan lagi. Ditemukan teknologi ini tidak menutup kemungkinan usaha penggemukan domba dapat dikembangkan di kota.

PROPIL PENGUSAHA

Menggemukkan Domba Dengan “Tawakkal” Usaha penggemukan domba milik H Bunyamin selalu diminati konsumen. Kuncinya, domba harus berpenampilan sehat dan bersih.
Desa Cimande, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini tidak saja dikenal sebagai tempat dukun patah tulang dan perguruan silat, tapi juga sentra peternakan domba. Predikat sebagai daerah peternakan domba itu muncul setelah Haji Bunyamin mendirikan “Tawakkal Farm”, sebuah usaha penggemukan domba sejak 1993.
Begitu memasuki mulut desa Cimande, setiap pengunjung atau tamu dengan mudah mencari sang peternak, karena nama Haji Bunyamin sudah begitu dikenal oleh tukang ojek yang mangkal di sana. Peternakan yang dirintis oleh Haji Bunyamin mulai dari usaha kecil-jecilan itu, kini telah berkembang cukup pesat. Di sana sekarang terdapat 1.200 ekor domba, yang ditempatkan dalam lima kandang kayu. Semua kandang terawat bersih, bahkan tidak tercium bau domba.

Bunyamin biasa menerima para tamu di sebuah kamar sekaligus tempatnya bekerja, yang berada persis di depan kandang domba. Para tamu yang berkunjung ke sana datang dari berbagai kalangan. Mahasiswa jurusan peternakan Universitas Padjajaran dan Institut Pertanian Bogor (IPB) misalnya, sering kali menjadikan peternakan Bunyamin ini sebagai tempat magang. Begitu pula para karyawan yang memasuki masa pensiun, seperti karyawan Bank Indonesia dan BRI, sengaja datang untuk mempelajari cara beternak domba sebagai persiapan usaha bila masa pensiun tiba.

“Tapi saya sendiri tidak punya ilmunya. Saya hanya tukang angon,“ kata Bunyamin merendah. Domba-domba hasil penggemukan Bunyamin memang sudah dikenal, bukan saja di Bogor tapi hingga ke wilayah Tangerang dan Jakarta. Biasanya domba-domba itu masuk ke restoran untuk sop atau sate, dan juga untuk kurban pada hari raya Idul Adha.

Untuk restoran di kawasan Ciawi hingga Puncak saja, terdapat 32 rumah makan yang menyediakan sop dan sate kambing. Menurut survei yang dilakukan Haji Kadir, seorang pemilik rumah makan khusus menyediakan sop dan sate di Cisarua, untuk kebutuhan seluruh rumah makan di kawasan itu dibutuhkan 560 ekor domba setiap hari atau 560 ekor dalam seminggu. Rumah makan milik Haji Kadir saja membutuhkan delapan ekor domba per hari, dan kalau malam minggu bisa sampai 14 ekor.

“Untuk memebuhi kebutuhan rumah makan dari pasar Ciawi sampai Puncak saja saya tidak sanggup. Kesanggupan saya paling hanya dua hari dalam seminggu,”aku Bunyamin. Harga per kilo domba Rp 17.500. Namun, memasuki bulan haji bisa melonjak sampai Rp 25 ribu per kilo. Di tingkat peternak, domba memang dihitung kiloan.

Meski sudah 14 tahun menggeluti usaha penggemukan domba, Bunyamin merasa masih belum pantas disebut sebagai peternak domba yang sukses. Baginya, peternak yang sukses salah satu persayaratannya harus sudah punya lahan sendiri, tempat menanam rumput sebagai makanan utama domba.

Untuk saat ini guna memenuhi kebutuhan pakan domba-dombanya, Bunyamin masih harus mencari rumput ke kawasan lain di sekitar Cimande. Tapi, saat musim kemarau lokasi tempat pengambilan rumput semakin jauh, sehingga harus menambah beban transportasi. Setidaknya, dalam sehari, 120 karung rumput harus disediakan untuk semua dombanya, yang diberi makan sebanyak dua kali, pagi dan sore.

Tidak heran bila domba-domba milik Bunyamin tampak sehat. Bulu-bulu dombanya tidak dibiarkan tumbuh tak terawat. Ketika domba dari warga yang dibelinya masuk ke peternakan, harus dicukur biar bersih. Kukunya dipotong secara berkala. Obat cacing juga rutin diberikan untuk membersihkan isi perutnya. Sebab, menurut pensiunan pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor ini, hampir semua kambing yang dipelihara warga pasti terkena penyakit cacing.

Domba yang sehat dan terawat adalah daya tarik tersendiri bagi konsumen. “Mereka akan merasa puas dengan domba seperti ini, “ kata lelaki kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 2 Mei 1956 ini. Apalagi bila melihat domba Garut atau sering disebut domba tangkas yang khusus untuk domba adu. Harga bibitnya saja bisa mencapai Rp 3 juta. Di peternakan milik Bunyamin, harga domba Garut ditentukan oleh “tongkrongannya”. Artinya, kalau penampilannya bagus dan bersih harga seekor domba Garut bisa mencapai Rp 15 juta.

Keberhasilan Bunyamin menggeluti usaha penggemukan domba, bermula dari hobi memelihara domba. Ketika itu pada 1990, Bunyamin memelihara enam ekor domba di belakang rumahnya. Ketika lebaran haji tiba, dia memotong tiga ekor dan menjual tiga ekor lainnya. Rupanya, penjualan tiga ekor ini memberi keuntungan lumayan, sehingga terpikir olehnya untuk meneruskan usaha jual beli domba.

Akhirnya, pada 1993, Bunyamin mendirikan Tawakkal Farm. Untuk tempat pemeliharaannya Bunyamin membeli lahan secara mencicil, tak jauh dari rumahnya yang kini dijadikan kandang sekaligus tempat tinggal 20 orang karyawannya.

Namun di tengah keberhasilan itu, Bunyamin sebenarnya memiliki trauma dalam usaha peternakan. Kisahnya terjadi antara tahun 1982 hingga1987, ayah seorang putera membuka usaha ayam potong. Jumlah ayam potongnya saat itu mencapai 110 ribu ekor. Hingga 1985 usahanya itu terbilang sukses, sehingga Bunyamin berhasil membeli dua truk dan sebuah kendaraan pick-up untuk keperluan angkutan ternak dan lainnya.

Tapi, tatkala memasuki 1986, harga pakan ayam mulai naik, sementara harga jual ayam potong di pasar setiap kali panen justeru anjlok. Akibatnya, biaya produksi tidak tertutupi oleh penghasilan. Pada saat yang sama dia juga harus bersaing dengan pengusaha ayam potong kelas konglomerat yang memiliki peralatan dan modal kuat. “Akhirnya saya bangkrut,” cerita Bunyamin mengenai masa lalunya itu. Dua buah truk dan seluruh angkutan, serta semua peralatan peternakan ludes dijual.Bunyamin menyebut kejatuhan atau kebangkrutan itu dengan sebutan “dipatok ayam”.

Masih beruntung saat itu Bunyamin tidak punya utang. Sementara ada kawan-kawannya sesama peternak ayam potong lebih tragis lagi. Menurut cerita Bunyamin, ada peternak ayam potong mati mendadak karena kaget, dan ada pula yang harus menjual rumah tinggalnya, dan pindah ke gubuk yang sebelumnya digunakan untuk beternak ayam.

Pengalaman menyakitkan itu membuat Bunyamin makin awas dalam memilih jenis ternak untuk usaha. Dia pun kemudian memilih usaha penggemukan domba. Karena, dia yakin, domba akan memberinya keberuntungan. “Sebab harganya stabil,” katanya optimistis. Mudah-mudahan.
http://tanimerdeka.com

TIPS KEBERHASILAN USAHA

  1. Berikut adalah beberapa saran dalam usaha penggemukan domba
  • Umur domba belum berumur satu tahun
    • Pada usia itu pertumbuhan domba sedang mencapai fase pertumbuhan cepat, dimana pakan akan dikonversikan menjadi daging.
    • Pada usia lebih dari satu tahun, pakan akan mulai dikonversikan menjadi lemak, yang tidak diharapkan oleh peternak.
    • Domba yang digemukkan adalah domba jantan.

Domba jantan mempunyai pertambahan bobot badan yang lebih tinggi daripada domba betina karena hormon testosteron yang dimilikinya.

  • Kandang yang digunakan kandang dengan tipe panggung karena kotoran lebih mudah dibersihkan.
    • Kotoran tidak boleh menumpuk di bawah kandang karena kandungan amonia dapat menggangu pernapasan domba dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru.
    • Domba yang terserang penyakit paru-paru bobot badannya tidak dapat naik, bahkan cenderung menurun dan dapat menyebabkan kematian.
    • Kotoran yang terkumpul tidak perlu dibuang karena dapat diolah lebih lanjut.

Pengolahan kotoran dapat dilakukan dengan dua cara:

  • sistem terbuka: kotoran dibiarkan sekitar tiga bulan dalam lubang penampung yang tersedia . Cara ini cukup murah dan mudah. Kotoran yang telah tertimbun dapat langsung digunakan sebagai pupuk organik
  • sistem  tertutup. kotoran ditimbun dalam suatu lubang yang diberi atap dan terhindar dari genangan air.

Pupuk organik ini apabila dijual dapat menjadi penghasilan tambahan bagi peternak tersebut.

  • Pakan yang diberikan berupa konsentrat dan rumput.
    • Konsentrat merupakan makanan yang mengandung serat kasar rendah tetapi kandungan zat-zat makanan yang dapat dicerna sebagai sumber utama zat makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein tinggi. Apabila konsentrat untuk domba sulit didapatkan, maka dapat diganti dengan konsentrat untuk sapi. Namun apabila konsentrat untuk sapi masih sulit didapatkan, peternak dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar, semisal dengan menggunakan ampas tahu.
    • Rumput yang digunakan dapat berupa rumput lapang maupun rumput gajah. Namun apabila menggunakan rumput gajah, rumput perlu dipotong kecil-kecil agar domba lebih mudah dalam mengonsumsi.

Pemberian pakan sebaiknya secara teratur yaitu pagi, siang, dan sore. Pemberian pakan secara sekaligus dapat menyebabkan domba kurang nafsu makan, dan pakan juga lebih mudah busuk. Selain diberi makan, domba juga perlu minum. Pemberian air minum tidak perlu dibatasi atau ad libitum.

  • Domba hasil penggemukan dapat dijual kepada:
    • rumah jagal
    • pembeli perorangan
    • rumah-rumah makan
    • pedagang pengumpul.

Apabila domba digemukkan beberapa bulan menjelang hari raya kurban, keuntungan yang didapatkan akan semakin besar sebab saat hari raya kurban permintaan domba melonjak sehingga harga domba tinggi.

FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

Faktor-faktor kritis yang harus diperhatikan dalam usaha pengemukan domba diantaranya adalah:

Pencarian bibit yang berkualitas

Kesalahan dalam memilih bibit domba akan mengganggu proses penggemukan bahkan akan terjadi kegagalan usaha. oleh karena itu perlu perhatian dan kehati-hatian dalam memperoleh bibit domba (bakalan) yang berkualitas

Penyediaan pakan (baik konsentrat, maupun hijauan)

Pakan dalam usaha penggemukan domba merupakan hal yang paling pokok, untuk itu ketersedian pakan baik konsentrat, maupun hijauan (daun-daunan) harus benar-benar diperhatikan

Pengelolaan yang tidak fokus (tidak sekedar sambilan)

Usaha penggemukan domba memerlukan perhatian yang serius, jika usaha ini hanya sekedar sambilan kemungkinan besar usaha ini akan menghadapi kegagalan

Pengadministrasian proses penggemukan

Usaha penggemukan biaya berkisar antara 2 – 6 bulan, lemahnya pengadministrasian untuk menjual domba dan membeli bibit dapat merugikan usaha ini.

TEKNIS MELAKUKAN USAHA

Usaha penggemukan domba dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
Untuk memperoleh hasil yang diharapkan pemilihan domba bakalan (bibit) perlu dilakukan dengan selektif.

1. Pemilihan Domba bakalan (bibit)    

  1. Bibit domba baru berusia pasca sapih (6-8 bulan) atau kurang dari satu tahun.          Domba yang umurnya 12 bulan atau sedang tanggal gigi, biasanya mengaIami masa stress dan bobotnya juga turun, sehingga menggangu proses penggemukan.
    Ciri-ciri domba yang usianya kurang dari 1 tahun yaitu: giginya masih rapat dan belum tanggal, dan berat rata-ratanya 20 kg.
  2. Bibit harus domba jantan       – Domba jantan pertumbuhannya lebih cepat dari pada yang betina.       – Domba jantan yang akan dijadikan bibit harus yang tidak bertanduk dan sifatnya tenang, karena         domba yang bertanduk mempunyai naluri berkelahi yang tinggi dan pertumbuhannya cenderung lebih lambat. Pada akhir masa penggemukan, berat domba bertanduk bisa berbeda 1-2 kg lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak bertanduk: Kerugian lain, domba bertanduk sering merusak kandang.
  3.  Bibit domba sehat dan tidak cacat

Domba yang sehat dan tidak cacat memiliki ciri

ü  penampilan fisik yang baik

ü  bulunya tampak seperti basah (kelimis)

ü  kakinya tegak dan besar

ü  moncongnya tumpul.

2. Kandang    

Kandang yang digunakan dapat menggunakan system panggung dan sistem lantai, namun system panggung dapat memberikan keuntung lebih yaitu kotoran domba tidak perlu dibersihkan, karena langsung jatuh ke dalam penampungan yang diletakan di bawah kandang. Kotoran ini dapat menjadi penghasilan tambahan setelah menjadi pupuk (tidom).

a)      Panjang kandang dibuat 1m, lebar 60 cm dan tinggi 60 cm. Satu lokasi ( satu atap) terdiri dari 2 baris       kandang yang tidak saling berhadapan tiap barisnya. Satu kandang dihuni satu domba.

b)      Untuk menambah napsu makan domba, setiap wadah pakan sebaiknya digunakan untuk 2 domba.       Wadah pakan itu diletakan disisi luar dan tidak saling berhadapan dengan barisan kandang lainnya.       Wadah pakan itu bisa dibuat dari bambu atau bahan lain.

c)      Atap kandang dibuat dari alang-alang atau rumbia dengan kemiringan 45°. Penggunaan atap       rumbia lebih baik dibandingkan dengan atap seng atau asbes karena pada siang hari kandang       tidak terlalu panas dan pada malam harinya menjadi hangat. Penggunaan atap seng sering     . menyebabkan domba stress, karena kalau siang terlalu panas dan kalau malam terlalu dingin

3        PEMBERIAN PAKAN

a)      Pemberian pakan harus diatur sedemikian rupa sehingga domba tidak kelaparan atau kekenyangan. Pengaturan pakan domba dapat dilakukan sesuai dengan tahap-tahap berikut:     Minggu pertama, yaitu pada saat domba datang beri konsentrat 1/5-2 ons per hari/ekor domba       tambahkan 7 ons ampas tahu dan 3 kg rumput sampai, berikan pada waktu-waktu berikut:       – Jam 05.00 beri makan ampas tahu dan konsentrat       – Jam 09.30 beri makan rumput       – Jam 15.00 beri makan rumput kembali dalam kadar/jumlah yang sama       – Beri air minum setiapkali domba habis makan rumput       Pada fase ini, 2-3 hari domba akan terlihat kurang napsu makan, namun hal itu dikarenakan domba belum terbiasa, hari berikutnya pakan yng diberikan akan dimakan sampai habis.

b)      Minggu kedua, tambah dosis konsentrat menjadi 2/5-3 ons. Pakan dan waktu pemberiannya tetap

c)      Minggu ketiga, tambah dosis konsentrat menjadi 4 ons. Pakan dan waktu pemberiannya tetap

d)     Minggu berikutnya sampai masa penggemukkan berakhir (panen), tambah dosis konsentrat       menjadi 5 ons. Pakan dan waktu pemberiannya tetap.

4     MENJAGA KESEHATAN

a)      Sejak awal kedatangan domba perlu dijaga kesehatannya dengan melakukan pemeliharaan yang baik, pemeliharaan domba agar terjaga kesehatannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:     Menghindarkan lingkungan dari hal-hal yang dapat menyebabkan domba stress

b)      Lakukan pengobatan pencegahan pada saat bibit baru datang sebelum dimasukkan kedalam kandang

c)       Cukur bulu domba yang baru datang agar bibit penyakit, kutu, dan parasit lain bisa segera       terbasmi. Dengan pencukuran ini, hasil dari penggemukanpun langsung terlihat mahal

d)      Mandikan domba setelah dicukur, sampai semua kotoran yang melekat hilang

e)      Berikan suntikan antibiotik dan obat cacing

f)       Terakhir, berikan obat anti stress untuk mencegah stress

5         PERIODE (WAKTU) PEMELIHARAAN

Penggemukan domba biasa dilakukan pada domba selesai sapih (pasca sapih) atau pada saat usia domba kurang dari satu tahun maka penggemukan yang efektif adalah selama 45 hari.  Jika penggemukan dilakukan sampai masa tanggal gigi maka hal ini justru akan menurunkan bobot badan domba.  Oleh karena diperlukan perhitungan yang teliti sebelum melakukan pembelian bibit.
Hal pertama yang harus menjadi pertimbangan adalah kapan masa panen akan dilakukan? Misalnya menjelang hari raya idul kurban, maka pembelian bibit dilakukan 45 hari sebelum perayaan idul kurban tersebut.

ANALISA USAHA

Asumsi Usaha penggemukan domba

  • penggemukan per unit kandang berisi 20 ekor
  • masa penggemukan 60 hari (1 periode)
  • berat awal rata-rata 20 kg/ekor
  • berat akhir pemeliharaan rata-rata 35 kg/ekor dengan prosentase karkas 45% harga karkas (disembelih) Rp. 40.000,-,
  • harga jual hasil penggemukan Rp. 500.000,-/ekor
  • harga bibit/bakalan Rp. 250.000/ekor
  • umur ekonomis kandang dan peralatan selama 20 periode
  • harga kotoran (pupuk) bernilai Rp. 300.000/ periode pemeliharaan

1. BIAYA

Uraian

Jumlah

A. Biaya Investasi

1

Kandang

Rp. 4.500.000

2

Peralatan

Rp. 1.000.000

3

Sewa Lahan

Rp. 1.500.000

Total Investasi

Rp. 7.000.000

B. Biaya Tetap

1

Penyusutan kandang (Rp.4.500.000/20)

Rp.    225.000

2

Penyusutan Peralatan (Rp.1.000.000/20)

Rp.    50.000

Total Biaya Tetap

Rp. 275.000

C. Biaya Variabel

1

Biaya bibit/bakalan (30 ekor x Rp.225.000)

Rp.  6.750.000

2

Hijauan pakan ternak (60 hari x 30 ekor x 4kg x Rp.100)

Rp.     720.000

3

Pakan konsentrat (60 hari x 30ekor x 0,250kg x Rp. 700.000)

Rp.  1575000000

4

Obat-obatan (30 ekor x Rp.5.000,-)

Rp.     150.000

5

Upah Tenaga Kerja (1 orang x Rp. 1.500.000)

Rp.  1.500.000

6

Listrik

Rp.     200.000

7

Air

Rp.     300.000

8

Transport

Rp.     500.000

Total Biaya Variabel

Rp.11.870.000

D. Biaya Total (biaya tetap + biaya variable)

Rp.12.145.000

E. Modal Usaha (biaya investasi + biaya total)

Rp.19.145.000

2. PENERIMAAN

No

Uraian

Jumlah

1 30 ekor x Rp. 500.000

Rp. 15.000.000

2 Kotoran (pupuk)

Rp.      300.000

Total

Rp. 15.300.000

3. ANALISA LABA-RUGI
Keuntungan = Hasil Penerimaan-Biaya Total (15.300.000-12a.145.000) = Rp. 3.155.000

4. KEUNTUNGAN BILA DIJUAL DALAM BENTUK KARKAS
– Tambahan biaya pemotongan (30 ekor x Rp. 25.000,-)           =Rp.       750.000
– Penerimaan:
a. nilai karkas (30 ekor x 0,45 x 35kg x Rp.40.000)                  = Rp. 18.900.000
b. kulit dan jeroan (30 ekor x Rp. 100.000)                              = Rp.   3.000.000
c. nilai kotoran (pupuk)                                                             = Rp.      300.000

Total                                                                                Rp. 22.200.000
Keuntungan Rp.22.200.000-Rp.750.000-Rp.12.145.000    = Rp.    9.305.000

CERITA Sukses Peternak Bebek

Cerita Sukses Peternak Bebek Yang Berawal Dari Sekedar Iseng!!!

Anda ingin sukses terjun di bisnis peternakan bebek? Sukses yang direngkuh Dewa Gede Putra Darmada ini mungkin bisa menjadi salah satu inspirasi Anda. Semua orang pun sepertinya bisa melakukan karena modal sangat minim dan bisa mengantarkan anda menjadi peternak bebek yang sukses.
Adalah Dewa Gede Putra Darmada, pemuda kelahiran Gianyar, Bali 21 September 1984 yang memulai usaha berternak bebek (Bali) sejak tahun 2009 dan kini sudah berhasil menangguk sukses. Dewo panggilan akrab Dewa Gede, mengatakan, untuk sukses dibisnis ini tidak lah susah, yang penting kata dia seorang peternak harus senang lebih dahulu dengan bebek sehingga punya rasa memiliki terhadap bebek.Sesuai dengan nama bendera usahanya Dewa Duwe Duck yang berarti Dewa Punya Bebek, Dewo berhasil menjadi penyuplai bebek potong di wilayah Gianyar Bali dan
sekitarnya. Bisnis usahanya hanya dimulai dari modal Rp 50.000 saja.

“Sejak awal saya memang senang dengan bebek, saya selalu senang melihat bebek,”kata Dewo kepada detikFinance beberapa waktu lalu.Dewo yang memang punya keluarga usaha pemotong hewan, awalnya cuma iseng-iseng membeli 10 ekor bebek anakan seharga Rp 30.000, lalu ia juga membeli konsentrat seharga Rp 20.000 untuk pakannya.

Walhasil tak disangka, bebek peliharaannya tumbuh kembang dengan cepat, dalam tempo 2 bulan ia berhasil memanen hasil jerih payahnya seharga Rp 500.000.Semenjak itu lah, ia semakin bersemangat memutar uangnya, yang akhirnya membawanya menjadi penyuplai 1200 ekor bebek per bulan di wilayah Bali dengan omset puluhan juta per bulan.

“Margin dibisnis bebek itu sekali panen bisa berlipat-lipat,” kata Dewo yang merupakan salah satu peserta wirausaha Mandiri itu.

Ia kini sudah memiliki 4 buah kandang dengan masing-masing ukuran 4×6 meter, dimana setiap kandang bisa menampung 500 ekor bebek. Setiap dua minggu sekali ia mendatangkan bibit dari Badung Bali, sehingga panen bebek ia bisa lakukan setiap seminggu sekali.

Untuk urusan kandang, Dewo punya tips bagi yang mau memulai usaha bebek, yaitu usahan disiapkan kolam kecil di areal kandang untuk keperluan bebek mandi setiap harinya.

Hal ini penting agar kondisi bebek bisa terus bersih dan tak berbau. Mengenai bau, Dewo juga punya tips jitu agar kandang bebeknya tak mengganggu tetangga sebelah.

Syaratnya setiap pemberian pakan pagi dan sore, ia mencampurkan daun pepaya secukup agar kotoran bebek tak berbau. Daun pepaya juga berkhasiat membuat daging bebek akan lebih empuk jika dimasak, meskipun ia mengingatkan porsinya diberikan secukupnya karena daun pepaya memiliki rasa pahit yang tinggi.
Mengenai pakan bebek, selama ini ia hanya mengandalkan pakan bebek dari sisa makanan nasi restoran disekitarnya yang ia dapatkan cuma-cuma. Selain itu, yang terpenting harus ada campuran sayur yang bisa diperoleh dari sisa-sisa di pasar plus dicampur gedebong (pelepah) pisang yang dicacak yang sudah direbus.

“Berdasarkan pengalaman saya, bebek itu unggas yang tahan penyakit, dikasih makan apa saja mau. Tingkat kematiannya pun jauh dibawah 10%,” katanya.
Untuk tetap menjaga kesehatan bebek terhadap penyakit yang sering menimpa bebek seperti flu, Dewo juga punya tips ampuh untuk mengobati bebek dari flu yaitu dengan memberikan campuran daun mengkudu dalam adonan pakan bebek.
“Berdasarkan hitungan saya biaya produksi untuk satu ekor bebek hingga panen termasuk karyawan hanya Rp 14.000,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan berternak bebek begitu menggiurkan, khususnya di Bali banyak masyarakat yang masih berternak bebek hanya sambilan yang hanya dijual ke pengumpul. Sementara konsep yang ia kembangkan adalah berternak bebek secara total dengan tidak melepas bebek namun dikandangkan dalam jumlah besar sehingga tingkat pertumbuhannya sangat cepat.
“Kalau saya langsung pasarkan ke konsumen seperti restoran, pecel lele, rumah makan, pendeta dan lain-lain,” ujar Dewo.
Bahkan kata Dewo, jika dibandingkan berternak ayam, dari sisi harga, harga bebek cenderung tidak pernah turun dengan harga jual yang cukup bagus. Saat ini ia menjual bebeknya bervariatif, misalnya bebek dibawah 1 Kg dengan usia satu bulan khusus untuk pecel lele dijual Rp 25.000-30.000 per ekor, umur 2 bulan dijual Rp 35.000, hingga paling besar dijual Rp 60.000 per ekor untuk usia 3 bulan
keatas.

“Terus terang saja, saya sekarang kewalahan meladeni permintaan, di wilayah Ubud saja permintaan pasar 1000 ekor per hari. Saya baru bisa suplai 100,”kata pemuda lulusan S-1 Peternakan Kampus Marwa Dewa ini.

Lewat keuletan dan keseriusannya ini, ia kini menikmati bisnisnya yang terus berkembang. Setidaknya ia sudah mandiri membangun kandang senilai Rp 14 juta di pekarangan rumahnya, bahkan Dewo sudah memiliki kendaraan mobil pick up sendiri untuk menopang kegiatan usahanya.
Intinya kata dia berbisnis ternak tidak lah susah, jika ada kemauan pasti bisa sukses. Untuk urusan modal, ia telah membuktikan bahwa memulai bisnis tak melulu merogoh kocek tebal.

“Dengan pakan sampah, kita menghasilkan produksi yang tinggi. Berternak tak selamanya pakai dana besar,” tutur pengusaha muda usaha Mandiri yang memiliki 6 karyawan ini.

Potensi pasar bebek menurutnya tidak hanya di Bali saja, dibanyak daerah termasuk di Jawa peluang ini selalu ada. Permintaan terhadap bebek khususnya untuk sajian restoran terus meningkat.

Khusus untuk di Bali, bebek selain digunakan untuk pangan di restoran, bebek sering dipakai untuk pengganti angsa sebagai keperluan ibadah para pendeta Hindu. Terutama bebek putih, yang melambangkan kesucian terkait dengan Dewa Brahma.

BUDIDAYA TERNAK JANGKRIK

BUDIDAYA TERNAK JANGKRIK
( Gryllus mitratus Burm )

1. SEJARAH SINGKAT
Dewasa ini pada masa krisis ekonomi di Indonesia, budidaya jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) sangat gencar, begitu juga dengan seminar-seminar yang diadakan dibanyak kota. Kegiatan ini banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.Penyebaran jangkrik di Indonesia adalah merata, namun untuk kota-kota besar yang banyak penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung  untuk mengkonsumsi jangkrik yang berasal dari alam, lama kelamaan dengan berkurangnya jangkrik yang ditangkap dari alam maka mulailah dicoba untuk membudidayakan jangkrik alam dengan diternakkan secara intensif dan usaha ini banyak dilakukan dikota-kota dipulau jawa.

2. SENTRA PERIKANAN
Telah diutarakan didepan bahwa untuk sementara ini, sentra peternakan jangkrik adalah dikota-kota besar dipulau jawa karena kebutuhan dari jangkrik sangat banyak. Sedangkan diluar pulau jawa sementara ini masih banyak didapatkan dari alam, sehingga belum banyak peternakan-peternakan jangkrik.

3. JENIS
Ada lebih dari 100 jenis jangkrik yang terdapat di Indonesia. Jenis yang banyak dibudidayakan pada saat ini adalah Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus,untuk pakan ikan dan burung. Kedua jenis ini dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, dimana Gryllus Mitratus wipositor-nya lebih pendek disamping itu Gryllus Mitratus mempunyai garis putih pada pinggir sayap punggung, serta penampilannya yang tenang.

4. MANFAAT
Jangkrik segar yang sudah diketahui baik untuk pakan burung berkicau seperti poksay, kacer dan hwambie serta untuk pakan ikan, baik juga untuk pertumbuhan udang dan lele dalam bentuk tepung.

5. PERSYARATAN LOKASI
1) Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2) Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3) Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Menurut Farry, 1999, ternak jangkrik merupakan jenis usaha yang jika tidak direncanakan dengan matang, akan sangat merugikan usaha. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan usaha ternak jangkrik, yaitu penyusunan jadwal kegiatan, menentukan struktur organisasi, menentukan spesifikasi pekerjaan, menetapkan fasilitas fisik, merencanakan metoda pendekatan pasar, menyiapkan anggaran, mencari sumber dana dan melaksanakan usaha ternak jangkrik.
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Sebaiknya dihindarkan dari lalu lalang orang lewat terlebih lagi untuk kandang peneluran. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang. Menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak, bentuk kandang biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm.
Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.
6.2. Pembibitan
1) Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas,karena lebih agresif.
Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
a. Indukan:
– sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
– kedua kaki belakangnya masih lengkap.
– bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
– badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
– pilihlah induk yang besar.
– dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
b. Induk jantan:
– selalu mengeluarkan suara mengerik.
– permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
– tidak mempunyai ovipositor di ekor.
– Induk betina:
– tidak mengerik.
– permukaan punggung atau sayap halus.
– ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.

2) Perawatan Bibit dan Calon Induk
Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu,semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong,sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.
3) Sistem Pemuliabiakan
Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada
yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan caracaesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.
4) Reproduksi dan Perkawinan
Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuanramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.
Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak meratamatangnya (daya tetas).
5) Proses kelahiran
Sebelum penetasan telur sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

6.3. Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.
2) Pengontrolan Penyakit
Untuk pembesaran jangkrikn dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
3) Perawatan Ternak
Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).
4) Pemberian Pakan
Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas.Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain :sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.

5) Pemeliharaan Kandang
Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1.Penyakit, Hama dan Penyebabnya
Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.
7.2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit
Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.
7.3. Pemberian Vaksinasi dan Obat
Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

8. PANEN
8.1. Hasil Utama
Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.
8.2. Penangkapan
Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan.Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.

9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
9.1.Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya telur jangkrik sebanyak 10 kotak untuk 1 periode
pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi
a. Biaya Tidak Tetap
– Indukan
– Induk Jantan 1.000 ekor @ Rp.700,- Rp . 700.000,-
– Induk Betina 5.000 ekor @ Rp. 500,- Rp. 2.500.000,-
– Makanan dan Vitamin
– Sayuran Rp. 100.000,-
– Konsentrat 10 kg @ Rp.5.000,- Rp. 50.000,-
– Vitamin 10 btl @ Rp. 5.000,- Rp. 50.000,-
– Tenaga Kerja 60 HOK @ Rp. 10.000,- Rp. 600.000,-
b. Biaya Tetap
– Bunga modal Investasi 20 %/ th Rp. 118.916,67
– Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th Rp. 133.333,33
– Penyusutan kotak Rp. 38.583,33
– Penyusutan alat Rp. 7.875,-
– Pemeliharaan kotak + alat 5 %/ th Rp. 2.322,92
– Sewa Lokasi Rp. 250.000,-
– Listrik Rp. 50.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 4.601.031,25,-
2) Pendapatan 830 sdm @ Rp. 10.000,- Rp. 8.300.000,-
3) Keuntungan Rp. 3.698.968,75
4) Parameter kelayakan usaha
– B/C ratio = 1,8

Berikut ini adalah analisis usaha pembesaran jangkrik sebanyak 100 kotakuntuk 1 periode pada tahun 1999.

1) Biaya Produksi
a. Biaya Tidak Tetap
– Telur 100 sdk @ Rp.10.000,- Rp. 1.000.000,-
– Makanan dan Vitamin
– Sayuran Rp. 300.000,-
– Konsentrat50 kg @ Rp. 5.000,- Rp. 250.000,-
– Vitamin50 btl @ Rp. 5.000,- Rp. 250.000,-
– Tenaga Kerja300 HOK @ Rp.10.000,- Rp. 3.000.000,-
b. Biaya Tetap
– Bunga modal Investasi 20 %/ th Rp. 360.800,-
– Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th Rp. 240.000,-
– Penyusutan kotak Rp. 455.625,-
– Penyusutan alat + bahan Rp. 71.375,-
– Pemeliharaan kotak 5 %/ th Rp. 52.700,-
– Sewa Lokasi Rp. 375.000,-
– Listrik Rp. 50.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 6.404.700,-
2) Penghasilan 830 sdm @ Rp. 10.000,- Rp.12.000.000,-
3) Keuntungan Rp. 5.595.300,-
4) Parameter kelayakan usaha
– B/C ratio = 1,87

9.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Penggunaan pestisida yang selama ini didapati pada lahan-lahan pertanian merupakan salah satu penyebab berkurangnya populasi jangkrik, demikian juga penangkapan jangkrik dialam yang dilakukan selama ini membuat penurunan drastis jumlah populasinya.
Dengan alasan-alasan tersebut dan naiknya permintaan jangkrik, maka peternak tidak membiarkan begitu saja kesempatan untuk memperoleh
keuntungan dengan membudidayakan jangkrik dengan intensif karena dengan waktu yang relatif singkat untuk memelihara jangkrik sudah mendapat keuntungan yang berlipat ganda. Dengan semakin banyaknya peternak-peternak jangkrik ini, permintaan untuk telur jangkrik semakin besar juga, jadi banyak peternak yang hanya memproduksi telur jangkrik karena resikonya lebih kecil dan lebih cepat lagi mendapatkan laba untuk sekitar 25-30 hari, dibandingkan proses pembesaran sampai dengan 3 bulan.

 

BUDIDAYA TERNAK AYAM KAMPUNG

USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG

PROSPEK USAHA

Ternak ayam kampung itu paling mudah dilakukan, selain itu harga jual ayam kampung stabil, dan si ayam lebih resisten dari penyakit ketimbang ayam ras/broiler.   Lahan yang dibutuhkan untuk kandang 100 ekor ayam, idealnya sekitar 500 persegi, meskipun pada kenyataannya bisa dilakukan di lahan yang lebih sempit.

Ayam kampung memiliki konsumen yang fanatik, sehingga dilihat dari serapan pasar, kecenderungannya selalu kekurangan, sehingga potensi pasarnya sangat terbuka luas.  Hal lain yang membuat ayam kampung selalu dicari, ialah bahwa rasa dari ayam kampung sangat berbeda dengan ayam ras.

Dengan demikian usaha ayam kampung ini menjanjikan penghasilan yang lumayan dan tentunya dapat membantu dalam memberikan kesempatan kerja bagi tenaga kerja yang direkrut.

TIPS KEBERHASILAN USAHA

  1. Buatlah kandang yang terpisah dari rumah, buatlah alas kandang kira-kira 40 cm dari tanah, agar tetap kering dan mudah membersihkan kotoran.
  2. Kandang diarahkan ke timur, dan dinding depan dibuat dari bambu belah dengan jarak kira-kira 3 cm, agar cahaya matahari pagi dapat masuk ke kandang.
  3. Tempat bertelur, buatlah dari kotak yang alasnya diberi jerami. Sediakan tempat untuk bertengger dari kayu atau bambu.
  4. Cari benih yang berkualitas
    • Untuk bibit yang dari telur, pilihlah telur yang bulat jangan lonjong.
    • Bila bibit dari ayam pilihlah yang gemuk dan sehat, cari yang gerakannya lincah dan bulunya mengkilat.
    • Banyak telur yang dierami induk maksimal 12 butir.
    • Telur ayam akan menetas 21 hari.
  5. Lakukan pemberian pakan dengan baik dan teratur
    • Untuk anak ayam umur 0-2 bulan, berilah makan dari bekatul dan tepung ikan, tambahkan vitamin A, D, dan B komplek sebanyak 1% dari makanan.
    • Makanan dan minuman letakkan diluar kandang yang dapat dijangkau oleh ayam.
    • Untuk anak ayam umur 3 bulan ke atas, makanan dapat berupa : jagung, padi (gabah) yang dicampur dengan antibiotik: vegofac, vitafak atau dapat pula ditambah hijauan antara lain: daun pepaya, kangkung, bayam dipotong-potong, tepung kerang, bekicot atau siput dicacah.
  1. Penanggulangan Penyakit
    • Pemberian makanan dan minuman sebaiknya dicampur dengan air panas, sehingga perut ayam hangat, tidak mudah terkena penyakit.
    • Usahakan kandang dalam keadaan kering dan bersih.
    • Berilah minum yang dicampur obat, seminggu sekali.
    • Bila ada ayam yang sakit, cepat dipisahkan agar tidak menular.

FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

Dalam budidaya ayam kampung perlu diperhatikan faktor-faktor kritis yang dapat menghambat keberhasilan usaha.  Faktor-faktor tersebut antara lain :

    • Kesulitan memperoleh bibit
    • Resiko kematian mencapai 10%-20% pada bulan-bulan awal ternak
    • Penyakit dan hama
    • Terjadinya penurunan kualitas yang diakibatkan kekeliruan dalam proses produksi.
  1. TEKNIS MELAKUKAN USAHA
Kesiapan teknis untu ternak ayam kampung ini antara lain :
1. Siapkan bibit sekitar 150 ekor
2. Buatkan kandang, tempat makan-minum dan dipasang lampu dengan daya 60 watt sebanyak 2 unit agar sebaran panasnya merata.  Hal ini juga menghindari terjadinya penumpukan di suatu titik
tertentu, yang dapat menyebabkan anak ayam mati, akibat terinjak oleh anak ayam yang lain
3. Pada hari pertama beri vaksin ND, yang dicampurkan dengan air minumnya, dua minggu
kemudian diberi vaksin Gumboro B.
4. Ukuran kandang panjang 8 meter lebar 2,5 meter dan tinggi 3 meter. Ukuran pagar keliling, panjang
18 meter, lebar 10 meter dan tinggi 2,7 meter.
5. Kandang tersebut digunakan untuk memelihara 155 ekor ayam muda yang terdiri dari 150 ekor ayam
betina dan 5 ekor ayam jantan dengan umur rata-rata 4 bulan. Ayam-ayam tersebut dibeli dengan Rp 9.000,00/ekor. Porsi pakan 100 gr /ekor/hari, pada bulan ke dua dan ke tiga porsi pakan di naikkan masing-masing sebesar 20%dan 25%.
6. Dalam produksi ayam kampung ini yang perlu di ketahui adalah :
- Fertilitas =96%
- Daya tetas =90 %
- Kematian = 3%
- Umur Penetasan 21 hari
- Pemberian vaksin dilakukan sebanyak 4 kali selama pemeliharaan.
7. Bersihkan kandang setiap pagi dan sore
8. Berilah air minum pada ayam memakai air yang di rebus ( agar tidak pilek ).
9. Tambahkan campuran parutan kunyit, temu ireng dan temu lawak (maing- masing 2 siung ) setiap 2
hari sekali atau salah satu dari jamu di atas secara rutin

Peluang usaha ternak ayam kampung memiliki nilai tersendiri di tengah gencarnya ternak ayam pedaging (ayam ras). Ayam kampung disukai orang karena dagingnya yang kenyal dan “berisi”, tidak lembek dan tidak berlemak sebagaimana ayam ras. Berbagai masakan Indonesia banyak yang tetap menggunakan ayam kampung karena dagingnya tahan pengolahan (tidak hancur dalam pengolahan). Selain itu daging ayam kampung memiliki keunggulan dibandingkan daging ayam broiler, karena kandungan nutrisi yang lebih tinggi . Bagian Daging dada ayam ini termasuk makanan utama atlet binaraga. Dagingnya mengandung 19 jenis protein dan asam amino yang tinggi

Sekilas Tentang Ayam Kampung

Ayam kampung adalah sebutan di Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan komersial tersebut.Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun pedaging. Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana halnya bangsa unggas dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya.Nama ilmiah untuk ayam kampung adalah Gallus domesticus. Aktifitas penternakan ayam kampung telah ada sejak jaman dahulu

Tips Beternak Ayam kampung

Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem ekstensif  ke sistem semi intensif atau intensif memang tidak mudah, apalagi cara beternak sistem tradisional (ekstensif) sudah mendarah daging di masyarakat kita. Akan tetapi kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai tentu akan menjadi faktor pendorong tersendiri untuk mencoba beternak dengan sistem intensif. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha beternak ayam kampung, maka perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut :

1. Bibit

Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut : dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

2. Pakan

Kita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai berikut :

  • 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu
  • 19 gram/per hari sampai umur 2 minggu
  • 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu
  • 47 gram/per hari sampai umur 4 minggu
  • 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu
  • 66 gram/per hari sampai umur 6 minggu
  • 72 gram/per hari sampai umur 7 minggu
  • 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.

3. Perkandangan

Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.

Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam.

Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal ± 15 cm. Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.

Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam broiler.

4. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :

  • Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
  • Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
  • Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan dengan ketat

Model pemeliharaan ternak ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.

5. Pengendalian Penyakit

Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :

  1. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya
  2. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
  3. Melakukan vaksinasi secara teratur
  4. Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
  5. Manajemen pemeliharaan yang baik
  6. Kontrol terhadap binatang lain

Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam kampung :

a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada

b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu, lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

c. Penyakit cacing ayam (worm disease)
Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik, penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin, sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

d. Berak kapur (Pullorum)
Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn  atau lainnya

e. Berak darah (Coccidiosis)
Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

6. Pasca Panen dan Pemasaran

Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil, sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional, warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 – Rp 22.000/ekor di tingkat peternak.

7. Pengelolaan Produksi

Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan peluang bisnis perlu pengaturan dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen, karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

ANALISA USAHA

Analisis biaya dan pendapatan dapat dilihat dalam rincian sebagai berikut :
1). Input
a). Biaya Investasi
– Pembuatan kandang tahun 1 = Rp.35.000,00
– Pembuatan kandang dan Box tahun 11 =Rp.40.000,00
– Pembuatan pagar keliling =Rp.125.000,00
Total biaya investasi =Rp.200.000,00 (1)

b). Biaya Operasi
– Pembelian 155 ekor ayam=155xRp900,00 =Rp.139.500,00
– Pembelian untuk 155 ekor ayam=13.578xRp120,00 =Rp.1.29.360,00
– Pembelian pakan untuk 189 DOC sampai umur 3 bulan =1.154,64xRp.120,00 = Rp.138.556,80
– Pembelian pakan untuk 183 ekor ayam=Rp.10.266,3×120,00 = Rp.1.231.956,00 +
Total pembelian pakan =Rp.2.999.872,80

- Biaya vaksin dan obat cacing untuk ayam muda dan dewasa =Rp.3.000 ,00
– Biaya vaksin dan obat cacing/DOC =Rp.1.000 ,00
Total biaya operasi =Rp.139.500,00 + Rp.2.999.872,80 + Rp 4000,00 =Rp.3.143.372,80

c). Penyusutan dan Perbaikan
– Penyusutan kandang 1 tahun =Rp.2.500,00
– Penyusutan pagar 1 tahun =Rp.3.000.00
– Perbaikan kandang 1 tahun =Rp. 4.000,00
– Perbaikan kandang 1 tahun =Rp. 5000,00
Total =Rp. 14.50000

2).Output
– Penjualan telur selama pemeliharaan= 49.300xRp850,00=Rp 41 905.000,00
– Penjualan ayam afkir @Rp40.000,00 =Rp 6.200.000,00
– Penjualan dari telur yang dikomsumsi =3060×500=Rp 1.530.000,00
Total Rp 49.635.000,00

3). Keuntungan Yang Diperoleh
Rp 49.635.000,00 – Rp25.034.099.00 = 24.600.001,00
Rp 24.600.001,00 : 20bln = Rp 1.230.000,00 /bln

Ternak Ayam Kampung Super Mendulang Emas

Ayam kampung super menjadi peluang usaha baru yang sangat menggiurkan, karena permintaan daging ayam kampung meningkat dengan signifikan. Kenyataannya budidaya ternak ayam kampung menemui kendala utama yaitu pertumbuhan yang cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan ayam ras pedaging yang mampu panen dalam waktu 40 hari. Dengan adanya teknologi baru, kini hadir ayam kampung super atau ayam jawa super, ternak ayam kampung super secara nyata lebih menjanjikan karena dalam masa pemeliharaan panen membutuhkan waktu 55-60 hari saja.

Masa panen yang cepat pada ayam kampung super memberikan keuntungan yang cukup menggiurkan diantaranya tingkat kematian yang realatif rendah, penghematan biaya pemeliharaan dan pakan. Ayam kampung super merupakan hasil persilangan terbaru yang melibatkan teknologi pemuliabiakan ternak sehingga didapatkan pertumbuhan yang cepat dan memiliki karakteristik daging dan bentuk ayam kampung.

Nilai harga jual ayam kampung lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler, harga berkisar antara 19rb-23rb menurut riset pasar selama tahun 2010-2011. Penentu harga ayam kampung tetap mengikuti kaidah hukum ekonomi yaitu keadaan pasar, penawaran dan permintaan.

Cara pemeliharaan ayam kampung relatif mudah dan simpel, kandang yang dibutuhkan tidaklah harus dibuat dengan biaya tinggi. Prinsipnya yaitu kandang kering, alas tidak basah dan lembab,sirkulasi cukup dan usahakan kandang dengan tipe postal/lantai semen. Cocok untuk usaha sampingan yang memiliki pekerjaan utama yang lain, pemberian pakan pagi dan sore disesuaikan sesuai kebutuhan. Vitamin, obat-obatan, dan vaksinasi juga perlu untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan mencegah penyakit.

Analisis usaha Ternak Ayam Kampung Super

Berikut analisis bisnis ternak ayam kampung super per 100 ekor, rekomendasi pemeliharaan min 200-300 ekor karena tenaga yang digunakan untuk memelihara 100 dan 300 ekor tidak jauh berbeda,jadi alangkah lebih baik langsung 300 ekor agar untung juga bisa lebih terasa.

A. Pengeluaran

No Keterangan Harga Satuan Jumlah Unit Jumlah
1 Pembelian bibit Ayam Kampung super Rp. 4.200 300 ekor Rp. 1.260.000
2 Pakan 0 – 60 hari Rp. 255.000 11 Sak Rp. 2.805.000
3 Vitamin dan Vaksinasi Rp. 100.000 Rp. 150.000
Jumlah Rp 4.215.000,-

B. Pemasukan

Angka kematian standar berkisar antara 5-10%, ambil saja 20 ekor mengalami kematian, maka pada saat panen jumlahnya 280 ekor dengan berat rata-rata 0,8 – 1 kg.

Harga ayam terendah adalah Rp 18.000,-/kg (biasanya karena dampak permintaan turun, tahun 2011 terjadi di bulan januari-maret). Fluktuasi harga antara Rp 18.000,- s.d Rp. 23.000,- per kilogram (kg).

No Keterangan Harga Jumlah Kiloan Jumlah
1 Penjualan Ayam Rp 21.000/kg 0.95kg x 280 = 266 kg 5.558.000
Jumlah Rp 5.558.000,-
Keuntungan = Pemasukan – Pengeluaran
= Rp 5.558.000 – Rp.4.215.000
= Rp  1.371.000,

Data yang kami berikan berdasarkan harga pasar terbaru dan terupdate bulan ini (Mei 2011) di kota Yogyakarta, di tempat lain disesuaikan.

Kenaikan harga pakan yang cukup drastis akibat gagalnya panen jagung di sumber penghasil jagung dunia antara lain brazil dan india akibat buruknya cuaca selama kuartal pertama 2011, sehingga kami menyarankan penggunaan pakan campuran sendiri (self mixing) sehingga harga pakan bisa ditekan sampai dengan 20% per sak nya (50kg). Pakan campuran sendiri isi dibuat hamper sama dengan buatan pabrik namun bahan baku/raw material kita dapatkan sendiri, penggunaan pakan ini disarankan pada fase finisher(akhir) sampe panen tiba, karena pada fase ini jumlah pakan yang dihabiskan cukup banyak dalam pemeliharaan ayam kampung super

Ayam buras atau ayam kampong merupakan ternak unggas yang paling banyak dipelihara dipedesaan . Keberadaan ayam buras sebagai penghasil telor dan daging serta pendapatan keluarga,memiliki fungsi strategis dalam pemenuhan pangan dan gizi masyarakat petani.
Memelihara ayam buras sebenarnya tidak terlalu sulit , sebab tidak memerlukan teknologi rumit. Untuk mengembangbiakan ayam buras hanya membutuhkan ketekunan dan kesungguhan dalam memelihara yaitu dengan penerapan Pasca usaha Peternakan yaitu pakan , pengendalian penyakit dan tatalaksana serta pengolahan /perkembangbiakan. Ayam buras memiliki peluang tinggi, sangat mudah dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi.

Oleh karena itu,ayam harus dikelola dengan prinsip usaha tani yang baik dan memberikan keuntungan yang sangat memadai bagi petani ternak.
1.Pemilihan Bibit Ayam Buras
Bibit ayam buras yang baik menentukan percepatan
perkembangabiakan dan keuntungan usaha tani ayam
buras.
a. Pemilikan anak ayam(doc) calon bibit
– Tidak cacat kaki,paruh normal,mata jernih,terang dan
bulat
– Pergerakan lincah dan sehat , kaki kuat serta berdiri tegak
– Buluh halus dan mengkilat

b. Tanda Betina yang baik
– Kepala halus,mata jernih,terang,paruh pendek dan kuat.
– Jengger dan pial halus serta tidak keriput
– Badan cukup besar dan perut luas
– Jarak tulang dada dengan tulang belakang + 4 jari orang
dewasa.

c. Tanda Pejantan yang Baik
– Badan kuat dan agak panjang
– Sayap kuat dengan buluh-buluh teratur rapi.
– Paruh bersih, mata jernih
– kaki dan kuku bersih ,sisik –sisiknya teratur .
– Terdapat taji dengan bentuk runcing/bulat seperti agung.

2. Perkandangan
Keberadaan kandang sangat dibutuhkan sebagai tempat
bernaung /berteduh, beristirahat, bertelur dan seluruh
aktivitas hidupnya.
Persyaratan kandang:
– Lokasi lebih tinggi dari tanah sekitarnya
– Terpisah dari rumah dengan jarak minimal 15 m
– Lantai kandang dibuat lebih tinggi minimal 50 cm dari
sekitarnya
– Lingkungan kandang selalu kering dan bersih serta jauh
dari tempat pembuangan limbah.
– Kandang dibuat dari bahan mudah dibersihkan dan
berasal dari lokasi setempat.
– Pertukaran udara baik dari sinar matahari cukup .
– Kandang dilengkapi dengan peralatan seperti bertengger
Bentuk / Jenis kandang
a. Kandang Battrey: yaitu khusus untuk memeilhara ayam
petelor,dengan ukuran
perkotak/1 ekor induk:
– Panjang : 35 cm
– Lebar ; 20 cm – Tinggi : 40 cm

b. Kandang Postal :
Berbentuk bangunan dengan ukuran :
– Anak ; 25 – 28 ekor/m
– Dara : 16 ekor /m2
– dewasa : 6 ekor/m2

c. Kandang Berpagar/Jaringan
Kandang berpagar /jaringan merupakan kandang
sederhana dengan halaman tempat ayam dilepas,
dikelilingi/dipagar dengan jaringan dari plastic atau bekas
jala ikan. Tinggi 2,5 – 3m, luas halaman disesuaikan
dengan kebutuhan.

3. Pakan Ayam Buras
Pakan ayam buras merupakan hal penting dalam
melangsungkan kehidupan ayam buras
a. Jumlah kebutuhan pakan:
=======================================
Tahap Umur (bl) Jml.Pakan
Pertumbuhan (gr/ek/hr)
——————————————————————-
Anak/Kutuh 0 – 2 5 – 20
Dara 2 – 5 20 – 70
Produksi 5 keatas 70 – 100
b. Kebutuhan zat makanan
– Anak Ayam : 17% protein,2700 k.kal/kg
– Dara/Dewasa : 14% protein, 2900 k.kal./kg
c. Formula pakan ayam buras
1. Formula Peternak
a. Formula 1
– Ayam buras diberikan pakan jadi ayam ras petelor
ditambah dengan hijauan .
b. Formula 2
– Konsentrat ayam ras petelor: 10%
– Jagung : 40%
– Bekatul : 30%
– Tepung ikan : 10%
– Grit : 5%
– Hijauan : 5%
c. Formula 3
– Konsentrat ayam ras petelor: 8%
– Jagung : 20%
– Bekatul : 60%
– Girit : 2%
– Hijauan : 10%
d. Formula 4 (khusus periode grower dan layer) setiap 55 kg
pakan
– Konsentrat ayam ras petelor: 12%
– Jagung Giling : 15kg
– Dedak halus : 25kg
– Girit : 1 kg
– Mineral B 12 : 1 kg
– Tepung ikan : 1 kg
Ditambah hijauan secara tidak terbatas

4.Tata Laksana Reproduksi
Produksi utama yang diharapkan dari ternak ayam
adalah daging dan telor, sedangkan hasil sampingnya
berupa bulu dan kotorannya.
Agar jarak waktu bertelor tidak terlalu lama dan
teratur ,sebaiknya :
a. Anak ayam disapih sedini mungkin
b. Anak ayam dimandikan sejak menunjukan tanda-tanda
mengeram ayam agar ayam tidak mengeram dan
bertelor kembali.
c. Sex ratio 1:8-10 (1 jantan dengan 8-10 betina).
d. Induk untuk bibit berumur 8-18 bulan , demikian juga
pejantannya.
e. Untuk maksud pengembangan, dari 13 butir telor yang
dihasilkan seekor induk , 10 butir diteteskan dan 3 butir
sisanya dikonsumsi.
5.Pengendalian Penyakit
Penyakit yang sering menyerang ayam buras adalah
Tetelo,Cacar Ayam,Snot,Berak Darah, Cacingan dan lain-
lain. Diantara penyakit tersebut, mka ND (Tetelo
merupakan penyakit yang menimbulkan kerugian yang
lebih tinggi dengan kematian 90 – 100%
Adapun cara pencegahannya yaitu dengan melaksanakan
vaksinasi ND dengan jadwal sbb:

No. Umur Ayam Jenis Vaksin Cara Vaksin

1 – 3 hari Strain F Tetes mata
3 minggu Strain F Tetes mata
3 bulan Strain K Suntikan
Diulang setiap Strain K Suntikan
3 bulan sekali
Source: Diolah dari berbagai sumber

Meraup untung dari Ayam Kampung

Agrobisnis seperti sumur yang tak pernah kering. Ini bukan omong kosong.ketika industri lain ambruk diterjang badai krisis moneter, sektor ini terbukti tetap tegar. Benarkah ? bagi yang komponen lokalnya dominan, jawabannya : benar.

Dibidang peternakan, misalnya, usaha ayam ras(ayam pedaging) langsung terkapar ketika krisis berlangsung. Maklum ayam jenis ini banyak menelan dollar, mulai dari bibit, bahan baku pakan, obat-obatan hinggaperalatan.

Lain cerita kalau yang diternakan ayam kampung atau ayam buras(bukan ras) yang 100 % asli Indonesia. Menurut data Ditjen Peternakan, tahun 1998 populasi ayam kampung mengalami peningkatan sekitar 1 % dibanding tahun sebelumnya, jauh berbeda dengan ayam ras yang anjlok sampai 70 %.

Produksi telur ayam ras (leghorn) petelur misalnya bisa mencapai 300 butir setahun. Sementara ayam kampung yang dipelihara secara khusus paling banter hanya 100 butir telur. Begitu juga dengan ayam ras pedaging (broiler). Tubuhnya cepat bongsor, dalam 30 hari bisa mencapai 1 kg. Sementara ayam kampung membutuhkan 3 bulan untuk mencapai bobot hidup yang sama . Hanya saja harga daging dan telur ayam kampung lebih tinggi, itu kelebihannya.

Keuntungannya jelas

Bila serius keuntungan usaha penetasan ayam kampung ternyata cukup menggiurkan. Saat ini harga sebutir ayam kampung Rp 800. Sementara harga seekor anak ayam yang baru menetas atau biasa disebut DOC (Day Old Chick), sekitar Rp 2000 perekor, berarti kalau ditetaskan untungnya lebih dari 100 % ? memang besar.

Mencari telur

Pada dasarnya tidak sulit asal mau telaten. Sebab, telur bisa diperoleh di kampung-kampung. Pada pemeliharaan trdisional, umumnya setiap induk melakukan perkawinan dengan ayam pejantan. Sehingga telur yang dihasilkan merupakan telur yang bertunas atau yang bisa di tetaskan. Bisa juga melalui penjual jamu gendong, dipasar-pasar lokal juga mudah ditemukan.

Mesin penetas

Mesin tetas bisa didapat dengan dua cara. Jika punya uang bisa membeli mesin tetas sendiri. Harganya antara Rp 700 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung daya tampungnya. Untuk alat yang satu ini, banyak yang dijual disekitar Tangerang.

Kalau mau menyewa bisa dicari sekitar Rawa Belong, Jakarta Barat. Akan lebih untung kalau memiliki mesin penetas sendiri dengan kapasitas yang besar. Selain dipakai sendiri, juga bisa disewakan.

Pemasaran

Tak usah bingung memasarkan anak ayam. Banyak jalannya. Antara lain melalui Koperasi Peternak ayam buras Jakarta. Atau bisa langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras. Kalau belum puas dengan hasil anak ayam, bisnis ini bisa dikembangkan sebagai bisnis terpadu. Artinya, selain anak ayam, juga beternak ayam pedaging (broiler) dan telur.

Pakan Di buat sendiri

Siapa yang tak ingin usahanya berkembang. Untuk itu, ada baiknya seorang peternak juga menguasai pembuatan pakan. Sejak krisis berlanjut, tidak sedikit pengusaha peternakan, baik ayam pedaging maupun petelur, yang gulung tikar. Penyebabnya ya, karena sebagian besar bahan bakunya mengandalkan impor. Sementara pakan dari bahan baku lokal yang sebenarnya dari sisi kualitas tidak kalah, masih jarang dilirik peternak.

Dari pada buang duit untuk membeli bahan pakan ternak ada baiknya mempelajari kiat membuat pakan sendiri seperti yang disajikan dibawah ini. (Tabel I & II).

Pola usaha ini sudah dujalani Ekok Wakradiharjo, peternak ayam kampung yang bermukim di Jagarkarsa, Jakarta Selatan. Dengan menggunakan pakan lokal ia mampu memetik penghasilan lumayan besar.

Dari 1000 ekor ternaknya, minimal setiap bulan mengantungi keuntungan Rp. 1,4 juta. Itu baru dari hasil penjualan ayam kampung pedaging. Jadi belum termasuk telur, ayam afkiran dan kotoran ayam yang belakangan ini jadi rebutan petani karena harga pupuk kimia sangat mahal.

AKS(Kiriman Bambang Suharno, Bekasi).

Tabel 1. Komposisi Starter 1

No komponen

penggu-
naan%

harga
/kg

harga
(Rp)

1. Jagung

53

1400

742

2. Bungkil kedelai

10

4250

425

3. Pollar/ dedak padi

22

500

110

4. Tepung ikan

12

4000

480

5. Tepung tulang

3

2250

67,5

Total

100

1824,5

Tabel II: Komposisi Starter 2

No komponen

penggu-
naan%

harga
/kg

harga
(Rp)

1. Jagung

50

1400

700

2. Bungkil kedelai

10

2250

225

3. Pollar/ dedak padi

29

 500

145

4. Tepung ikan

8

4000

320

5. Tepung tulang

3

2250

67,5

Total

100

1457,5

Analisis Keuntungan
Usaha Ayam Kampung Pedaging
Per 1.000 ekor
per 3 bulan

A. Investasi

Kandang dgn biaya perekor @ Rp. 7.000    Rp. 7.000.000.

B. Biaya Lancar

DOC 1.000 ekor @ Rp. 1.800            Rp. 1.800.000.

Pakan

a. Starter1  1000 kg @ Rp. 1.824,5/kg   Rp. 1.824.500.

b. Starter2  1500 kg @    Rp. 1.657,5/kg     Rp. 2.486.250.

Vaksin dan jamu 1000 ekor x Rp. 150 x 2   Rp. 300.000.

Listrik Rp. 100.000 x 3 = Rp. 300.000.

Kematian Ternak 10%  Rp. 180.000.

Penyusutan Kandang (usia 4 tahun) Rp. 145.830.

Total Biaya    Rp. 7.036.580.

C. Pendapatan

Ayam ukuran 0,9 kg @ Rp. 14.000/kg x 900 ekor (mati 10%)  Rp. 11.340.000.

D. Analisis Keuntungan

Keuntungan bersih = Pendapatan – Biaya Lancar   = Rp. 4.303.420

Catatan :

Pakan untuk starter 1 digunakan dari umur 0 hari sampai 4 minggu. Selanjutnya gunakan starter 2 hingga panen sekitar umur 3 bulan. Pada saat tersebut bobot hidup sekitar 0,9 kg/ekor

Ciri umum bibit unggul

  • Bagian tubuh tak ada yang rusak atau cacat. Misalnya kaki utuh dan leher lurus. Otot kempal dan kuat terutama dibagian paha dan dada. Tulangnya juga kuat
  • Susunan bulu teratur,saling meng- himpit dan tampak mengkilat. Kondisi bulu yang baik tersebut mencerminkan keadaan kulit yang baik pula.
  • Mata cerah dan pandangannya tampak tajam.
  • Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang.
  • Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
  • Induk jantan mempunya jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh,paruh pendek,tajam dan kuat. Selain itu, keturunannya bukan berasal berasal dari anak induk betina.
  • Jarak ujung tulang dada dengan cloaca(dubur) berjarak minimal 3 jari tangan

Peluang Usaha Ayam kampung penghasil telur tetas di pengaruhi oleh tingginya permintaan DOC ( Day Old Chick ) , dan kurangnya penyedia telur ayam kampung untuk ditetaskan . Oleh sebabitu harga DOC ayam kampung relatif stabil . Melirik kembali usaha pemeliharaan induk ayam kampung sebagai penghasil telur tetas menurut kami tidak ada salahnya dan belum terlambat. Usaha ini mengingatkan kami sewaktu duduk di kelas 1 SLTP di mana kami sudah memulai untuk melakukan pemeliharaan indukan ayam kampung (kampung asli dan bangkok) dan hasilnya sungguh luar biasa untuk seorang anak yang baru berumur 13 tahunan. Tak salah kalau ada pepatah di dunia peternakan 7 butir telur sama dengan 1 ekor ayam, 7 ekor ayam sama dengan 1 ekor kambing, 7 ekor kambing = 1 ekor sapi dan 7 ekor sapi bisa naik haji. Slogan yang sederhana akan tetapi kalau kita mau merenungkannya akan dapat memberi motivasi kepada kita akan usaha ternak ini.

Hal yang sama juga diakui oleh para pengepul telur tetas, di mana mereka masih sulit untuk menambah jumlah barang dagangan mereka disebabkan tidak ada nya penambahan jumlah produksi dan malah cenderung turun dari waktu ke waktu. Hal ini tidak lain dikarenakan tidak adanya manajemen pemeliharaan dari para peternak di mana mereka kurang memikirkan ternak pengganti (replacement stock) sehingga kadang jumlah ayam kampung pada suatu saat akan mengalami penurunan karena terjadi penurunan jumlah populasi dikarenakan pemotongan di saat-saat tertentu seperti hari raya iedul fitri, tahun baru masehi, imlek, maulud nabi dan lainnya.
Pengadaan Bibit
Jenis ayam kampung yang bisa diusahakan sebagai penghasil telur adalah ayam kampung asli (ayam sayur, ayam buras, ayam berkeliaran dan sebutan lainnya), ayam nunukan, ayam kedu putih, ayam kedu hitam, ayam pelung dan jenis lainnya. Dari jenis tersebut produksi telur tertinggi (per tahun) secara berurutan adalah ayam kedu hitam, kedu putih, dan nunukan, pelung dan sayur.
Untuk memulai usaha ini bisa dimulai dengan membeli DOC dan melakukan seleksi sampai dengan ayam mulai bertelur, bisa juga dengan membeli ayam dara (sekitar umur 20 minggu), dan bisa juga membeli ayam yang sudah berproduksi (sekitar 7 bulan). Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan karenanya sebelum memulai usaha disarankan untuk menimbang-nimbang dan memperbanyak informasi sebelum memutuskan pilihan usaha.
Pemberian Pakan
Pakan untuk ayam kampung tidaklah sesulit kalau kita memelihara ayam broiler, layer, itik/bebek atau juga puyuh. Namun untuk mencapai produksi yang maksimal maka kita juga harus memperhatikan dan menjaga pakan pakan yang diberikan. Pakan untuk ayam kampung yang sudah berproduksi setidaknya mengandung protein 15% dan energi metabolis antara 2.800 – 2.900 kkal/kg. Dengan menggunakan komposisi campuran konsentrat ayam layer dengan dedak halus dengan perbandingan 1:4 sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam kampung yang sedang berproduksi. Sangat dianjurkan dalam pemeliharaan induk untuk memberikan hijauan yang dicacah/cincang kecil-kecil seperti tauge/kecambah, kangkung, bayam, selada air dan rumput-rumputan sebagai sumber vitamin dan mineral. Pemberian hijauan yang dianjurkan 0,75-1,5 kg/100 ekor.
Manajemen Pemeliharaan
Pemeliharaan ayam kampung dewasa tidaklah sesulit memelihara ayam yang masih kecil. Mudahnya, cukup kita berikan pakan dan melakukan kontrol penyakit insyaallah ayam kampung sudah mampu berproduksi meskipun tidak menunjukkan produksi optimalnya. Pilihan dalam melakukan pemeliharaan bisa dengan ekstensif, semi intensif dan intensif. Kami tidak menganjurkan anda untuk melakukan pemeliharaan secara ekstensif karena sama artinya kita tidak mengubah cara beternak kita yang itu merupakan cara beternak dari zaman dulu. Maka tidak ada pilihan lain untuk yang benar-benar ingin sukses dalam beternak yaitu memilih sistem pemeliharaan secara semi intensif atau intensif dan semua kembali kepada kondisi masing-masing peternak. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh BPPT pada tahun 1993, pemeliharaan ayam kampung secara intensif memberikan keuntungan terbesar bagi peternak, namun apabila dilihat dari perbandingan keuntungan dan biaya usaha maka sistem pemeliharaan semi intensif menunjukkan angka tertinggi.
Langkah Selanjutnya
Setelah produksi berjalan maka sekarang kita dihadapkan pada dua pilihan dalam memasarkan telur tersebut yaitu pertama apakah kita langsung menjual telur kita begitu saja atau kedua telur itu kita tetaskan sendiri kemudian kita menjual dalam bentuk DOC ? beberapa pertimbangan berikut mungkin bisa membantu anda keluar dari masalah ini :

  1. Menjual dalam bentuk telur tidak ada resiko, artinya berapapun telur yang dihasilkan asal bentuk normal akan berubah menjadi uang dan tidak perlu menunggu dalam waktu yang lama
  2. Menjual dalam bentuk DOC memang nilai jualnya jauh lebih tinggi bahkan bisa jadi 3 kali lipat dari harga telur akan tetapi resiko dari gagal menetas, kualitas DOC, dan pemasaran DOC perlu untuk mendapat perhatian terlebih waktu yang diperlukan yaitu sekitar 3 minggu

Analisa Usaha Pemeliharaan Induk Ayam Kampung
Beberapa asumsi :

  1. Indukan yang dipelihara terdiri dari 100 ekor induk betina dengan 13 induk pejantan
  2. Biaya pembuatan kandang diabaikan karena bahan kandang cukup tersedia dan murah
  3. Tenaga kerja juga di abaikan karena sifat usaha ini adalah sampingan bukan usaha pokok

Biaya/modal usaha:

  1. Harga indukan betina Rp 35.000/ekor dan induk pejantan Rp 50.000/ekor, sehingga diperlukan modal untuk induk yaitu : Rp 35.000 x 100 ekor = Rp 3.500.000 dan induk jantan Rp 50.000 x 13 ekor = Rp 650.000. Total Rp 4.150.000
  2. Biaya pakan Rp 300/ekor/hari sehingga Rp 300 x 113 ekor x 365 hari = Rp 12.373.500
  3. Vaksinasi dan obat-obatan Rp 200/ekor sehingga total untuk semua Rp 200 x 113 ekor = Rp 22.600
  4. Tenaga kerja dan biaya pembuatan kandang diabaikan
  5. Total modal usaha Rp 16.546.100

Pendapatan usaha :

  1. Harga telur Rp 1.200/butir dan jumlah produksi telur 120 butir/ekor/tahun sehingga dalam satu tahun didapatkan hasil dari penjualan telur Rp 1.200 x 100 ekor x 120 butir = Rp 14.400.000
  2. Harga ayam babon Rp 40.000/ekor dan jago Rp 75.000/ekor sehingga didapatkan hasil dari penjualan indukan betina Rp 40.000 x 100 ekor = Rp 4.000.000 dan indukan jantan Rp 75.000 x 13 ekor = Rp 975.000 total menjadi = Rp 4.975.000
  3. Penjualan kotoran diperkirakan dalam satu tahun Rp 100.000
  4. Total pendapatan usaha Rp 19.475.000

Laba Usaha :
Di dapatkan dari pendapatan usaha dikurangi biaya usaha = Rp 19.475.000 – Rp 16.676.100 = Rp 2.928.900/tahun

Analisa Kelayakan Usaha
Return Cost Ratio (R/C)
Total penerimaan              Rp 19.475.000
R/C =  ———————– = ——————— = 1,177
Total biaya                    Rp 16.546.100
Dengan nilai R/C 1,17 berarti usaha ini dinilai layak untuk diusahakan. Setiap penambahan biaya Rp 1,- akan memperoleh penerimaan Rp 1,18,-
Pendapatan akan masih bisa bertambah apabila kita bisa menekan biaya pakan dan efisiensi pejantan dengan Inseminasi Buatan (IB). Semoga bermanfaat *(SPt).

Latar belakang

Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat dan tersebar di seluruh pelosok nusantara [3]. Bagi masyarakat Indonesia, ayam kampung sudah bukan hal asing [3].

Istilah “Ayam kampung” semula adalah kebalikan dari istilah “ayam ras“, dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di sekitar perumahan [3]. Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan, pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras unggul ayam kampung [3]. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan dari “ayam bukan ras”) bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekedar diumbar dan dibiarkan mencari makan sendiri)[3]. Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah [3].

[sunting] Sejarah Perkembangan

Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus)[4]. Jenis ayam kampung sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Kutai.[5]. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat setempat.[5] Keharusan menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya.[5] Di samping itu, ayam kampung memang sesuai dengan selera masyarakat setempat.[5] Kebiasaan beternak ayam kampung tersebutlah yang menyebabkan ayam ini mudah dijumpai di tanah air.[5] Sampai sekarang sistem upeti dalam arti perpindahan barang (ayam kampung) dari desa ke kota masih tetap ada.[5] Bedanya, saat ini perpindahan tersebut lebih bersifat bisnis.[5].!

[sunting] Varietas

Ayam kampung mempunyai banyak varietas dan spesies, beberapa di antaranya yang penting yaitu :[6].

[sunting] 1. Ayam Kedu

Ayam kedu merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Magelang dan Temanggung atau eks. Kersidenan Kedu (Jawa Tengah)[6]. Berdasarkan penampilan warnanya, ayam kedu dapat dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut [6].

a. Ayam Kedu Hitam

Ayam kedu hitam mempunyai penampilan fisik hamper hitam semua, tetapi kalau diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam [6]. Penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan [6]. Bobot ayam kedu hitam jantan dewasa antara 2 Kg – 2,5 Kg, sedangkan yang betinanya hanya 1,5 Kg [6]. Ayam ini sering disamakan dengan ayam cemani karena tampak serba hitam [6].

b. Ayam Kedu Cemani

Ayam kedu cemani memiliki penampilan sosok tubuh hitam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah, telak (langit-langit mulut), bahkan daging dan tulangnya juga hitam [6]. Sosok tubuh ayam kedu jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 Kg- 3,5 Kg, sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 Kg- 2,5 Kg [6].

c. Ayam Kedu Putih

Ayam kedu putih ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan [6]. Jenggernya tegak berbentuk wilah [6]. Bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 Kg [6]. Sedangkan bobot ayam kedu putih betina 1,2 Kg – 1,5 Kg [6].

d. Ayam Kedu Merah

Ayam kedu merah ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kulit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih [6]. Sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 Kg-3,5 Kg, Sedangkan bobot ayam betina 2 Kg-2,5Kg [6].

[sunting] 2. Ayam Nunukan

Ayam nunukan disebut juga ayam Tawao. Ayam ini merupakan ayam lokal yang berkembang dipulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ayam nunukan diperkirakan berasal dari Cina [6]. Karakteristik ayam nunukan adalah warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna [6]. Sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. Jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan [6].

Stadium anak ayam sampai umur 45 hari cenderung berbulu kapas [6]. Berat badan ayam nunukan jantan dewasa 3,4 Kg – 4,2 Kg, sedangkan yang betina 1,6 Kg – 1,9 Kg [6].

[sunting] 3. Ayam Pelung

Ayam pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat)[6]. Ayam pelung memiliki sosok tubuh besar dan tegap, temboloknya tampak menonjol [6]. Kakinya panjang, kuat, dan pahanya berdaging tebal [6]. Ayam pelung jantan memiliki Jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah [6]. Ayam pelung betina mempunyai jengger, tetapi jengger terseebut tidak berkembang dengan baik [6]. Ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 Kg – 5,5 Kg, sedangkan yang betina 2,5 Kg – 3,5 Kg [6].

[sunting] 4. Ayam Sumatra

Ayam Sumatra

Ayam Sumatra merupakan ayam lokal dari Sumatra Barat [6]. Penampilan perawakannya tegap, gagah ,tetapi ukuran tubuhnya kecil. Ayam Sumatra jantan berkepala kecil, tetapi tengkoraknya lebar [6]. Pipinya penuh (padat), keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. Paruh ayam Sumatra umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam [6]. Ayam Sumatra memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah [6]. Kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang [6]. Bobot ayam Sumatra jantan dewasa 2 Kg, sedangkan yang betina 1,5 Kg [6].

[sunting] 5. Ayam Belenggek

Ayam belenggek berasal dari Sumatra Barat, tepatnya dipedalaman Kabupaten Solok [6]. Ayam ini pandai berkokok dengan suara yang merdu dan iramanya bersusun-susun, panjang sampai terdiri atas 6-12 suku kata. Semakin panjang suku katanya, semakin panjang kokoknya [6].

[sunting] 6. Ayam Gaok

Ayam gaok bersal dari madura dan Pulau Puteran, Kabupaten Sumenep [6]. Keistimewaan ayam gaok yaitu kokoknya memiliki suara panjang yang hampir sama dengan ayam pelung yang terdapat di Cianjur (Jawa Barat)[6]. Ayam Gaok jantan dewasa memiliki bobot badan mencapai 4 Kg, sedangkan yang betina 2 – 2,5 Kg. Ayam Gaok jantan memiliki tampilan tubuh besar, tegap dan gagah [6]. Jenggernya besar berbentuk wilah dan berwarna merah, dengan pial yang besar dan warnanya merah [6]. Kakinya berwarna kuning [6]. Bulunya didominasi oleh warna kuning kehijau-hijauan (wido), namun ada juga yang berwarna lain, seperti merah dan hitam [6].

[sunting] Sebagai sumber pangan

Ayam kampung disukai orang karena dagingnya yang kenyal dan “berisi”, tidak lembek dan tidak berlemak sebagaimana ayam ras [7] Berbagai masakan Indonesia banyak yang tetap menggunakan ayam kampung karena dagingnya tahan pengolahan (tidak hancur dalam pengolahan)[7]. Selain itu daging ayam kampung memiliki keunggulan dibandingkan daging ayam broiler, karena kandungan nutrisi yang lebih tinggi [8] . Bagian Daging dada ayam ini termasuk makanan utama atlet binaraga [8] . Dagingnya mengandung 19 jenis protein dan asam amino yang tinggi [8]. Kadar lemaknya juga relatif lebih rendah bila dibandingkan daging pada bagian pahanya [8] Ayam kampung dipelihara oleh masyarakat terutama sebagai sumber protein hewani baik berupa telur maupun daging, di samping kotorannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman maupun pakan ikan.[7] Sebagai sumber protein hewani telur dan daging mengadung asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat[9]. Oleh karena itu, agar ayam kampung dapat berproduksi dengan baik salah satunya harus diberikan pakan yang cukup. [10] Ayam kampung memerlukan komposisi nutrisi yang tepat, termasuk jika menginginkan ayam kampung yang memiliki tingkat produksi telur yang tinggi[1] Berat telur ayam kampung berkisar antara 26,27-55,4 gr dengan rataan 45,46. [11]

[sunting] Pemeliharaan

Ada dua cara memelihara ayam kampung, yaitu dipelihara dengan dilepas bebas atau istilahnya diliarkan dan yang kedua dibudidayakan. [12]. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan.

[sunting] Diliarkan

Cara pemeliharaan ini pada umumnya dilakukan oleh masyarakat pedesaan, cara ini disebut sebagai cara tradisional. yaitu dilepas bebas berkeliaran di kebun-kebun sekitar rumah [3].

[sunting] Keunggulan

Ayam kampung yang dilepas bebas biasanya mempunyai tingkat kekebalan yang tinggi dan menghemat biaya makanan [3] Umumnya ayam cukup diberi makan pagi hari saat akan dilepas berupa sisa-sisa makanan dan tambahan bekatul secukupnya.[3] Selebihnya ayam dianggap dapat mencari makan sendiri disekitar rumah [3].

[sunting] Kelemahan

Kelemahannya di antaranya yaitu ayam lambat untuk berkembang lebih banyak, karena tingkat kematian pada anak ayam relatif lebih tinggi [3]. Waktu mengasuh terlalu lama yang berarti mengurangi produktifitas.[3]. Kendali akan keberadaan ayam kurang, sehingga kemungkinan dimangsa predator maupun hilang lebih tinggi.[3]. Cara pemeliharan ini kurang produktif [12].

[sunting] Dikandangkan

Ayam yang dipelihara dengan cara dikandangkan.

Semula hewan yang kini dipelihara hidup bebas di alam, di hutan, di pegunungan dan lautan lepas.[13] Jumlah hewan-hewan ini beraneka ragam, dan sifat-sifat kehidupannya pun bermacam-macam [13]. Jumlah yang banyak dan beragam itu tidak seimbang dengan jumlah manusia yang masih sedikit dan hidup di gua-gua terpencil untuk melindungi diri dari serangan binatang buas [13]. Kebutuhan untuk hidup mendorong manusia memanfaatkan tanaman dan binatang yang dapat ditangkap atau dibunuhnya [13]. Dari kegiatan itulah manusia mengalami proses belajar untuk mengenal hewan yang enak dimakan dan mudah ditangkap atau dibunuh [13]. Perbendaharaan manusia akan hewan konsumsi mulai bertambah [13]. Di antara hewan yang digemari, adalah hewan-hewan kecil yang mudah ditangkap atau dibunuh [13]. Proses terus berkembang dan kegemaran akan hewan-hewan konsumsi mulai meningkat pada usaha untuk dengan mudah memperoleh tanpa harus mencari-cari di hutan. Inilah penyebab timbulnya keinginan untuk memelihara hewan dengan cara dikandangkan [13]. Cara pemeliharan ini kurang produktif [12].

Kandang adalah tempat tinggal hewan yang dipelihara, salah satunya ayam, tempat berlindung dari terik matahari dan hujan, tempat mendapat pakan dan minum, mendapat jaminan kesehatan dan aman dari gangguan hewan pemangsa lainnya serta orang-orang jahat [12]. Oleh karena itu kandang sangat berperan penting dalam pemeliharaan ayam kampung [12].

[sunting] Keunggulan

Ayam yang dikandangkan lebih mudah dikontrol keberadaannya, dapat mempercepat populasinya dengan cara setiap ayam yang bertelur diambil dan dikumpulkan untuk ditetaskan secara bersama dalam satu indukan atau mesin penetas [3]. Anak ayam tidak harus mengikuti induknya [3]. Namun dapat dipisah dan ditempatkan dengan pemberian panas cahaya listrik (untuk penghangat) dan makanan yang sesuai [3].

[sunting] Kelemahan

Apabila kondisi kandang tidak diperhatikan dan tidak sesuai syarat, maka kondisi hewan peliharaan jstru akan memburuk, hal ini disebabkan kondisi yang telah membuat hewan ternak memiliki ketergantungan terhadap pemeliharanya, sehingga memerlukan perhatian yang lebih dibandingkan dengan cara diliarkan [12]. Oleh karena itu kondisi kandang merupakan hal yang sangat penting dalam cara pemeliharaan ini, misalnya pada saat pembuatan kandang harus diperhatikan beberapa faktor, di antaranya yaitu masalah biologis ayam yang akan menempatinya, teknik pembuatan kandang yang berhubungan langsung dengan masalah bentuk dan kualitas bahan, serta masalah iklim, suhu, pergerakan angin dan pengaturan udara yang berhubungan langsung dengan temperatur dan kelembaban kandang serta ventilasi udara [12].

[sunting] Kebiasaan atau sifat ayam kampung yang merugikan

Beberapa kebiasaan atau sifat yang kampung yang meugikan, di antaranya yaitu :[12].

1. Kanibalisme

Kanibalisme pada ayam kampung adalah mematuk bahkan memakan kawan sendiri [12].Kanibalisme pada ayam kampung dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu ayam kekurangan zat makanan, misalnya protein, mineral dan air minum; jumlah ayam dalam satu kandang terlalu padat, sehingga ayam saling berebut tempat yang paling menyenangkan; udara dalam kandang terlalu panas, karena sistem ventilasi kandang kurang baik; ayam kekurangan grit [12].

2. Memakan telur

Peristiwa ayam memakan telur (egg eating) sering dijumpai pada pemeliharaan ayam sistem kandang litter. Untuk menghindari ayam memakan telurnya sendiri, zat-zat mineral (NaCl dan Ca)dan air minum yang dibutuhkan ayam harus dipenuhi [12].

3. Rontok Bulu

Rontok bulu merupakan peristiwa alami yang wajar bagi ayam. Tetapi bila hal ini terjadi terlalu cepat, jelas akan merugikan peternak ayam [12].

[sunting] Pemilihan bibit unggul

Dalam pengembangannya, ditemukan berbagai hambatan untuk meningkatkan produktivitas ayam kampung yang relatif rendah [14] Hal ini terkait dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional, pakan yang diberikan masih seadanya, dan belum terlaksananya sistem pengendalian penyakit dengan baik [14]Hambatan-hambatan ini menjadi kendala dalam pengembangan ternak ayam kampung di pedesaan [14] Dalam pembudidayaan ayam kampung, permasalahan yang sering ditemui adalah penyediaan bibit ayam kampung unggul [14] Dalam pencarian calon bibit unggul, selain didasarkan dari tampilan luarnya, juga seleksi ayam kampung yang berbasis konsep pemuliaan ternak, sehingga diperoleh bibit unggul, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas ternak [14]

Ciri-ciri bibit unggul ayam, yaitu[15]:

  1. Bagian tubuh tak ada yang rusak atau cacat, misalnya kaki utuh dan leher lurus.
  2. Otot gempal dan kuat, terutama di bagian paha dan dada. Tulangnya juga kuat.
  3. Susunan bulu teratur, saling menghimpit dan tampak mengkilat. Kondisi bulu yang baik mencerminkan kondisi kulit yang baik pula.
  4. Mata cerah dan pandangannya tampak tajam.
  5. Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang.
  6. Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
  7. Induk jantan mempunyai jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh, paruh pendek, tajam dan kuat.
  8. Jarak ujung tulang dada dengan dubur berjarak minimal tiga jari tangan.

[sunting] Penyakit dan Cara Penanggulangannya

Ayam kampung termasuk jenis unggas yang tahan terhadap penyakit [12]. Tetapi tidak berarti bahwa ayam kampung tidak dapat diserang oleh penyakit [12].

[sunting] Jenis Penyakit

Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung [12].

1. Tetelo (New Castle Desease:ND)

Penyakit tetelo (New Castle Desease:ND)merupakan penyakit ayam yang sangat berbahaya dan sulit ditanggulangi [12]. Penularannya dapat melalui berbagai media, antara lain : Kontak langsung antara ayam sehat dengan ayam yang sakit; Tamu yang masuk kedalam kompleks peternakan membawa bibit kuman penyakit ini; Tempat makan dan minum yang kurang bersih, sehingga mudah ditempeli oleh virus penyakit ini; Burung-burung liar (misalnya burung gereja) yang ikut memakan makanan ayam. Tingkat kematian akibat penyakit ini sangat tinggi, sekitar 10-100% [12].

2. Pilek (snot)

Penyebab penyakit ini adalah bakteri (Hemophilus galiarum) [12]. Penularannya dapat melalui berbagai media, antara lain :Kontak langsung antara ayam sehat dengan ayam yang sakit; Melalui udara, debu, makanan dan alat-alat dalam kandang yang kurang bersih; Tamu yang masuk kedalam kompleks peternakan membawa bibit kuman penyakit ini; Burung-burung liar (misalnya burung gereja) yang ikut memakan makanan ayam [12]. Tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit ini juga sangat tinggi [12].

3. Berak darah (Coccidiocis)

Berak darah (Coccidiocis) dapat menyerang ayam segala umur. Penularannya dapat terjadi melalui : binatang lain (seperti tikus, burung, ayam liar yang masuk kedalam kandang dan telah membawa bibit penyakit atau empat makan dan minum yang kurang bersih [12].

4. Sesak napas

Sesak napas penyebabnya adalah bakteri (Mycroplasma gallisepticum). Penyakit ini menyerang alat-alat pernapasan, sehingga ayam kesulitan untuk bernapas

5. Berak Kapur

Berak kapur disebabkan oleh bakteri (Salmonella pullorum). Penyakit ini lebihsuka menyerang anak ayam dan ayam dara [12]. Penularannya melalui : Telur; Kontak langsung antara ayam sehat dengan ayam yang sakit; peralatan penetasan dan peralatan-peralatan kandang yang kurang bersih [12].Cara Menanggulangi Penyak

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya penularan penyakit, peternak harus segera mengakaratina ayam yang dicurigai sakit, melarang atau membatasi tamu yang masuk kekompleks peternakan [12]. Disamping itu kebersihan peralatan kandang, seperti tempat pakan dan minum serta keadaan kandang harus selalu diperhatikan [12].

BUDIDAYA TERNAK LELE

BUDIDAYA IKAN LELE

( Clarias )

  1. 1.   SEJARAH SINGKAT

 

Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan

kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara

lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan

Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele atau lindi (Jawa

Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond

(Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang).

Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.

Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai

dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.

Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam

hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat

gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.

 

  1. 2.   SENTRA PERIKANAN

 

Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di

Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele ± 970

kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan

mencapai 1200 kg/Ha.

 

  1. 3.   JENIS

 

Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika et al (1986)

adalah:

Kingdom : Animalia

Sub-kingdom : Metazoa

Phyllum : Chordata

Sub-phyllum : Vertebrata

Klas : Pisces

Sub-klas : Teleostei

Ordo : Ostariophysi

Sub-ordo : Siluroidea

Familia : Clariidae

Genus : Clarias

Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:

1) Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera

Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).

2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih

(Padang).

3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan),

wais (Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).

4) Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera

Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).

5) Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan

penang (Kalimantan Timur).

6) Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat

fish, berasal dari Afrika.

 

  1. 4.   MANFAAT

 

1) Sebagai bahan makanan

2) Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan

pajangan atau ikan hias.

3) Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas

hama padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan

alami ikan lele.

4) Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk

mengobati penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung

berdarah, kencing darah dan lain-lain.

  1. 5.   PERSYARATAN LOKASI

 

1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah

liat/lempung, tidak berporos, berlumpur dan subur. Lahan yang dapat

digunakan untuk budidaya lele dapat berupa: sawah, kecomberan, kolam

pekarangan, kolamkebun, dan blumbang.

2) Ikan lele hidup dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah yang

tingginya maksimal 700 m dpl.

3) Elevasi tanah dari permukaan sumber air dan kolam adalah 5-10%.

4) Lokasi untuk pembuatan kolam harus berhubungan langsung atau dekat

dengan sumber air dan tidak dekat dengan jalan raya.

5) Lokasi untuk pembuatan kolam hendaknya di tempat yang teduh, tetapi

tidak berada di bawah pohon yang daunnya mudah rontok.

6) Ikan lele dapat hidup pada suhu 200 C, dengan suhu optimal antara 25-280

C. Sedangkan untuk pertumbuhan larva diperlukan kisaran suhu antara 26-

300C dan untuk pemijahan 24-280 C.

7) Ikan lele dapat hidup dalam perairan agak tenang dan kedalamannya

cukup, sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2.

8) Perairan tidak boleh tercemar oleh bahan kimia, limbah industri, merkuri,

atau mengandung kadar minyak atau bahan lainnya yang dapat mematikan

ikan.

9) Perairan yang banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan ikan dan

bahan makanan alami. Perairan tersebut bukan perairan yang rawan banjir.

10) Permukaan perairan tidak boleh tertutup rapat oleh sampah atau daundaunan

hidup, seperti enceng gondok.

11) Mempunyai pH 6,5–9; kesadahan (derajat butiran kasar ) maksimal 100

ppm dan optimal 50 ppm; turbidity (kekeruhan) bukan lumpur antara 30–60

cm; kebutuhan O2 optimal pada range yang cukup lebar, dari 0,3 ppm untuk

yang dewasa sampai jenuh untuk burayak; dan kandungan CO2 kurang dari

12,8 mg/liter, amonium terikat 147,29-157,56 mg/liter.

12) Persyaratan untuk pemeliharaan ikan lele di keramba :

a. Sungai atau saluran irigasi tidak curam, mudah dikunjungi/dikontrol.

b. Dekat dengan rumah pemeliharaannya.

c. Lebar sungai atau saluran irigasi antara 3-5 meter.

d. Sungai atau saluran irigasi tidak berbatu-batu, sehingga keramba mudah

dipasang.

e. Kedalaman air 30-60 cm.

 

  1. 6.   PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

Dalam pembuatan kolam pemeliharaan ikan lele sebaiknya ukurannya tidak

terlalu luas. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan dan pengawasan. Bentuk

dan ukuran kolam pemeliharaan bervariasi, tergantung selera pemilik dan

lokasinya. Tetapi sebaiknya bagian dasar dan dinding kolam dibuat permanen.

Pada minggu ke 1-6 air harus dalam keadaan jernih kolam, bebas dari

pencemaran maupun fitoplankton. Ikan pada usia 7-9 minggu kejernihan airnya

harus dipertahankan. Pada minggu 10, air dalam batas-batas tertentu masih

diperbolehkan. Kekeruhan menunjukkan kadar bahan padat yang melayang

dalam air (plankton). Alat untuk mengukur kekeruhan air disebut secchi.

Prakiraan kekeruhan air berdasarkan usia lele (minggu) sesuai angka secchi :

- Usia 10-15 minggu, angka secchi = 30-50

- Usia 16-19 minggu, angka secchi = 30-40

- Usia 20-24 minggu, angka secchi = 30

6.2. Penyiapan Bibit

1) Menyiapkan Bibit

a. Pemilihan Induk

1. Ciri-ciri induk lele jantan:

- Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.

- Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.

- Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah

belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.

- Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng

(depress).

- Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele

betina.

- Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor

akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).

- Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.

2. Ciri-ciri induk lele betina

- Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.

- Warna kulit dada agak terang.

- Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna

kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.

- Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.

- Perutnya lebih gembung dan lunak.

- Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke

arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan

(ovum/telur).

3. Syarat induk lele yang baik:

- Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.

- Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil

supaya terbiasa hidup di kolam.

- Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung

kesuburan badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.

- Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan

lincah.

- Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina

berumur satu tahun.

- Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya

bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya

mengandung cukup protein.

4. Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai

berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang

betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam

tersendiri untuk dipijahkan.

5. Perawatan induk lele:

- Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi

makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging

bekicot, larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet).

Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif

tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk

lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra

harus dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.

- Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari

berat total ikan.

- Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan,

sedangkan induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya.

Induk jantan baru bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah

berumur 2 minggu.

- Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang

penyakit untuk segera diobati.

- Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran

tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.

b. Pemijahan Tradisional

1. Pemijahan di Kolam Pemijahan

Kolam induk:

- Kolam dapat berupa tanah seluruhnya atau tembok sebagian dengan

dasar tanah.

- Luas bervariasi, minimal 50 m2.

- Kolam terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian dangkal (70%) dan bagian

dalam (kubangan) 30 % dari luas kolam. Kubangan ada di bagian

tengah kolam dengan kedalaman 50-60 cm, berfungsi untuk

bersembunyi induk, bila kolam disurutkan airnya.

- Pada sisi-sisi kolam ada sarang peneluran dengan ukuran 30x30x25

cm3, dari tembok yang dasarnya dilengkapi saluran pengeluaran dari

pipa paralon diamneter 1 inchi untuk keluarnya banih ke kolam

pendederan.

- Setiap sarang peneluran mempunyai satu lubang yang dibuat dari

pipa paralon (PVC) ukuran ± 4 inchi untuk masuknya induk-induk

lele.

- Jarak antar sarang peneluran ± 1 m.

- Kolam dikapur merata, lalu tebarkan pupuk kandang (kotoran ayam)

sebanyak 500-750 gram/m2.

- Airi kolam sampai batas kubangan, biarkan selama 4 hari.

Kolam Rotifera (cacing bersel tunggal):

- Letak kolam rotifera di bagian atas dari kolam induk berfungi untuk

menumbuhkan makanan alami ikan (rotifera).

- Kolam rotifera dihubungkan ke kolam induk dengan pipa paralon

untuk mengalirkan rotifera.

- Kolam rotifera diberi pupuk organik untuk memenuhi persyaratan

tumbuhnya rotifera.

- Luas kolam ± 10 m2.

Pemijahan:

- Siapkan induk lele betina sebanyak 2 x jumlah sarang yang tersedia

dan induk jantan sebanyak jumlah sarang; atau satu pasang per

sarang; atau satu pasang per 2-4 m2 luas kolam (pilih salah satu).

- Masukkan induk yang terpilih ke kubangan, setelah kubangan diairi

selama 4 hari.

- Beri/masukkan makanan yang berprotein tinggi setiap hari seperti

cacing, ikan rucah, pellet dan semacamnya, dengan dosis (jumlah

berat makanan) 2-3% dari berat total ikan yang ditebarkan .

- Biarkan sampai 10 hari.

- Setelah induk dalam kolam selama 10 hari, air dalam kolam

dinaikkan sampai 10-15 cm di atas lubang sarang peneluran atau

kedalaman air dalam sarang sekitar 20-25 cm. Biarkan sampai 10

hari. Pada saat ini induk tak perlu diberi makan, dan diharapkan

selama 10 hari berikutnya induk telah memijah dan bertelur. Setelah

24 jam, telur telah menetas di sarang, terkumpullah benih lele. Induk

lele yang baik bertelur 2-3 bulan satu kali bila makanannya baik dan

akan bertelur terus sampai umur 5 tahun.

- Benih lele dikeluarkan dari sarnag ke kolam pendederan dengan

cara: air kolam disurutkan sampai batas kubangan, lalu benih

dialirkan melalui pipa pengeluaran.

- Benih-benih lele yang sudah dipindahkan ke kolam pendederan

diberi makanan secara intensif, ukuran benih 1-2 cm, dengan

kepadatan 60 -100 ekor/m2.

- Dari seekor induk lele dapat menghasilkan ± 2000 ekor benih lele.

Pemijahan induk lele biasanya terjadi pada sore hari atau malam

hari.

2. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Berpasangan

 

Penyiapan bak pemijahan secara berpasangan:

 

- Buat bak dari semen atau teraso dengan ukuran 1 x 1 m atau 1 x 2

m dan tinggi 0,6 m.

- Di dalam bak dilengkapi kotak dari kayu ukuran 25 x 40×30 cm tanpa

dasar sebagai sarang pemijahan. Di bagian atas diberi lubang dan

diberi tutup untuk melihat adanya telur dalam sarang. Bagian depan

kotak/sarang pemijahan diberi enceng gondok supaya kotak menjadi

gelap.

- Sarang pemijahan dapat dibuat pula dari tumpukan batu bata atau

ember plastik atau barang bekas lain yang memungkinkan.

- Sarang bak pembenihan diberi ijuk dan kerikil untuk menempatkan

telur hasil pemijahan.

- Sebelum bak digunakan, bersihkan/cuci dengan air dan bilas dengan

formalin 40 % atau KMnO4 (dapat dibeli di apotik); kemudian bilas

lagi dengan air bersih dan keringkan.

Pemijahan:

- Tebarkan I (satu) pasang induk dalam satu bak setelah bak diisi air

setinggi ± 25 cm. Sebaiknya airnya mengalir. Penebaran dilakukan

pada jam 14.00–16.00.

- Biarkan induk selama 5-10 hari, beri makanan yang intensif. Setelah

± 10 hari, diharapkan sepasang induk ini telah memijah, bertelur dan

dalam waktu 24 jam telur-telur telah menetas. Telur-telur yang baik

adalah yang berwarna kuning cerah.

- Beri makanan anak-anak lele yang masih kecil (stadium larva)

tersebut berupa kutu air atau anak nyamuk dan setelah agak besar

dapat diberi cacing dan telur rebus.

3. Pemijahan di Bak Pemijahan Secara Masal

Penyiapan bak pemijahan secara masal:

- Buat bak dari semen seluas 20 m2 atau 50 m2, ukuran 2×10 m2 atau

5×10 m2.

- Di luar bak, menempel dinding bak dibuat sarang pemijahan ukuran

30x30x30 cm3, yang dilengkapi dengan saluran pengeluaran benih

dari paralon (PVC) berdiameter 1 inchi. Setiap sarang dibuatkan satu

lubang dari paralon berdiameter 4 inchi.

- Dasar sarang pemijahan diberi ijuk dan kerikil untuk tempat

menempel telur hasil pemijahan.

- Sebelum digunakan, bak dikeringkan dan dibilas dengan larutan

desinfektan atau formalin, lalu dibilas dengan air bersih; kemudian

keringkan.

Pemijahan:

- Tebarkan induk lele yang terpilih (matang telur) dalam bak

pembenihan sebanyak 2xjumlah sarang , induk jantan sama

banyaknya dengan induk betina atau dapat pula ditebarkan 25-50

pasang untuk bak seluas 50 m2 (5×10 m2), setelah bak pembenihan

diairi setinggi 1 m.

- Setelah 10 hari induk dalam bak, surutkan air sampai ketinggian 50-

60 cm, induk beri makan secara intensif.

- Sepuluh hari kemudian, air dalam bak dinaikkan sampai di atas

lubang sarang sehingga air dalam sarang mencapai ketinggian 20-25

cm.

- Saat air ditinggikan diharapkan induk-induk berpasangan masuk

sarang pemijahan, memijah dan bertelur. Biarkan sampai ± 10 hari.

- Sepuluh hari kemudian air disurutkan lagi, dan diperkirakan telurtelur

dalam sarang pemijahan telah menetas dan menjadi benih lele.

- Benih lele dikeluarkan melalui saluran pengeluaran benih untuk

didederkan di kolam pendederan.

c. Pemijahan Buatan

Cara ini disebut Induced Breeding atau hypophysasi yakni merangsang

ikan lele untuk kawin dengan cara memberikan suntikan berupa cairan

hormon ke dalam tubuh ikan. Hormon hipophysa berasal dari kelenjar

hipophysa, yaitu hormon gonadotropin. Fungsi hormon gonadotropin:

- Gametogenesis: memacu kematangan telur dan sperma, disebut

Follicel Stimulating Hormon. Setelah 12 jam penyuntikan, telur

mengalami ovulasi (keluarnya telur dari jaringan ikat indung telur).

Selama ovulasi, perut ikan betina akan membengkak sedikit demi

sedikit karena ovarium menyerap air. Saat itu merupakan saat yang

baik untuk melakukan pengurutan perut (stripping).

- Mendorong nafsu sex (libido)

2) Perlakuan dan Perawatan Bibit

a. Kolam untuk pendederan:

1. Bentuk kolam pada minggu 1-2, lebar 50 cm, panjang 200 cm, dan

tinggi 50 cm. Dinding kolam dibuat tegak lurus, halus, dan licin,

sehingga apabila bergesekan dengan tubuh benih lele tidak akan

melukai. Permukaan lantai agak miring menuju pembuangan air.

Kemiringan dibuat beda 3 cm di antara kedua ujung lantai, di mana

yang dekat tempat pemasukan air lebih tinggi. Pada lantai dipasang

pralon dengan diameter 3-5 cm dan panjang 10 m.

2. Kira-kira 10 cm dari pengeluaran air dipasang saringan yang dijepit

dengan 2 bingkai kayu tepat dengan permukaan dalam dinding kolam.

Di antara 2 bingkai dipasang selembar kasa nyamuk dari bahan plastik

berukuran mess 0,5-0,7 mm, kemudian dipaku.

3. Setiap kolam pendederan dipasang pipa pemasukan dan pipa air untuk

mengeringkan kolam. Pipa pengeluaran dihubungkan dengan pipa

plastik yang dapat berfungsi untuk mengatur ketinggian air kolam. Pipa

plastik tersebut dikaitkan dengan suatu pengait sebagai gantungan.

4. Minggu ketiga, benih dipindahkan ke kolam pendederan yang lain.

Pengambilannya tidak boleh menggunakan jaring, tetapi dengan

mengatur ketinggian pipa plastik.

5. Kolam pendederan yang baru berukuran 100 x 200 x 50 cm, dengan

bentuk dan konstruksi sama dengan yang sebelumnya.

b. Penjarangan:

1. Penjarangan adalah mengurangi padat penebaran yang dilakukan

karena ikan lele berkembang ke arah lebih besar, sehingga volume

ratio antara lele dengan kolam tidak seimbang.

- Apabila tidak dilakukan penjarangan dapat mengakibatkan :

- Ikan berdesakan, sehingga tubuhnya akan luka.

- Terjadi perebutan ransum makanan dan suatu saat dapat memicu

mumculnya kanibalisme (ikan yang lebih kecil dimakan oleh ikan

yang lebih besar).

- Suasana kolam tidak sehat oleh menumpuknya CO2 dan NH3, dan

O2 kurang sekali sehingga pertumbuhan ikan lele terhambat.

2. Cara penjarangan pada benih ikan lele :

- Minggu 1-2, kepadatan tebar 5000 ekor/m2

- Minggu 3-4, kepadatan tebar 1125 ekor/m2

- Minggu 5-6, kepadatan tebar 525 ekor/m2

c. Pemberian pakan:

1. Hari pertama sampai ketiga, benih lele mendapat makanan dari

kantong kuning telur (yolk sac) yang dibawa sejak menetas.

2. Hari keempat sampai minggu kedua diberi makan zooplankton, yaitu

Daphnia dan Artemia yang mempunyai protein 60%. Makanan tersebut

diberikan dengan dosis 70% x biomassa setiap hari yang dibagi dalam

4 kali pemberian. Makanan ditebar disekitar tempat pemasukan air.

Kira-kira 2-3 hari sebelum pemberian pakan zooplankton berakhir,

benih lele harus dikenalkan dengan makanan dalam bentuk tepung

yang berkadar protein 50%. Sedikit dari tepung tersebut diberikan

kepada benih 10-15 menit sebelum pemberian zooplankton. Makanan

yang berupa teoung dapat terbuat dari campuran kuning telur, tepung

udang dan sedikit bubur nestum.

3. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.

4. Minggu keempat dan kelima diberi pakan sebanyak 32% x biomassa

setiap hari.

5. Minggu kelima diberi pakan sebanyak 21% x biomassa setiap hari.

6. Minggu ketiga diberi pakan sebanyak 43% x biomassa setiap hari.

7. Minggu keenam sudah bisa dicoba dengan pemberian pelet apung.

d. Pengepakan dan pengangkutan benih

1. Cara tertutup:

- Kantong plastik yang kuat diisi air bersih dan benih dimasukkan

sedikit demi sedikit. Udara dalam plastik dikeluarkan. O2 dari tabung

dimasukkan ke dalam air sampai volume udara dalam plastik 1/3–1/4

bagian. Ujung plastik segera diikat rapat.

- Plastik berisi benih lele dimasukkan dalam kardus atau peti supaya

tidak mudah pecah.

2. Cara terbuka dilakukan bila jarak tidak terlalu jauh:

- Benih lele dilaparkan terlebih dahulu agar selama pengangkutan, air

tidak keruh oleh kotoran lele. (Untuk pengangkutan lebih dari 5 jam).

- Tempat lele diisi dengan air bersih, kemudian benih dimasukkan

sedikit demi sedikit. Jumlahnya tergantung ukurannya. Benih ukuran

10 cm dapat diangkut dengan kepadatan maksimal 10.000/m3 atau

10 ekor/liter. Setiap 4 jam, seluruh air diganti di tempat yang teduh.

 

6.3. Pemeliharaan Pembesaran

1) Pemupukan

a. Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan bermaksud untuk

menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami

bagi benih lele.

b. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan

dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20

gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan selama 3

hari.

c. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan

selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau

kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh

sebagai makanan alami lele.

d. Secara bertahap ketinggian air ditambah, sebelum benih lele ditebar.

2) Pemberian Pakan

a. Makanan Alami Ikan Lele

1. Makanan alamiah yang berupa Zooplankton, larva, cacing-cacing, dan

serangga air.

2. Makanan berupa fitoplankton adalah Gomphonema spp (gol. Diatome),

Anabaena spp (gol. Cyanophyta), Navicula spp (gol. Diatome),

ankistrodesmus spp (gol. Chlorophyta).

3. Ikan lele juga menyukai makanan busuk yang berprotein.

4. Ikan lele juga menyukai kotoran yang berasal dari kakus.

b. Makanan Tambahan

1. Pemeliharaan di kecomberan dapat diberi makanan tambahan berupa

sisa-sisa makanan keluarga, daun kubis, tulang ikan, tulang ayam yang

dihancurkan, usus ayam, dan bangkai.

2. Campuran dedak dan ikan rucah (9:1) atau campuran bekatul, jagung,

dan bekicot (2:1:1).

c. Makanan Buatan (Pellet)

1. Komposisi bahan (% berat): tepung ikan=27,00; bungkil kacang

kedele=20,00; tepung terigu=10,50; bungkil kacang tanah=18,00;

tepung kacang hijau=9,00; tepung darah=5,00; dedak=9,00;

vitamin=1,00; mineral=0,500;

2. Proses pembuatan:

Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti

pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%.

Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang

dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak

juga dapat memperlambat pellet tenggelam.

3. Cara pemberian pakan:

- Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan

diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan

yang berbentuk tepung.

- Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi

makanan yang berbentuk pellet.

- Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu

tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.

3) Pemberian Vaksinasi

Cara-cara vaksinasi sebelum benih ditebarkan:

a. Untuk mencegah penyakit karena bakteri, sebelum ditebarkan, lele yang

berumur 2 minggu dimasukkan dulu ke dalam larutan formalin dengan

dosis 200 ppm selama 10-15 menit. Setelah divaksinasi lele tersebut akan

kebal selama 6 bulan.

b. Pencegahan penyakit karena bakteri juga dapat dilakukan dengan

menyutik dengan terramycin 1 cc untuk 1 kg induk.

c. Pencegahan penyakit karena jamur dapat dilakukan dengan merendam

lele dalam larutan Malachite Green Oxalate 2,5–3 ppm selama 30 menit.

4) Pemeliharaan Kolam/Tambak

a. Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk

memberantas hama dan bibit penyakit.

b. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan sekali dengan cara mengganti

semua air kotor tersebut dengan air bersih yang telah diendapkan 2

malam.

c. Kolam yang telah terjangkiti penyakit harus segera dikeringkan dan

dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu minggu.

Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian

dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak.

 

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama dan Penyakit

a. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu

kehidupan lele.

b. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele

antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan

gabus dan belut.

c. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering

menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak

banyak diserang hama.

Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat

rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

1) Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas

hydrophylla

Bentuk bakteri ini seperti batang dengan polar flage (cambuk yang terletak di

ujung batang), dan cambuk ini digunakan untuk bergerak, berukuran 0,7–0,8

x 1–1,5 mikron. Gejala: iwarna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul

pendarahan, bernafas megap-megap di permukaan air. Pengendalian:

memelihara lingkungan perairan agar tetap bersih, termasuk kualitas air.

Pengobatan melalui makanan antara lain: (1) Terramycine dengan dosis 50

mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7–10 hari berturut-turut. (2) Sulphonamid

sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari.

2) Penyakit Tuberculosis

Penyebab: bakteri Mycobacterium fortoitum). Gejala: tubuh ikan berwarna

gelap, perut bengkak (karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan

limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring,

bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air

dan lingkungan kolam. Pengobatan: dengan Terramycin dicampur dengan

makanan 5–7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5–15 hari.

3) Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.

Jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan

yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus

seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang

daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada

telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih

gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate

2,5–3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate

0,1–0,2 ppm selama 1 jam atau 5–10 ppm selama 15 menit.

4) Penyakit Bintik Putih dan Gatal/Trichodiniasis

Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang

amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius

multifilis. Gejala: (1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di

permukaan air; (2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan

insang; (3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding

kolam. Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada

campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green

Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12–24 jam, kemudian ikan diberi air yang

segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari.

5) Penyakit Cacing Trematoda

Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing

Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus

menyerang kulit dan sirip. Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka,

kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.

Pengendalian: (1) direndam Formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit; (2)

Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam; (3) mencelupkan tubuh ikan ke dalam

larutan Kalium -Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ± 30 menit; (4)

memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit; (5) dapat juga memakai

larutan NH4OH 0,5% selama ± 10 menit.

6) Parasit Hirudinae

Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan. Gejala:

pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga

menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada

saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm.

7.2. Hama Kolam/Tambak

Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor

penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :

1) Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti

dengan yang suhunya lebih dingin.

2) Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.

3) Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.

4) Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.

 

8. PANEN

 

8.1. Penangkapan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan:

1) Lele dipanen pada umur 6-8 bulan, kecuali bila dikehendaki, sewaktu-waktu

dapat dipanen. Berat rata-rata pada umur tersebut sekitar 200 gram/ekor.

2) Pada lele Dumbo, pemanenan dapat dilakukan pada masa pemeliharaan 3-4

bulan dengan berat 200-300 gram per ekornya. Apabila waktu pemeliharaan

ditambah 5-6 bulan akan mencapai berat 1-2 kg dengan panjang 60-70 cm.

3) Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari supaya lele tidak terlalu

kepanasan.

4) Kolam dikeringkan sebagian saja dan ikan ditangkap dengan menggunakan

seser halus, tangan, lambit, tangguh atau jaring.

5) Bila penangkapan menggunakan pancing, biarkan lele lapar lebih dahulu.

6) Bila penangkapan menggunakan jaring, pemanenan dilakukan bersamaan

dengan pemberian pakan, sehingga lele mudah ditangkap.

7) Setelah dipanen, piaralah dulu lele tersebut di dalam tong/bak/hapa selama

1-2 hari tanpa diberi makan agar bau tanah dan bau amisnya hilang.

8) Lakukanlah penimbangan secepat mungkin dan cukup satu kali.

 

8.2. Pembersihan

Setelah ikan lele dipanen, kolam harus dibersihkan dengan cara:

1) Kolam dibersihkan dengan cara menyiramkan/memasukkan larutan kapur

sebanyak 20-200 gram/m2 pada dinding kolam sampai rata.

2) Penyiraman dilanjutkan dengan larutan formalin 40% atau larutan

permanganat kalikus (PK) dengan cara yang sama.

3) Kolam dibilas dengan air bersih dan dipanaskan atau dikeringkan dengan

sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan untuk membunuh penyakit yang

ada di kolam.

 

9. PASCAPANEN

 

1) Setelah dipanen, lele dibersihkan dari lumpur dan isi perutnya. Sebelum

dibersihkan sebaiknya lele dimatikan terlebih dulu dengan memukul

kepalanya memakai muntu atau kayu.

2) Saat mengeluarkan kotoran, jangan sampai memecahkan empedu, karena

dapat menyebabkan daging terasa pahit.

3) Setelah isi perut dikeluarkan, ikan lele dapat dimanfaatkan untuk berbagai

ragam masakan.

 

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

 

10.1.Analisis Usaha Budidaya

Analisis Usaha Pembenihan Ikan Lele Dumbo di Desa Bendosewu, Kecamatan

Talun, Kabupaten Blitar adalah sebagai berikut:

1) Biaya produksi

a. Lahan

- Tanah 123 m2 Rp. 123.000,-

- Kolam 9 buah Rp. 1.230.000,-

- Perawatan kolam Rp. 60.000,-

b. Bibit/benih

- betina 40 ekor @ Rp. 12.000,- Rp. 480.000,-

- jantan 10 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 100.000,-

c. Pakan

- Pakan benih Rp. 14.530.300,-

- Pakan induk Rp. 4.818.000,-

d. Obat-obatan Rp. 42.000,-

e. Peralatan

- pompa air3 bh @ Rp. 110.000,- Rp. 330.000,-

- diesel 1 bh @ Rp. 600.000,- Rp. 600.000,-

- sikat 1.bh @.Rp. 25.000,- Rp. 25.000,-

- jaring 1 bh @.Rp. 150.000,- Rp. 150.000,-

- bak 5 bh @ Rp. 3.000,- Rp. 15.000,-

- timba 7 bh @.Rp. 3.000,- Rp. 21.000,-

- alat seleksi 6 bh @.Rp. 4.000,- Rp. 24.000,-

- ciruk 5 bh @. Rp. 1.500,- Rp. 7.500,-

- gayung 5 bh @. Rp.1.000,- Rp. 5.000,-

- selang Rp. 90.000,-

- paralon Rp. 70.000,-

- Perawatan alat Rp. 120.000,-

f. Tenaga kerja Rp. 420.000,-

g. Lain-lain Rp. 492.000,-

h. Biaya tak terduga 10% Rp. 2.522.800,-

Jumlah biaya produksi Rp. 5.045.600,-

2) Pendapatan Rp. 2.220.000,-

3) Keuntungan Rp. 7.174.400,-

4) Parameter kelayakan usaha 25%

5) BEP dalam unit (ekor)

- ukuran 1      1.138

- ukuran 2      325.049

- ukuran 3      65.010

- ukuran 4      6.501

- ukuran 5      11.377

- ukuran 6      260

 

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis

Budidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran

mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan

ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka

akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.

 Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

IV. Tahap Proses Budidaya.
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :
Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
– tulang kepala berbentuk pipih
– warna lebih gelap
– gerakannya lebih lincah
– perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
– alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
– tulang kepala berbentuk cembung
– warna badan lebih cerah
– gerakan lamban
– perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan.
Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :
Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
– Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
– Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

D. Pemijahan.
Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan.
Cara pemindahan :
– kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
– siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
– samakan suhu pada kedua kolam
– pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
– pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan.
Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

V. Manajemen Pakan.
Pakan anakan lele berupa :
– pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
– Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
– Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

VI. Manajemen Air.
Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
– air harus bersih
– berwarna hijau cerah
– kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :
– bebas senyawa beracun seperti amoniak
– mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

VI. Manajemen Kesehatan.
Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

 

Cara Sukses Bisnis Budidaya Lele

Jenis ikan lele memang memiliki banyak penggemar, karena jenis ikan tersebut memiliki daging yang gurih, serta tidak memiliki banyak duri. Selain itu lele juga memiliki harga yang murah, sehingga ikan lele dapat dinikmati oleh semua kalangan. Besarnya minat pasar akan lele sering dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis yang menggiurkan. Dari mulai bisnis kuliner lele yang beraneka macam hingga bisnis budidaya lele yang menguntungkan, mampu memberikan untung yang cukup besar. Ikan lele termasuk salah satu ikan yang budidayanya cukup mudah dan pertumbuhannya sangat cepat. Sehingga banyak para pelaku bisnis yang memilih lele untuk dibudidayakan.

Langkah sukses budidaya lele

Dalam proses budidaya lele, langkah – langkah yang dilakukan yaitu sebagai berikut :

1. Proses Pemijahan

Proses pemijahan untuk mengawinkan lele jantan dan lele betina tidaklah sulit. Pemijahan yaitu proses mempertemukan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Proses ini biasanya dilakukan pada kolam – kolam khusus pemijahan, dengan mencampurkan lele jantan dan lele betina yang sudah memenuhi syarat tertentu.

Syarat indukan jantan :

  • Kepala induk jantan lebih kecil dari betinanya, serta tulang kepalanya gepeng
  • Warna kulit dada induk jantan lebih tua dibandingkan yang betina, serta kulitnya lebih halus daripada betina
  • Kelamin jantan menonjol, memanjang ke arah belakang dibelakang anus dengan warna kemerahan
  • Perut indukan jantan lebih langsing dan kenyal dibanding induk betina
  • Gerakan lele jantan lebih lincah dibandingkan yang betina

Syarat indukan betina :

  • Kepalanya lebih besar dibandingkan induk betina
  • Warna klit dada lele betina lebih terang dibandingkan yang jantan
  • Kelamin induk betina berbentuk oval dan berwarna kemerahan, lubangnya lebar dan letaknya di belakang anus. Biasanya sel telur yang telah matang berwarna kuning
  • Untuk induk betina biasanya geraknya tidak selincah induk jantan
  • Perutnya lebih gembung dari induk jantan

Selama proses pemijahan indukan lele diberi makanan yang memiliki kadar protein cukup tinggi. Setelah diberikan protein yang cukup tinggi, induk betina  siap untuk dibuahi. Sel telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi anakan lele setelah 24 jam. Setelah berumur satu minggu pisahkan hasil anakan dengan induk betina, sedangkan untuk pemindahan anakan setelah anakan berumur dua minggu.

Cara Pemindahan anakan lele :

- Mengurangi air di sarang pemijahan hingga tinggi air berkisar antara 10 cm sampai 20 cm

- Menyiapkan tempat penampungan ( baskom atau ember ) yang telah diisi air dari kolam pemijahan

- Samakan suhu kolam anakan dengan suhu kolam pemijahan

- Pindahkan anakan dari kolam pemijahan menggunakan cawan atau piring

- Kemudian pindahkan anakan ke kolam pendederan dengan hati – hati pada maalm hari, karena masih rentang terhadap tingginya suhu air

2. Pembudidayaan

Proses pembudidayaan adalah proses pembesaran bibit lele hingga berukuran siap jual berkisar antara 5 cm hingga 12 cm. Setelah anakan dipisahkan ke dalam kolam pendederan, usahakan kolam diberikan pelindung dari tingginya suhu. Biasanya dapat menggunakan penutup plastic atau menggunakan tanaman enceng gondok sebagai tanaman pelindung.

Selain pengaturan suhu kolam, dalam proses pendederan anakan ikan lele sudah boleh diberikan makan. Bisa berupa pakan alami seperti jentik jentik, kutu air, cacing kecil atau plankton yang dapat diberikan saat anakan lele berumur kurang dari 3- 4 hari. Setelah berumur 3 – 4 hari, anakan lele diperbolehkan diberikan makanan buatan dengan kadar protein serta nutrisi yang cukup tinggi. Dengan menambahkan POC NASA yang mengandung mineral penting serta protein dengan dosis  1 – 2 cc / kg pakan yang telah dicampuri sedikit air.

Untuk hasil maksimal, seekor lele dapat dipanen setelah umur 6 hingga 8 bulan. Namun kurang dari waktu tersebut, lele telah dapat dipanen jika beretnya telah mencapai 200 gram per ekor. Cara sukses dengan bisnis budidaya lele, dapat dijadikan sebagai salah contoh satu peluang usaha yang menjanjikan. Salam sukses.

Teknik Budidaya Lele Organik

Ada beberapa kelebihan Ikan lele Organik dan ikan lelel non organik, terutama untuk menghemat biaya dan rasa, juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. selain itu ada beberapa yuang bisa kita bandingkan dalam segi keuntungan. Untuk jumlah dan berat ikan lele 1 ton yang siap untuk dikonsumsi, pakan yang dibutuhkan jika memakai pellet bisa mencapai 1 ton. Sedangkan jika menggunakan pakan organik Cuma membutuhkan 2.300 liter. Bobot ikan lele organik juga lebih berat dari non organik.

di sini saya akan memberikan beberapa tehnik dan cara untuk Budidaya  lele Organik. ada beberapa tahapan.

Tahap pertama:

Dalam hal penaburan benih, ada beberapa yang harus diperhatikan, sebelum benih ditebarkan, campurkan terlebih dahulu air bersih kolam dengan kotoran sapi yang sudah dikomposing, setelah tercampur, barulah dilakukan proses penebaran benih.

Tahap Kedua:

tahap ini dilakukan setelah ikan lele berumur 2 minggu. lakukan penyeleksian untuk memindahkan ikan lele yang berukuran 4-5 mm di kolam lain, setelah itu proses berlanjut ke 2 minggu kedepan hingga lele berukuran 10-20 mm. pencampuran makanan organik lele yang berasal dari kotoran sapi yang sudah dikomposing dilakukan kembali, namun untuk jenis komposing ini, tidak berupa kotoran padat, namun sudah berupa cairan.

Tahap budidaya lele yang terakhir adalah masa pemanenan. Ikan Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.

 

BUDIDAYA TERNAK ITIK

BUDIDAYA TERNAK ITIK
( Joko.faisol )

1. SEJARAH SINGKAT
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).

2. SENTRA PETERNAKAN
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang
mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

3. J E N I S
Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:
1) Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;
2) Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;
3) Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.

Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

4. MANFAAT
1) Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
2) Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
3) Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
4) Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
5) Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.

5. PERSYARATAN LOKASI
Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu (1).
Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana dan (5). Pemasaran Hasil Ternak.
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C.
2. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
3. Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
4. Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
a. kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD
b. kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
c. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
5. Kondisi kandang dan perlengkapannya
Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

6.2. Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.
1) Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :
a. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
b. memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
c. membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

2) Perawatan bibit dan calon induk
a. Perawatan Bibit
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.
b. Perawatan calon Induk
Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

3) Reproduksi dan Perkawinan
Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

6.3. Pemeliharaan
1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.
2. Pengontrol Penyakit
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.
3. Pemberian Pakan
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase.
Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
a. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
b. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
c. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
d. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
4.
Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
a. umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
b. umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
c. umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.
5.
6. Pemeliharaan Kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

7. HAMA DAN PENYAKIT
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
1) penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
2) penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat

Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
1. Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.
Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
2. Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

8. P A N E N
8.1. Hasil Utama
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
8.2. Hasil Tambahan
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga

9. PASCA PANEN
Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
a) Pengawetan dengan air hangat
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
b) Pengawetan telur dengan daun jambu biji
Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
c) Pengawetan telur dengan minyak kelapa
Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
d) Pengawetan telur dengan natrium silikat
Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
e) Pengawetan telur dengan garam dapur
Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah sebagai berikut:

1) Permodalan
a. Modal kerja
– Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000
– Biaya kelancaran usaha dan lain-lain
Rp 108.000.000,-
Rp 4.000.000,-
b. Modal Investasi
– Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,-
Rp 18.000.000,-
Jumlah kebutuhan modal
Prasyaratan kredit yang dikehendaki:
– Bunga (menurun) 20% /tahun
– Masa tanggung angsuran 1 tahun
– Lama kredit 3 tahun Rp 130.000.000,-

2) Biaya-biaya
a. Biaya kelancaran usaha dan lain-lain Rp 4.000.000,-
b. Biaya tetap
– Biaya pengambalian kredit:
– Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I
– Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II
– Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III
– Biaya penyusutan kandang:
– biaya penyusutan kandang tahun I
– biaya penyusutan kandang tahun II
– biaya penyusutan kandang tahun III

Rp 14.723.000,-
Rp 86.125.000,-
Rp 73.125.000,-

Rp 3.600.000,-
Rp 3.600.000,-
Rp 3.600.000,-

3) Biaya tidak tetap
a. Biaya pembayaran ransum:
– biaya ransum tahun I
– biaya ransum tahun II
– biaya ransum tahun III
Rp 245.700.000,-
Rp 453.600.000,-
Rp 453.600.000,-
b. Biaya pembayaran itik siap produksi:
– pembayaran tahun I
– pembayaran tahun II
– pembayaran tahun III
Rp 108.000.000,-
-
-
c. Biaya pembayaran obat-obatan:
– biaya pembayaran obat-obatan tahun I
– biaya pembayaran obat-obatan tahun II
– biaya pembayaran obat-obatan tahun III
(Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum)
Rp 2.457.000,-
Rp 4.536.000,-
Rp 4.436.000,-

4) Pendapatan
a. Penjualan telur tahun I Rp 384.749.920,-
b. Penjualan telur tahun II Rp 615.600.000,-
c. Penjualan telur tahun III Rp 615.600.000,-
d. Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,- Rp 5.700.000,-

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Telur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.

BUDIDAYA TERNAK BELUT

  1. Bukan hanya Mimpi

Kebanyakan orang pastilah geli memegang belut, sebangsa ikan yang tubuhnya panjang dan licin seperti ular. Namun, belut sudah menjadi bagian hidup Komalasari semenjak kecil. Maklumlah, keluarga Komalasari merupakan pengusaha dendeng belut.
Kendati demikian, awalnya Komalasari tidak berniat terjun dalam bisnis belut ini. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Ekonomi Atas Negeri, Komalasari bekerja sebagai tenaga pembukuan di sebuah perusahaan. “Waktu itu jarang sekali ada anak bisa sekolah sampai SMA,” cetusnya. Namun, panggilan si belut nan licin membuat Komalasari tak bisa berpaling. Ia rela meninggalkan pekerjaannya dan kembali meneruskan usaha dendeng belut keluarganya tersebut.
Ternyata Komalasari tidak sekadar meneruskan usaha dendeng belut, melainkan mengembangkannya sehingga mencapai kapasitas produksi 100 kg belut segar dalam sehari. Bukan itu saja, Komalasari juga dianggap menjadi tokoh masyarakat setempat, lantaran usahanya melibatkan sekitar 190 petani penggarap di sekitarnya.
Selain itu, “Dari bisnis ini saya juga bisa bertemu artis-artis,” ujar Komalasari polos. Sekitar tahun 2002, menurut Komalasari, dirinya ikut terlibat dalam pembuatan sinetron Bukan Hanya Mimpi. Tentu saja, bukan hanya mimpi pula kalau sekarang Komalasari bisa menangkap laba dari licinnya si belut.
PANDUAN LENGKAP BUDIDAYA BELUT
February 18th, 2011 kerjatop 0 Comments
Budidaya Belut saat ini menjadi peluang yang sangat menjanjikan dan menguntungkan mengingat permintaan pasar dalam dan luar negeri terus meningkat, namun demikian ketersediaan belut alam yang hidup bebas sangat sulit ditemukan hal ini dikarenakan Penggunaan pestisida pada lahan pertanian yang berlebihan akan mempengaruhi ekosistem ikan yang ada disekitarnya, salah satunya adalah belut.
Sehingga keberadaan belut di alam semakin terancam dikarenakan ketidak seimbangan kita dalam merawat alam. Tetapi, kini tidak perlu khawatir, anda bisa memanfaatkan dengan membudidayakan belut sebagai peluang usaha sekaligus menjaga keseimbangan alam. Selain itu, keuntungan dalam berbisnis belut adalah besarnya permintaan pasar belut baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Permintaan ekspor belut dari beberapa negara tujuan dapat dilihat ditabel di bawah ini :

Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.
Budidaya Belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal. Masyarakat yang memiliki lahan sempit pun dapat memelihara belut. Secara Teknis Budidaya dan pemeliharaan belut (monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat/lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama.
a. Tempat/Lokasi Budidaya
Pemilihan lokasi bakal pembuatan kolam ditempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari, meskipun dapat disiasati dengan pemberian peneduh. Disamping itu luas lahan dengan memperhatikan kemiringan dan batas calon kolam. Kolam ini dapat diatas tanah atau galian tanah, hal ini tergantung pada luas lahan yang akan memudahkan pengamatan, pembangunan konstruksi kolam, seperti pintu air, saringan dan lain sebagainya.
b. Pembuatan kolam
Lokasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan persyaratan teknis dan jenis kolam, baik kolam penampungan induk, kolam pemijahan dan pendederan serta kolam pembesaran. Kolam-kolam ini memiliki ukuran tersndiri, pertama, Kolam Penampungan Induk berukuran 200 cm x 400 cm x 80 cm, kedua Kolam Pemijahan 200 cm x 200 cm x 100 cm, ketiga, Kolam Pembesaran 500 cm x 500 cm x 120 cm.
c. Media Pemeliharaan
Kolam budidaya belut menggunakan media pemeliharaan sebagai tempat hidup berupa tanah/lumpur sawah yang dikeringkan, pupuk kandang, pupuk kompos (sekam/gabah padi yang dibusukkan), jerami padi, cincangan batang pisang, pupuk urea dan NPK dengan perbandingan kurang lebih sebagai berikut :
Lapisan paling bawah tanah/lumpur setinggi 20 cm.
1. Lapisan pupuk kandang setinggi 5 cm.
2. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
3. Lapisan Pupuk kompos setinggi 5 cm.
4. Lapisan tanah/lumpur setinggi 10 cm.
5. Lapisan jerami padi setinggi 15 cm, yang diatasnya ditaburi secara merata pupuk urea 2,5 kg dan NPK 2,5 kg untuk ukuran kolam 500 cm x 500 cm. Perbandingan jumlah pupuk dan luas kolam ini juga dipergunakan dalam ukuran kolam, baik lebih besar maupun kecil.
6. Lapisan tanah/lumpur setinggi 20 cm.
7. Lapisan air dengan kedalaman setinggi 15 cm, yang ditaburi secara merata batang pisang sampai menutupi permukaan kolam.
Seluruh media pemeliharaan ini didiamkan agar terjadi proses permentasi dan siap untuk pemeliharaan belut selama kurang lebih dua minggu.
d. Pemilihan Benih
Media pemeliharaan yang sudah lengkap dan siap untuk pemeliharaan, menuntut pemilihan bibit belut yang berkualitas agar menghasilkan keturunan normal.
Syarat Benih Belut : pertama, anggota tubuh utuh dan mulus atau tidak cacat atau bekas gigitan. kedua, mampu bergerak lincah dan agresif. ketiga, penampilan sehat yang ditunjukan dengan tubuh yang keras, tidak lemas tatkala dipegang. keempat, tubuh berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklatan. kelima, usia berkisar 2-4 bulan.
Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :
* Ciri Induk Belut Jantan
1. Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
2. Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
3. Bentuk kepala tumpul.
4. Usia diatas sepuluh bulan.
* Ciri Induk Belut Betina
1. Berukuran panjang 20-30 cm
2. Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda
3. Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut
4. Bentuk kepala runcing
5. Usia dibawah sembilan bulan.
e. Perkembangan Belut
Belut berkembangbiak secara alami dialam terbuka dan dapat dibudidaya dengan perkembangbiakan normal dikolam dengan media pemeliharaan yang memenuhi persyaratan. Belut secara lami memiliki masa kawin selama musim hujan (4-5 bulan), dimalam hari dengan suhu sekitar 28° C atau lebih. Musim kawin ini ditandai dengan berkeliarannya belut jantan kepenjuru kolam, terutama ketepian dan dangkal yang akan menjadi lubang perkawinan. Lubang berbentuk “U” dimana belut jantan akan membuat gelembung busa dipermukaan air untuk menarik perhatian betina, namun belut jantan menunggu pasangannya dikolam yang tidak berbusa. Telur-telur dikeluarkan disekitar lubang, dibawah busa dan setelah dibuahi akan dicakup pejantan untuk disemburkan dilubang persembunyian yang dijaga belut jantan.
f. Penetasan
Telur-telur ini akan menetas setelah 9-10 hari, tetapi dalam pendederan menetas pada hari ke 12-14. Anak-anak belut ini memiliki kulit kuning yang semakin hari akan berangsur-angsur menjadi coklat. Belut jantan akan tetap menjaga sampai belut muda berusia dua minggu atau mereka meninggalkan sarang penetasan untuk mencari makanan sendiri.
g. Makanan dan kebiasaan makan
Belut secara alamiah memakan segala jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh di air. Belut ini akan menyergap makanannya dengan membuat lubang perangkap, lubang ini menyerupai terowongan berdiameter 5 cm.
h. Hama belut
Belut jarang terserang penyakit yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, namun mereka sering kekurangan pangan, kekeringan atau dimakan sesama belut dan predator lainnya, sehingga memerlukan air mengalir agar tetap sehat.
Setelah belut berkembang sesuai yang diharapkan, kita harus memperhatikan tata cara panen agar belut tidak luka dan tetap segar, baik untuk pasar lokal maupun antar daerah dan ekspor. Belut untuk pasar lokal hanya memerlukan ukuran sedang dengan umur 3-4 bulan, sedangkan ekspor perlu ukuran lebih besar dengan usia 6-7 bulan.
Perlakukan pasca panen pun juga harus diperhatikan, baik dalam membersihkan dan memperbaiki kolam pemeliharaan serta dilakukan penggantian media yang baru, sehingga makanan belut tidak habis bahkan semakin banyak.

BUDIDAYA TERNAK CACING

Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah, binatang yang satu ini mungkin cukup menggelikan dan membuat jijik bagi sebagian orang. Dengan bentuk tubuh gilik ataupun pipih tanpa memiliki tulang belakang (tergolong dalam invertebrata) ini, cacing tanah ternyata memiliki banyak kegunaan.Diantaranya sebagai bahan baku obat. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa cairan selom pada cacing tanah mengandung lebih dari 40 protein. Proteinyang dimiliki oleh cacing tanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik. mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat pori di dinding sel bakteri, dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten. Banyaknya manfaat yang diperoleh dari cacing tanah ini serta belum banyaknya pemain menjadikan budidaya cacing tanahsebagai peluang usahayang menjanjikan.

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai budidaya cacing tanah, ada baiknya kita lebih mengenal mengenai cacing tanah terlebih dahulu. Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Cacing tanah yang umum dikembangkan adalah Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.

Berikut sekilas akan kita bahas mengenai ketiga jenis cacing tanah tersebut:

Cacing tanah jenis Lumbricus

Bentuk tubuhnya pipih dengan jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. Jenis ini lebih unggul dari dua jenis lainnya dikarenakan produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan dan produksi bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak bergerak

Cacing tanah jenis Pheretima

Cacing dengan bentuk tubuh gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.

Cacing tanah jenis Perionyx

Memiliki bentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.

PEMANFAATAN CACING TANAH

Diawal pembahasan telah disinggung mengenai manfaat dari cacing tanah. Berikut akan kita bahas lebih jauh lagi.

  • Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Bahan Pakan Ternak
  • Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodokBahan pembuatan Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
  • Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.
  • Bahan Baku Kosmetik .Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.

PERSYARATAN LOKASI

Dalam budidaya cacing tanah, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah lokasi yang mendukung budidaya tersebut. Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

  • Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar. Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.
  • Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi
  • Dalam budidaya cacing tanah, kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.
  • Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15-25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.
  • Supaya lebih mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung ada baiknya apabila lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Sarana dan Peralatan

Membuat suatu usaha tidak harus mengeluarkan biaya yang besar, Termasuk budidaya cacing tanah ini. Untuk pembuatan kandang bisa menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat. Sebagai contoh pembuatan kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yang berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar..

Pembibitan

Salah satu persiapan utama dalam membudidayakan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.

1) Pemilihan Bibit Calon Induk

Bibit cacing tanahdapat diperoleh dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan. Namun apabila beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yang besar.

2) Pemeliharaan Bibit Calon Induk

Pemeliharaan dapat dibagi menjadi beberapa cara:

a. pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yang digunakan. Cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar kurang lebih 1 m, dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.

b. pemeliharaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.

c. pemeliharaan kombinasi cara a dan b.

d. pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.

e. Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.

3) Sistem Pemuliabiakan

Tahap berikutnya setelah media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara disiram dengan air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

4) Reproduksi

Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

Pemeliharaan

Tahap yang tidak kalah pentingnya dalam budidaya cacing tanah adalah pemeliharaan, dengan pemeliharaan yang baik pertumbuhan cacing tanah akan maksimal. Aadapun pemeliharaan yang pelu dilakukan adalah :

Penyediaan Pakan

Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah,antara lain :

  • pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender
  • bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.
  • pakan ditutup dengan plastik, karung , atau bahan lain yang tidak tembus cahaya
  • pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi
  • bubur pakan yang akan diberikan pada cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.

Penggantian Media

Media yang sudah menjadi tanah/kascing atau yang telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Rata rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu

Proses Kelahiran

Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/kardus/kayu lapuk/bubur kayu. Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

HAMA DAN PENYAKIT

Seperti budidaya lainnya, usaha budidaya cacing tanah ini juga tidak terlepas dari kendala yang mungkin terjadi. Serangan hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat keberhasilan beternak cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.

Gangguan yang paling utama untuk diwaspadai adalah adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.

PEMANENAN

Hasil utama dalam budidaya cacing tanah adalah biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Pemanenan dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Cara yang paling mudah adalah dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal. Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen.

Setelah dipanen, cacing tanah siap dipasarkan. Pemasaran dapat dilakukan dalam bentuk segar ataupun sudah dikeringkan.